gorontalopost.co.id- Presiden Prabowo Subianto menyindir sejumlah pihak yang mengkritik pemerintah dengan mengatasnamakan kepakaran. Dalam pidatonya, Prabowo menilai ada pakar yang justru kehilangan kejujuran intelektual karena terlalu merasa pintar, Prabowo melabeli mereka dengan kata ‘goblok’. “Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok. Ini masalahnya di tengah kawan-kawan sejati,”kata Prabowo saat menghadiri peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9).
Prabowo tidak menyebut nama maupun identitas pakar yang dimaksud. Namun, ia menuding ada pihak yang menggunakan status sebagai pakar untuk melontarkan tudingan yang menurutnya masuk kategori fitnah. “Ada beberapa pakar, saking pakarnya dia melontarkan fitnah. Tapi sudahlah, kita bangsa besar, kuat, saya pun mencatat saja,” ujarnya.
Prabowo kemudian mengaitkan kritik tersebut dengan pentingnya kejujuran intelektual. Menurut dia, kepakaran tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik atau intelektual, tetapi juga tanggung jawab dalam menyampaikan pandangan. “Kalau Anda mempunyai kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pihak yang menurutnya mengabdikan diri kepada kepentingan bangsa lain. “Apalagi kalian mengabdi kepada kepentingan bangsa lain,” katanya. Prabowo mengaku memilih tidak memperpanjang polemik dengan pihak-pihak yang dikritiknya. Ia mengatakan tetap mencatat berbagai tudingan yang diarahkan kepada pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam konteks ajakannya kepada kader PAN untuk menjaga loyalitas terhadap kepentingan bangsa. Ia juga menegaskan kembali komitmennya untuk mengabdikan diri kepada Indonesia.
Prabowo menyebut dirinya telah siap mengabdikan hidupnya untuk negara dan ingin melihat Indonesia menjadi negara yang dihormati, dengan masyarakat yang hidup sejahtera. “18 tahun saya siap mati untuk negara ini. Saya ingin membela bangsa saya untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat Indonesia tidak ada orang lapar di Indonesia,” ujarnya.
Ia kemudian mengaitkan komitmen tersebut dengan persoalan kesehatan dan pemenuhan gizi anak, termasuk upaya mencegah stunting. “Tidak ada anak-anak di Indonesia yang stunting, tidak dapat gizi, sehingga tulangnya lemah, otot-otot yang lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain, saya tidak ingin lihat itu,” kata Prabowo. Ia menutup bagian pidatonya dengan menegaskan kembali tekadnya untuk membawa Indonesia menuju kesejahteraan. “Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera. Itu sumpah saya,” tuturnya. (gp)











Discussion about this post