gorontalopost.co.id— Ada yang berbeda di tengah hiruk-pikuk Jambore Nasional (Jamnas) XII di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Di antara beragam pameran budaya dari penjuru Nusantara, kerajinan Karawo khas Gorontalo sukses mencuri perhatian para peserta, yakni Pramuka yang datang dari seluruh Indonesia.
Stan Pameran Kwartir Daerah (Kwarda) Gorontalo menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi pada hari ketiga pelaksanaan Jamnas XII, Ahad (16/8). Peserta tidak hanya melihat ragam kerajinan, tetapi juga mendapat kesempatan mengenal langsung teknik menyulam Karawo yang menjadi salah satu warisan budaya khas Gorontalo.
Kontingen Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi salah satu pengunjung yang tertarik dengan kerajinan yang dipamerkan di stan Gorontalo.
Kamelia, salah satu anggota kontingen Sumsel, mengaku terkesan melihat beragam karya kerajinan tangan yang ditampilkan, termasuk seni anyaman khas Gorontalo. “Sangat menarik. Dari anyamannya itu menggunakan berbagai teknik yang luar biasa dan hebat,” ujarnya saat ditemui di lokasi pameran.
Ketertarikan peserta semakin besar ketika mereka diperkenalkan dengan teknik menyulam Karawo. Bagi kalangan Gen Z, pengalaman tersebut bukan sekadar mengenal kerajinan tradisional, tetapi juga menjadi cara untuk kembali dekat dengan budaya di tengah derasnya perkembangan teknologi. “Ini jadi tahu trik menyulam Karawo. Apalagi kita sebagai Gen Z yang sering FOMO ke arah teknologi. Dari sini kita bisa belajar. Kalau kita mulai melestarikan budaya dari diri sendiri, teman-teman remaja yang lain pasti bisa ikut tertarik,” ungkap anggota kontingen Sumsel lainnya.
Karawo pun menjadi salah satu daya tarik yang membuat stan Gorontalo berbeda. Kerajinan yang dikerjakan dengan teknik sulaman khas tersebut memperlihatkan bahwa budaya tradisional masih memiliki ruang di tengah minat generasi muda yang akrab dengan teknologi.
Tak hanya produk kerajinan, suasana stan Kwarda Gorontalo juga menjadi perhatian pengunjung. Dominasi dekorasi bernuansa ungu serta pelayanan yang ramah membuat peserta nyaman berlama-lama mengenal lebih jauh budaya Gorontalo.
Kehadiran pameran budaya di Jamnas XII sekaligus memperlihatkan bahwa pertemuan ribuan Pramuka dari berbagai daerah bukan hanya soal kegiatan kepramukaan. Ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk saling mengenal, bertukar budaya dan membawa pulang cerita tentang kekayaan Nusantara. (tro)











Discussion about this post