Konon, setiap orang baru yang pertama kali ke Pinogu, wilayah ini akan turun hujan. Entah pas datang, atau ketika keluar dari Pinogu. Kendati pun kemarau. Entah kebetulan, tapi fenomena ini betul-betul terjadi. Setelah rombongan Gubernur Gusnar Ismail meninggalkan Pinogu usai kunjungan kerja, Rabu (23/9) wilayah ini diguyur hujan.
Camat Pinogu, Ramdan Mile, langsung mengirimkan video turun hujan ke Gubernur Gusnar Ismail, menyampaikan informasi jika wilayahnya sudah hujan. Padahal lebih dari tiba bulan terakhir, tidak pernah hujan. “Assalamualaikum wr wb pak Gub..mohon ijin Pak, saya Camat Pinogu (Ramdan Mile,S.IP). Info pak Alhamdulillah setelah kepulangan bapak, sudah turun hujan di Pinogu. InshaAllah Berkah dan semoga dilancarkan segala urusan,” tulis Camat Pinogu melalui pesan Whatsapp kepada Gubernur Gusnar.
Dikatakan Ramdan, Pinogu selama beberapa bulan terakhir tidak pernah diguyur hujan. Kemarau panjang melanda yang mengancam sawah dan kebun milik warga. Sebagian warga bahkan sulit mendapatkan air bersih. “Belum pernah hujan selama kemarau ini, nanti hari ini hujan pak. Sudah turun hujan sore hari, 8 jam setelah kepulangan pak Gub,” tulisnya lagi. Bagi warga yang berbulan-bulan menunggu hujan, hujan yang turun sore itu terasa seperti kabar baik yang datang tepat waktu. Kemarau panjang sebelumnya membuat sawah dan kebun warga kekurangan air. Bahkan, sebagian masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Maka ketika hujan akhirnya turun, kabar itu segera sampai kepada Gubernur Gusnar.
Sehari sebelumnya, Gubernur Gusnar Ismail menembus Pinogu dengan naik ojek. Perjalanan ekstrim itu dilalui Gubernur untuk melihat langsung kondisi masyarakat Pinogu. Keputusan Gusnar menempuh perjalanan darat menuju Pinogu menggunakan ojek membuat puluhan pengemudi mendapat penumpang dalam jumlah besar. Ratusan anggota rombongan, unsur Forkopimda, pemerintah Kabupaten Bone Bolango serta berbagai perlengkapan dan logistik harus diangkut menuju wilayah yang hanya bisa ditembus melalui jalur ekstrem tersebut.
Ketua Asosiasi Pengemudi Ojek Pinogu, Susanto Hadju, mengatakan lebih dari 100 sepeda motor dikerahkan untuk mengangkut rombongan dan logistik. Tarifnya Rp400 ribu untuk sekali perjalanan. Karena perjalanan dilakukan pulang-pergi, satu motor mendapat bayaran sekitar Rp800 ribu. Jika seluruhnya dihitung, nilai jasa transportasi yang berputar dari perjalanan rombongan tersebut mencapai lebih dari Rp80 juta. “Kami dari tim ojek Pinogu merasa bersyukur dan bangga dengan kedatangan Bapak Gubernur. Datangnya beliau ke Kecamatan Pinogu, kami dari ojek sudah merasakan ongkos perjalanan. Tarifnya itu Rp400 ribu, berarti pergi-pulang sudah Rp800 ribu,” ujar Susanto saat ditemui dalam perjalanan pulang, Rabu (23/9/2026).
Jumlah rombongan yang besar bahkan membuat ojek Pinogu kewalahan.Susanto harus meminta bantuan pengemudi yang biasa melayani rute menuju kawasan tambang rakyat. “Ojek Pinogu saja tidak cukup, terpaksa saya panggil ojek tambang. Kalau ke tambang tarifnya hanya Rp200 ribu,” katanya. Bagi para pengemudi, perjalanan tersebut bukan pekerjaan biasa.
Mereka membawa penumpang melewati jalur yang membelah kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Jalan terjal, berbatu dan licin sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Sepeda motor yang digunakan para pengemudi Pinogu juga bukan kendaraan standar. Motor trail dimodifikasi agar mampu melewati jalur yang sulit. Ban, mesin dan sejumlah bagian kendaraan disesuaikan dengan karakter medan.
Gubernur Gusnar dan rombongan menempuh perjalanan sekitar empat jam menuju Pinogu pada 22 September 2026. Gubernur sengaja memilih jalur darat dan menggunakan ojek untuk melihat langsung kondisi akses yang selama ini menjadi persoalan utama warga. Perjalanan itu memperlihatkan satu kenyataan: keterisolasian Pinogu bukan sekadar cerita tentang jarak. Ia adalah cerita tentang waktu, biaya dan keberanian.Untuk keluar-masuk wilayah tersebut, warga harus mengandalkan ojek dengan tarif yang tidak murah. Dalam kondisi hujan, waktu tempuh dapat meningkat drastis karena jalan berubah menjadi lumpur dan sejumlah titik rawan longsor.
Selama berada di Pinogu, Gubernur Gusnar meninjau pembangunan dan rehabilitasi SMAN 1 Pinogu, menyerahkan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah, bantuan ikan segar, bibit, berdialog dengan guru, tenaga kesehatan dan masyarakat, serta menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami setempat. Ia juga ikut dalam kegiatan penanaman pohon. Gubernur turut didampingi Sekda Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, para asisten Setprov, dan sejumlah pimpinan OPD. (tro/*)














Discussion about this post