Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Penguatan pendidikan kependudukan di sekolah dinilai semakin penting seiring tantangan pembangunan yang kian kompleks. Melalui program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), integrasi materi kependudukan ke dalam pembelajaran terus didorong agar lebih optimal di Provinsi Gorontalo.
Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi yang digelar oleh BKKBN Perwakilan Provinsi Gorontalo, yang dirangkaikan dengan orientasi penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau modul ajar terintegrasi kependudukan. Kegiatan ini melibatkan kepala sekolah, guru, serta penyuluh KB sebagai ujung tombak implementasi di lapangan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Abd. Waris, menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
“Integrasi materi kependudukan dalam pembelajaran merupakan langkah strategis untuk membekali siswa dengan pemahaman yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan mereka,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembelajaran yang mengaitkan teori dengan kondisi nyata akan lebih mudah dipahami siswa serta mendorong mereka berpikir kritis terhadap berbagai isu di sekitarnya.
“Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga memahami dampak dari persoalan kependudukan dalam kehidupan sehari-hari. Ini penting untuk membentuk cara berpikir yang lebih matang,” jelasnya.
Selain itu, pendekatan SSK juga memberi ruang bagi guru untuk lebih kreatif dalam menyusun materi ajar. Integrasi kependudukan dapat disisipkan tanpa harus menambah beban kurikulum, melainkan disesuaikan dengan konteks pelajaran yang sudah ada.
“Guru tidak perlu khawatir soal penambahan materi. Integrasi ini bisa dilakukan secara fleksibel dalam pembelajaran yang sudah berjalan, sehingga tetap efektif tanpa membebani,” tambahnya.
Antusiasme tenaga pendidik terhadap penerapan konsep ini pun mulai terlihat. Dalam berbagai kegiatan penguatan kapasitas, para guru aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait metode pembelajaran yang efektif dan aplikatif di kelas.
“Dari diskusi yang berkembang, terlihat bahwa para guru mulai memahami pentingnya mengaitkan materi pembelajaran dengan isu kependudukan. Ini menjadi langkah awal yang baik untuk implementasi ke depan,” lanjutnya.
Melalui penerapan SSK, diharapkan sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu membentuk generasi yang memiliki wawasan kependudukan, berpikir kritis, serta memiliki daya saing di masa depan. (Tr-76)














Discussion about this post