Gorontalopost.co.id, MARISA — Program cetak sawah di Kabupaten Pohuwato, seluas 879 hektare di Kabupaten Pohuwato mulai dimanfaatkan. Lahan sawah baru tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Randangan, Kecamatan Patilanggio, dan Kecamatan Duhiadaa. Kementerian Pertanian sendiri memberi target 5000 hektare cetak sawah baru di Gorontalo pada tahun 2025.
“Program cetak sawah baru ini tidak langsung mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Saat saya mendampingi pak Gub memaparkan program ini dihadapan bapak Mentan, spontan beliau katakan berikan lima ribu hektar cetak sawah untuk Pohuwato,” ujar Saipul Mbuinga saat mendampingi Gubernur Gusnar Ismail, dalam peninjauan program cetak sawah baru di Pohuwato, kemarin.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail optimis pemanfaatan lahan program cetak sawah itu akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Apalagi dengan berbagai dukungan dan bantuan dari pemerintah, mulai dari benih, pupuk, serta alat mesin pertanian, akan sangat membantu petani dalam meningkatkan hasil produksi.
“Ada seluas kurang lebih 879 hektar yang saat ini sudah dua kali ditanami. Kita patut bersyukur meskipun pada awal produksinya baru mencapai tiga hingga empat ton per hektar. Tapi saya optimis setelah empat lima kali tanam hasilnya akan meningkat,”terangnya.
Khusus di Desa Ayula, Kecamatan Randangan, lahan sawah baru yang sudah dimanfaatkan seluas 19 hektar. Program cetak sawah baru itu didukung pula dengan penyaluran benih hingga bantuan alsintan, seperti traktor tangan, traktor roda empat, rotovator, dan drone. Bantuan alsintan dirasakan manfaatnya oleh petani. Hal ini diungkapkan Ketua Brigade Pangan Tani Berkah, Jefriyanto Nasaru, kemarin.
Menurutnya, Brigade Pangan Berkah yang bertugas melayani dan mendampingi petani pada program cetak sawah baru, saat ini mengelola sejumlah jenis alsintan. Di antaranya rotovator, traktor roda empat, combaine, traktor tangan, dan drone.
“Awalnya kami hanya bisa dua kali menanam dalam setahun. Namun dengan adanya bantuan alsintan bisa sampai tiga kali tanam. Alhamdulillah ini bisa meningkatkan pendapatan petani. Terima kasih kepada bapak Gubernur Gusnar Ismail,” ungkap Jefri.
Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Kelompok Goja Tani Desa Ayula, Eda Giasi. Ia merasa senang dengan program cetak sawah, sehingga lahan miliknya seluas empat hektar yang dulu tidak menghasilkan, sekarang sudah bisa dimanfaatkan dan menambah penghasilan keluarga. “Alhamdulillah sekarang sawah yang baru dicetak itu sudah dua kali tanam, saya senang sekali,”tandasnya. (tro)














Discussion about this post