Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Tantangan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan inovasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Melalui Program UNG Mengajar Batch 9, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi dalam mendukung proses belajar mengajar di Kabupaten Gorontalo.
Komitmen tersebut terlihat pada Pameran Produk UNG Mengajar Batch 9 yang digelar Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPMPP) UNG di SMP Negeri 3 Limboto Barat. Pameran menghadirkan berbagai inovasi hasil pendampingan mahasiswa selama satu semester di sekolah-sekolah mitra.
Sebanyak 217 mahasiswa diterjunkan ke 19 sekolah yang mencakup jenjang SD, SMP, SMA, hingga MA. Selama menjalankan pengabdian, mahasiswa berkolaborasi dengan guru mengembangkan media pembelajaran, perangkat ajar, alat peraga edukatif, hingga program penguatan literasi dan pendidikan karakter yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Kepala LPMPP UNG, Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd., mengatakan pameran tersebut bukan sekadar ajang menampilkan hasil karya mahasiswa, tetapi menjadi sarana berbagi praktik baik yang dapat direplikasi oleh sekolah lain.
“Berbagai produk yang dipamerkan meliputi media pembelajaran, alat peraga edukatif, perangkat pembelajaran, serta hasil program kerja yang telah diterapkan di masing-masing sekolah. Kami berharap inovasi yang dihasilkan dapat menjadi referensi bagi sekolah lain dan terus dikembangkan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Elya.
Menurutnya, inovasi pembelajaran akan memberikan dampak lebih besar apabila tidak berhenti pada kegiatan program, melainkan terus dimanfaatkan dan disempurnakan oleh sekolah sesuai perkembangan kebutuhan peserta didik.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto Malik, M.Hum., menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sekolah merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan. Ia berharap seluruh produk yang dihasilkan mahasiswa tetap digunakan setelah program berakhir sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Diharapkan inovasi yang telah dihasilkan mahasiswa dapat terus digunakan dan disempurnakan oleh sekolah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah seperti ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di daerah,” kata Harto.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Dr. Abd. Waris, S.Pd., M.Pd. Menurutnya, kehadiran mahasiswa UNG Mengajar telah memberikan kontribusi positif melalui berbagai inovasi yang mampu mendorong kreativitas guru maupun peserta didik.
Ia berharap kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan UNG dapat terus diperluas agar semakin banyak sekolah memperoleh manfaat dari program tersebut.
Pameran diikuti 19 stan sekolah mitra yang menampilkan media pembelajaran berbasis teknologi, modul ajar Kurikulum Merdeka, alat peraga edukatif, proyek kolaboratif siswa, hingga dokumentasi kegiatan mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
Berbagai inovasi tersebut menjadi bukti bahwa sinergi perguruan tinggi dan sekolah dapat melahirkan solusi nyata untuk menjawab tantangan peningkatan mutu pendidikan di daerah. (Tr-76)














Discussion about this post