gorontalopost.co.id— Pemerintah Kabupaten Gorontalo seriusi kasus malaria yang telah merenggut satu nyawa. Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengintruksikan tracking menyeluruh, dan memastikan tidak ada penderita baru. Di Kecamatan Batudaa penyisiran malaria mulai diarahkan ke lingkungan keluarga pekerja tambang. Delapan desa menjadi sasaran tracking untuk menemukan kasus sedini mungkin dan mencegah penularan meluas di tengah masyarakat.
Dikutip dari laman resmi Pemda Kabupaten Gorontalo, Ahad (27/9), Pemerintah Kecamatan Batudaa bersama Puskesmas Batudaa menggelar pemeriksaan terhadap anggota keluarga pekerja yang berada di lokasi pertambangan. Langkah tersebut dilakukan menyusul peningkatan kasus malaria di wilayah Kabupaten Gorontalo. Tracking tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan. Petugas juga menelusuri kemungkinan adanya kasus di lingkungan tempat tinggal warga yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas pertambangan.
Camat Batudaa Bastian Bahuwa mengatakan penyisiran telah dimulai sejak Kamis (24/9) di Desa Payunga. Pemerintah kecamatan, puskesmas, kepolisian dan pemerintah desa dilibatkan untuk memperluas jangkauan pemeriksaan. “Sabtu 26 September dilaksanakan di Desa Barakati. Hari Minggu di Desa Huntu, Pilobuhuta dan Iluta,” kata Bastian.
Penyisiran kemudian bergerak ke Desa Bua pada Senin (28/9), Ilohungayo Selasa (29/9), dan Dunggala Rabu (30/9). Pada Minggu (27/9), pemeriksaan di Huntu dan Pilobuhuta dimulai pukul 09.00 Wita, kemudian dilanjutkan di Iluta pukul 14.30 Wita. Di lapangan, Puskesmas Batudaa tidak hanya melakukan pemeriksaan. Setiap kasus yang ditemukan akan ditindaklanjuti melalui diagnosis, pengobatan, pencegahan dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui kemungkinan sumber serta pola penularannya.
Sementara pemerintah kecamatan dan desa bertugas menggerakkan warga agar mengikuti pemeriksaan sekaligus membantu memperluas penyisiran. Perburuan malaria di delapan desa ini menjadi bagian dari tindak lanjut Instruksi Bupati Gorontalo terkait peningkatan kasus malaria dan hasil rapat koordinasi penanganan malaria pada Jumat (25/9). Dengan menyasar keluarga pekerja tambang, pemerintah mencoba mempersempit ruang gerak malaria sejak dari lingkungan yang dinilai perlu mendapat perhatian khusus. (tro)













Discussion about this post