Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung berbeda di Sunset Guest House Homestay, Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Senin (17/8).
Sejumlah wisatawan mancanegara yang tengah menginap di tempat tersebut turut bergabung bersama warga dalam berbagai perlombaan khas perayaan 17 Agustus, termasuk Walikota Treize-Septiers, Vendée, Prancis.
Pantauan Gorontalo Post, para wisatawan asal Prancis dan Jerman bukan sekedar menjadi penonton, melaikan ikut langsung merasakan kemeriahan tradisi perayaan kemerdekaan yang digelar setiap tahun di lingkungan homestay tersebut.
Keceriaan terlihat ketika para wisatawan mengikuti sejumlah permainan yang disiapkan panitia. Mulai dari lomba lari karung, tarik tambang, makan kerupuk, bola kaki dangdut hingga injak balon.
Gelak tawa pun beberapa kali terdengar ketika para wisatawan berusaha mengikuti aturan permainan, yang bagi sebagian dari mereka merupakan pengalaman baru. Meski terkadang terlihat kesulitan, mereka tetap antusias dan berbaur dengan warga tanpa canggung.
Setidaknya terdapat 10 wisatawan asal Prancis dan Jerman yang sedang menginap di Sunset Guest House Homestay. Kesempatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman bagi mereka untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat dan tradisi lokal di Gorontalo.
Nina, salah seorang wisatawan asal Jerman, saat di wawancarai awak media mengaku, perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia menjadi pengalaman pertamanya mengikuti tradisi 17 Agustus secara langsung.
“Ini pertama kalinya saya merayakan Hari Kemerdekaan di Indonesia. Pengalamannya luar biasa. Bermain semua permainan ini bersama warga lokal membuat saya sadar bahwa meskipun budaya kita sangat berbeda, kita tetap memiliki banyak kesamaan,” ujar Nina.
Menurut dia, beberapa permainan yang diikuti ternyata memiliki kemiripan dengan permainan yang dikenal di negaranya. “Misalnya, permainan kursi musik itu sama juga di Jerman. Sungguh menyenangkan bisa berbagi momen ini bersama keluarga saya di sini,” katanya.
Ditambahkan pula, dirinya bersama rombongan baru tiba sehari sebelum kegiatan berlangsung, dan masih akan berada di Gorontalo selama satu hari lagi. “Kami masih akan menetap sehari lagi. Kami akan selalu menyimpan kenangan indah ini. Orang-orangnya sangat ramah dan hangat. Terima kasih telah menyambut kami,” tutur Nina.
Pengalaman serupa juga dirasakan Isabelle Riviere, wisatawan asal Prancis yang diketahui merupakan Wali Kota Treize-Septiers, Vendée, Prancis. Ia menilai perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia memiliki suasana yang jauh berbeda dibandingkan perayaan hari nasional di negaranya.
Dijelaskannya, Prancis memperingati hari nasional pada 14 Juli. Namun, menurut dia, perayaannya lebih banyak diwarnai kegiatan resmi dan militer. “Perayaan Hari Kemerdekaan RI sangat berbeda. Di Prancis perayaannya tanggal 14 Juli, dan tidak ada permainan. Hanya acara militer, serta pertemuan pribadi dengan para pejabat militer,” jelas Isabelle.
Ia menyebut, suasana perayaan di Indonesia terasa lebih dekat dengan masyarakat, karena melibatkan keluarga dan warga dalam berbagai permainan. “Tidak ada permainan, tidak ada suasana keluarga, hanya kegiatan resmi dan militer. Berbeda, tapi saya sangat menikmatinya karena seluruh keluarga ada di sini untuk merayakan Hari Kemerdekaan, jadi rasanya sangat menyenangkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Mukmin Badu selaku pemandu sekaligus pemilik Sunset Guest House Homestay mengatakan, kegiatan perlombaan 17 Agustus memang rutin digelar setiap tahun bersama masyarakat sekitar.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan tradisi masyarakat Gorontalo kepada wisatawan yang datang dan menginap di homestay.
“Kegiatan HUT Hari Kemerdekaan ini memang setiap tahun dilaksanakan. Ada juga kegiatan lainnya agar para wisatawan bisa lebih mengenal tradisi di Gorontalo. Kebetulan wisatawan yang menginap di homestay mau ikut memeriahkan lomba 17 Agustus bersama warga setempat,” jelas Mukmin.
Ia mengatakan, setelah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, rombongan wisatawan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata Kepulauan Togean. “Setelah itu rombongan wisatawan akan berangkat besok ke lokasi wisata Togian,” katanya.
Mukmin menambahkan, kehadiran wisatawan asing dalam kegiatan tahun ini menjadi salah satu hal yang menarik perhatian warga. Terlebih, salah seorang peserta merupakan kepala daerah dari Prancis.
“Hal paling menarik, ada salah satu wisatawan dari Prancis yang juga sebagai Wali Kota Treize-Septiers, Vendée, Prancis, ikut bersama memeriahkan acara HUT Kemerdekaan bersama warga setempat,” pungkas Mukmin.(tha)













Discussion about this post