logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Prabowo Mahathir

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 20 August 2026
in Disway
0
Prabowo Mahathir

Ilustrasi "serangan fajar" mengambilalihan perusahaan di bursa saham.-Dibuat dengan AI-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
Oleh:
Dahlan Iskan

 

Presiden Prabowo akan jadi Mahathir Mohamad-nya Indonesia?

Lihatlah langkah Mahathir di tahun 1981: Malaysia mengambil alih perusahaan perkebunan terbesar Inggris di Malaysia. Yakni Guthrie Plantation. Tahun berikutnya dua perusahaan Inggris lagi diambil alih: Golden Hope dan Sime Darby.

Nama Mahathir tidak muncul dalam transaksi menghebohkan dunia saat itu. Yang dipakai Mahathir adalah dua tokoh profesional perbankan: Tun Ismail Mohamad Ali dan Abdul Khaled Ibrahim. Saking hebohnya, pengambilalihan itu sampai dikenal dalam sejarah bisnis dengan sebutan “Serangan Fajar“: Dawn Raid.

Related Post

Kacamata Mata

Weda Bay

Abuleke Bahlil

Nama Prabowo juga tidak muncul dalam transaksi menghebohkan di Kalimantan pekan lalu: kendali PT Bayan Resources dibeli oleh Haji Isam –orang asli Kalsel keturunan Bugis Makassar.

Sama dengan yang dilakukan Mahathir: kilat. Mendadak. Tiba-tiba. Tahu-tahu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia itu pindah dari Low Tuck Kwong ke Haji Syamsuddin ‘Isam’ Arsyad.

Di tahun 1981 itu, Tun Ismail menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Malaysia. Khaled Ibrahim sebagai CEO BUMN Malaysia. Dua orang itulah yang merancang Serangan Fajar di London.

Di hari Jumat tanggal 4 September, pasar modal di London Stock Exchange masih normal. Saham Guthrie masih diperdagangkan dengan harga datar 662 sen Pound sterling. Hari Sabtu dan Minggu bursa London libur.

Tapi sejumlah perusahaan broker saham di London tidak libur. Mereka mengadakan rapat-rapat rahasia dengan Ibrahim yang khusus datang ke London untuk mengendalikan Serangan Fajar itu langsung di lokasi.

Para broker itu secara sendiri-sendiri beroperasi menghubungi beberapa pemegang saham Guthrie. Satu broker menghubungi satu atau dua pemegang saham. Tidak saling tahu. Sangat rahasia.

Para broker itu menawarkan harga yang menggiurkan: 30 persen lebih mahal dari harga yang diperdagangkan di hari Jumat. Banyak pemegang saham yang tertarik untuk menjual. Transaksi rahasia pun terjadi sepanjang hari Sabtu dan Minggu.

Di hari Senin pagi, 7 September 1981, ketika perdagangan saham di lantai bursa dibuka terjadilah kejutan luar biasa: pemegang saham pengendali Guthrie Plantation sudah pindah tangan. Bukan lagi perusahaan Inggris. Tapi pindah ke orang bumiputra Malaysia.

Heboh seheboh-hebohnya. Inilah serangan nasionalisasi perusahaan Inggris di Malaysia.

Di Malaysia sendiri dirasa sangat nasionalis: bisa mengembalikan 800 km2 tanah Malaysia yang dikuasai perusahaan Inggris. Ukuran itu tidak terlalu luas untuk ukuran lahan perkebunan di Indonesia. Tapi sangat simbolis bagi Malaysia.

Apakah setelah itu harga saham Guthrie jatuh? Tidak. Setelah itu harga saham Guthrie terus naik –seperti juga harga saham Bayan Resources setelah pindah ke tangan Haji Isam.

Nilai beli yang kemahalan 30 persen di transaksi Serangan Fajar sudah tertutupi oleh kenaikan harga saham.

Tahun berikutnya aksi lanjutan mampu dilakukan terhadap Golden Hope dan Sime Darby. Tiga perusahaan itu kemudian dijadikan satu holding yang sekarang dikenal dengan nama SD Guthrie Berhad.

Sejak Serangan Fajar itu berakhirlah penjajahan Inggris di Malaysia dalam arti yang sebenarnya: secara politik dan ekonomi. Lima tahun kemudian Guthrie keluar dari bursa saham London. Guthrie pindah ke pasar saham Kuala Lumpur.

