Gorontalopost.co.id – Upaya pengendalian Diabetes Melitus (DM) di tingkat masyarakat terus didorong melalui penguatan kapasitas kader, keluarga, dan pasien. Poltekkes Kemenkes Gorontalo mengambil bagian dalam upaya tersebut melalui program pengabdian kepada masyarakat di Desa Bunggalo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan yang digelar pada 15 Juli 2026 itu melibatkan 50 peserta yang terdiri atas kader, masyarakat dengan Diabetes Melitus, serta aparat pemerintah desa. Program ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga membangun kemampuan pasien dan keluarga agar lebih konsisten dalam mengelola penyakit secara mandiri.
Tim pengabdian yang diketuai Ratnawati, S.Pd., S.Kep., Ners., M.Kep., bersama Suwarni Loleh, M.Kes., dan Eka Firmansyah Pratama, M.Kep., memberikan sejumlah intervensi kepada peserta. Rangkaian kegiatan meliputi skrining kadar glukosa darah, edukasi mengenai manajemen diri Diabetes Melitus, serta pelatihan dan pendampingan menggunakan pendekatan Motivational Interviewing.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk membantu pasien menemukan dan memperkuat motivasi dari dalam diri sehingga lebih siap melakukan perubahan perilaku. Dengan pendekatan ini, peserta tidak sekadar menerima informasi, tetapi didorong untuk mengenali hambatan dan menentukan langkah yang realistis dalam mengelola penyakitnya.
Kemampuan manajemen diri peserta juga dievaluasi menggunakan Diabetes Self Management Questionnaire (DSMQ). Instrumen tersebut digunakan untuk melihat berbagai aspek perilaku pengelolaan Diabetes Melitus, sehingga edukasi dan pendampingan dapat diberikan secara lebih terarah.
Keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam program tersebut. Dukungan keluarga dinilai diperlukan agar pasien memiliki lingkungan yang membantu dalam menjalankan pola hidup dan perawatan yang dianjurkan secara berkelanjutan.
Sekretaris Desa Bunggalo, Hengky Adam, S.Pd., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program. Pemerintah desa diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak keberlanjutan program melalui keterlibatan kader dan masyarakat dalam upaya pengendalian Diabetes Melitus.
Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Gorontalo menargetkan peningkatan pengetahuan sekaligus keterampilan masyarakat dalam melakukan manajemen diri Diabetes Melitus. Kader dan keluarga juga diharapkan mampu berperan sebagai pendamping yang memberikan motivasi kepada pasien.
Program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan. Penerapan Motivational Interviewing dan dukungan keluarga diharapkan terus dilakukan setelah edukasi dan pelatihan selesai. Dengan demikian, upaya pengendalian Diabetes Melitus dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Keberlanjutan dukungan dari pemerintah desa, kader, keluarga, dan masyarakat menjadi salah satu kunci agar pengelolaan Diabetes Melitus tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika keluhan muncul, tetapi juga pada pencegahan komplikasi melalui perubahan perilaku dan pengelolaan penyakit secara konsisten.(adv)










Discussion about this post