Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) yang diselenggarakan Poltekkes Kemenkes Gorontalo melalui Jurusan Kebidanan di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, menjadi salah satu upaya memperkuat peran masyarakat dalam meningkatkan kesehatan ibu dan keselamatan kehamilan.
Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, Magdalena M. Tompunuh, S.ST., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan melalui edukasi dan pelatihan kepada kader kesehatan serta dukun bermitra mengenai deteksi dini tanda-tanda kegawatdaruratan pada ibu hamil dan penanganan awal yang tepat.
Menurut Magdalena, deteksi dini dan penanganan awal kegawatdaruratan pada ibu hamil perlu diperkuat hingga tingkat masyarakat. Hal ini penting agar kondisi berisiko dapat dikenali lebih cepat sehingga ibu hamil segera mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan.
Desa Tabumela diketahui memiliki kader kesehatan yang aktif serta dukun bermitra yang masih membantu mendampingi ibu hamil di tengah masyarakat. Namun, kemampuan dalam melakukan deteksi dini dan penanganan awal kegawatdaruratan masih perlu ditingkatkan melalui edukasi dan pendampingan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan Pengabmas yang dilaksanakan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Gorontalo tersebut, kader dan dukun dibekali pengetahuan untuk mengenali tanda bahaya kehamilan, memberikan tindakan awal sesuai kewenangan, serta segera mengoordinasikan proses rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Magdalena menjelaskan, kegiatan ini juga mendorong sinergi antara kader, dukun bermitra, bidan desa, pemerintah desa, dan puskesmas. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat deteksi dan rujukan ibu hamil yang mengalami kegawatdaruratan sekaligus mencegah keterlambatan penanganan.
“Dengan adanya pemberdayaan ini, diharapkan kader dan dukun dapat menjadi mitra tenaga kesehatan dalam mendukung deteksi dini, rujukan yang cepat, dan pencegahan keterlambatan penanganan kegawatdaruratan maternal,” ujar Magdalena.
Ia menambahkan, pendampingan secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mendukung keselamatan ibu dan janin serta berkontribusi terhadap pencapaian program kesehatan ibu. (ADV)












Discussion about this post