Gorontalopost.co.id – Upaya pencegahan penyakit tidak menular terus diperkuat Poltekkes Kemenkes Gorontalo melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya dengan memberikan pelatihan kepada kader kesehatan Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengenali faktor risiko serta melakukan deteksi dini penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes. Sebanyak 12 kader kesehatan Desa Tabumela mengikuti pelatihan yang dibekali dengan praktik pemeriksaan menggunakan tensimeter digital dan glukometer multifungsi.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Lusiane Adam, S.Kep., M.Kes., mengatakan kader memiliki posisi strategis dalam upaya pencegahan penyakit karena menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat.
“Kader merupakan garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat. Ketika kader memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat ditekan,” ujar Lusiane.
Menurutnya, kemampuan kader dalam melakukan pemeriksaan dasar diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal. Dengan demikian, masyarakat yang memiliki faktor risiko maupun hasil pemeriksaan yang perlu ditindaklanjuti dapat segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Gorontalo juga menyerahkan dua unit tensimeter digital dan dua unit glukometer multifungsi kepada kader kesehatan Desa Tabumela. Peralatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM), terutama untuk pemeriksaan kesehatan masyarakat secara berkala.
Kepala Desa Tabumela, Efendi S. Ipango, SIP, mengapresiasi pelatihan dan bantuan peralatan yang diberikan. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan bekal penting bagi kader untuk membantu masyarakat mengenali kondisi kesehatan sejak dini.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi kader. Kami berharap kemampuan dan peralatan yang diberikan dapat terus dimanfaatkan untuk membantu masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” katanya.
Ia berharap kader yang telah mengikuti pelatihan dapat mengoptimalkan pengetahuan dan peralatan tersebut dalam pelayanan kepada masyarakat, sehingga upaya pencegahan hipertensi dan diabetes dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.(adv)












Discussion about this post