Gorontalopost.co.id — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengendalian Diabetes Melitus tipe 2 terus dilakukan di Desa Tunggulo, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango.
Poltekkes Kemenkes Gorontalo mendorong warga setempat lebih aktif menjaga kadar glukosa darah melalui edukasi kesehatan, skrining, serta pemanfaatan jus buah naga sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut digelar di Kantor Desa Tunggulo pada 28 Juli 2026. Sebanyak 27 peserta terlibat dalam kegiatan, terdiri dari 18 pasien Diabetes Melitus dan sembilan aparat atau perangkat desa.
Program ini mengusung tema pemberdayaan masyarakat dalam upaya menurunkan kadar glukosa darah penderita Diabetes Melitus melalui pemberian jus buah naga.
Tim pengabdian dipimpin Mansyur Babuta Tomayahu, S.St., M.Kes., dengan anggota Dr. Wenny Ino Ischak, M.Kes., dan Ns. Jumari, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB., serta melibatkan mahasiswa.
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai Diabetes Melitus tipe 2, tetapi juga pendampingan mengenai upaya pengendalian kadar glukosa darah dan pemanfaatan buah naga.
Pemerintah Desa Tunggulo turut mengambil bagian dalam pelaksanaan program tersebut. Dukungan diberikan melalui koordinasi dengan tim pengabdian, penyediaan tempat kegiatan, mobilisasi peserta, hingga pendampingan masyarakat.
Kepala Desa Tunggulo, Bolly Machmud, S.AP., mengatakan pemerintah desa mendukung kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap kesehatan.
Dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung. Pemerintah desa juga mendorong agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh warga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, monitoring dan evaluasi menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program di tingkat desa. Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Gorontalo berharap masyarakat Tunggulo semakin aktif dalam mengendalikan Diabetes Melitus tipe 2.
Edukasi yang diberikan juga diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.
Keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat menjadi faktor penting agar upaya pengendalian Diabetes Melitus tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(adv)











Discussion about this post