Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan pada kelompok remaja, khususnya remaja putri. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian karena masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan asupan zat gizi yang cukup, terutama zat besi.
Pada remaja putri, kebutuhan zat besi semakin meningkat akibat terjadinya menstruasi yang menyebabkan kehilangan darah secara berkala. Apabila kebutuhan zat besi tidak terpenuhi, remaja berisiko mengalami anemia yang dapat berdampak pada kesehatan, konsentrasi belajar, kebugaran, produktivitas, serta kesehatan reproduksi di masa yang akan datang.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi anemia pada remaja adalah melalui pemberian dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara teratur, disertai dengan penerapan pola makan bergizi seimbang.
Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat remaja yang belum memahami manfaat TTD, cara konsumsi yang benar, waktu konsumsi, efek samping yang mungkin terjadi, serta pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi TTD.
Berdasarkan kondisi tersebut, Poltekkes Kemenkes Gorontalo menggelar pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) di desa Timbuolo Timur, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango.
Dosen Poltekkes Selvi Mohamad, S ST, M.Kes, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai anemia serta pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah.
“Kegiatan dilakukan melalui pemberian edukasi menggunakan metode penyuluhan, diskusi, tanya jawab, serta media edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh remaja,” ujarnya.
Menurutnya, materi yang diberikan meliputi pengertian anemia, penyebab dan faktor risiko anemia pada remaja, tanda dan gejala anemia, dampak anemia terhadap kesehatan dan prestasi belajar, pentingnya pemenuhan kebutuhan zat besi, manfaat Tablet Tambah Darah, aturan dan cara mengonsumsi TTD yang tepat, makanan sumber zat besi, serta upaya pencegahan anemia melalui penerapan pola hidup dan pola makan sehat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, sikap, dan kesadaran remaja dalam melakukan pencegahan anemia. Remaja diharapkan mampu menerapkan perilaku hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara teratur dan sesuai anjuran,” jelasnya.
“Dengan meningkatnya kepatuhan konsumsi TTD dan pemahaman mengenai pencegahan anemia, diharapkan dapat membantu menurunkan risiko anemia pada remaja serta mendukung terciptanya generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas,” tambahnya.
Kegiatan Pengabmas ini juga diharapkan dapat meningkatkan peran sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar dalam mendukung program pencegahan anemia pada remaja. “Sinergi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku sehat dan meningkatkan keberhasilan program pemberian Tablet Tambah Darah pada remaja,” tutupnya. (adv)













Discussion about this post