gorontalopost.co.id — Ribuan pekerja Pani Gold Mine mengawali peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan pesan yang tak kalah keras dari deru mesin tambang: keselamatan kerja. Pesan itu disampaikan Boyke saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di KM 0 Pani Gold Mine, Kabupaten Pohuwato, Senin (17/8) pagi.

Di hadapan ribuan karyawan dan undangan, ia tidak sekadar berbicara tentang kemerdekaan, tetapi juga tentang tanggung jawab, keselamatan, dan harga diri setiap pekerja yang menggali kekayaan dari perut bumi Gorontalo. “Hari ini kita tidak sedang memperingati sebuah tanggal, tapi kita sedang menghidupkan kembali api perjuangan yang diwariskan para pahlawan,” kata Boyke.
Menurutnya, perjuangan generasi saat ini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata. Kemerdekaan justru harus diisi dengan kerja keras, tanggung jawab, profesionalisme, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
“Kita sedang beroperasi dengan alat-alat raksasa, menembus perut bumi, bekerja siang dan malam. Bukan hanya menambang emas, tapi sedang mengangkat martabat bangsa,” tegasnya.
Boyke meminta para pekerja tidak memandang dirinya sekadar sebagai karyawan perusahaan tambang. Di balik pekerjaan mereka, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengelola kekayaan alam Indonesia yang berada di tanah Gorontalo.
“Jangan pernah berpikir kita hanya pekerja tambang. Kita adalah salah satu penjaga kekayaan negeri ini yang ada di Pohuwato, dari tanah Gorontalo yang diberkahi ini. Kita mengubah sebuah harapan, mengubah batu menjadi bernilai untuk bangsa,” ujarnya.
Namun di balik target produksi dan nilai ekonomi emas yang digali dari bumi Pohuwato, Boyke menegaskan satu hal yang tidak boleh ditawar: keselamatan manusia.
Ia menekankan, Pani Gold Mine menjalankan kegiatan pertambangan dengan prinsip profesional dan penuh tanggung jawab. Keselamatan kerja, kata dia, bukan sekadar prosedur perusahaan yang harus dipatuhi, melainkan bentuk penghormatan terhadap kehidupan dan keluarga para pekerja.
“Tidak ada satu gram emas pun yang lebih berharga dari satu nyawa manusia. Emas bisa dicari, tapi nyawa manusia tidak akan tergantikan,” tandasnya.
Karena itu, Boyke meminta seluruh pekerja tidak memberi ruang sedikit pun bagi kelalaian yang dapat mengorbankan keselamatan.
“Keselamatan kerja bukan sekadar aturan perusahaan, tapi itu harga diri kita, bentuk cinta kita terhadap keluarga. Saya ingin kita di sini menjadi pahlawan, pahlawan yang setiap hari menjaga keselamatan,” katanya.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan Pani Gold Mine. Semangat kemerdekaan diterjemahkan bukan hanya dalam upacara pengibaran Sang Merah Putih, tetapi juga dalam komitmen untuk bekerja dengan aman, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi bangsa.
Upacara berlangsung khidmat. Pasukan pengibar bendera yang terdiri dari siswa-siswi Pohuwato bersama anggota TNI-Polri sukses mengibarkan Merah Putih di hadapan ribuan peserta.
Usai upacara, suasana berubah lebih meriah. Para karyawan Pani Gold Mine mengikuti berbagai permainan tradisional sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (tro)












Discussion about this post