Yang menarik, transaksi itu tidak mengguncangkan ekonomi Malaysia. Kenapa? Karena tidak terjadi nasionalisasi secara paksa. Tidak ada perampasan hak. Tidak ada rasa anti-Barat. Tidak pula anti kapitalisme. Transaksi itu dilakukan lewat bursa saham.

Inggris memang sangat terpukul dan heboh: perusahaan yang didirikan tahun 1821 itu jadi perusahaan bekas jajahannya. Tapi Inggris kemudian mengesahkan transaksi itu:fair, wajar, dan legal!

Itu berbeda dengan yang dilakukan Indonesia di tahun 1950-an: perusahaan Belanda dinasionalisasi begitu saja. Perusahaan-perusahaan Belanda itu lantas jadi perusahaan BUMN yang salah urus. Penuh korupsi. Memakan banyak uang negara.

Jelaslah bahwa yang dilakukan Mahathir di tahun 1981 itu sangat profesional. Yang ditunjuk sebagai operator Serangan Fajar pun orang yang sangat profesional meski Tun Ismail masih iparnya sendiri.

Tun Ismail lulusan Cambridge, London. Ia tinggal lama di London karena tidak bisa pulang: dunia sedang terlibat perang dunia. Maka Tun Ismail mengerti benar budaya pasar modal di sana.

Sekarang SD Guthrie Berhad tetap menjadi perusahaan BUMN Malaysia yang ukurannya raksasa. Perkebunan sawit dan karetnya diperluas sampai Sabah, Serawak, dan Indonesia.

Tun Ismail sudah lama meninggal akibat serangan flu di usianya yang 79 tahun. Ia tidak tahu apakah Haji Isam berperan seperti dirinya di tahun 1981. Atau Haji Isam adalah Haji Isam sebagai pribadi dalam membeli 62 persen saham Low Tock Kwong di Bayan dengan harga Rp 300 triliun itu. (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayharian diswayPrabowo Mahatir

Related Posts

Kacamata Mata

Kacamata Mata

Sunday, 11 October 2026
Weda Bay

Weda Bay

Saturday, 10 October 2026

Saturday, 10 October 2026
Abuleke Bahlil

Abuleke Bahlil

Friday, 9 October 2026
Rocky Gerung

Rocky Gerung

Thursday, 8 October 2026
Mitra Keracunan

Mitra Keracunan

Tuesday, 6 October 2026
Next Post
ASTON Gorontalo Perkuat Bisnis MICE, Venue dan Teknologi Jadi Andalan

ASTON Gorontalo Perkuat Bisnis MICE, Venue dan Teknologi Jadi Andalan

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Karhutla Pelita Hijau: 5.350 Pohon Kemiri dan Cengkeh Terbakar, Api Merambat ke HPT

Karhutla Pelita Hijau: 5.350 Pohon Kemiri dan Cengkeh Terbakar, Api Merambat ke HPT

Sunday, 11 October 2026
Proyek Command Center, PH Klaim Hamka Tak Terlibat

Proyek Command Center, PH Klaim Hamka Tak Terlibat

Tuesday, 4 August 2026
Kunjungan Industri: Siswa SMKN 1 Boalemo Geruduk Gorontalo Post

Kunjungan Industri: Siswa SMKN 1 Boalemo Geruduk Gorontalo Post

Friday, 9 October 2026
Polda Gorontalo Sita Emas dan Merkuri di Lokasi PETI, Dua Orang Jadi Tersangka

Polda Gorontalo Sita Emas dan Merkuri di Lokasi PETI, Dua Orang Jadi Tersangka

Tuesday, 6 October 2026

Pos Populer

  • Mohamad Reza, Putra Gorontalo Terpilih Jabat Dewas RRI 

    Mohamad Reza, Putra Gorontalo Terpilih Jabat Dewas RRI 

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Usai Mopotilolo, Irjen Pol Nurworo Danang Disambut Pedang Pora di Mapolda Gorontalo 

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Polda Gorontalo Sita Emas dan Merkuri di Lokasi PETI, Dua Orang Jadi Tersangka

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Warisan “Portugis” di Gorontalo

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Irjen Nurworo Resmi Kapolda Gorontalo, Tambang Ilegal, Penimbunan BBM Subsidi, dan Tipikor Butuh Keseriusan

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.