logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Dari Agromaritim ke Blue-Green-Gold Economy: Jalan Baru Gorontalo Menuju Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 5 August 2026
in Persepsi
0
Dari Agromaritim ke Blue-Green-Gold Economy: Jalan Baru Gorontalo Menuju Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Herwin Mopangga

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Herwin Mopangga

 

Catatan menuju Pelantikan Pengurus ISEI Cabang Gorontalo Periode 2026-2029 pada Rabu 05 Agustus 2026 di Ballroom Bank Indonesia KPw Gorontalo

 

Related Post

Demokrasi dan Kemanusiaan: Ketika Suara Rakyat Mengoreksi Kekuasaan

Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Dari Percakapan dengan Suharso Monoarfa: Menata Ulang Jalan Ekonomi Gorontalo

Salam Gizi! Yth Kepala BGN Bapak ”Sudaryono” Program MBG: Penjajahan Permanen Rakyat Indonesia?

Pertumbuhan ekonomi sering kali dipandang sebagai tujuan akhir pembangunan. Padahal, pertumbuhan hanyalah sebuah perjalanan, bukan garis finis. Ukuran keberhasilan suatu daerah bukan semata-mata seberapa tinggi angka pertumbuhan ekonomi yang dicapai, tetapi sejauh mana pertumbuhan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, menciptakan pemerataan, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Di sinilah tantangan sekaligus peluang besar yang sedang dihadapi Provinsi Gorontalo.

Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja ekonomi Gorontalo menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi terus menguat, investasi mulai bergerak lebih dinamis, kemiskinan dan ketimpangan menunjukkan tren menurun, sementara stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah berbagai ketidakpastian global. Kondisi ini menunjukkan bahwa Gorontalo sedang memasuki fase baru pembangunan ekonomi. Namun, mempertahankan pertumbuhan saja tidak cukup. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mentransformasikan pertumbuhan tersebut menjadi kesejahteraan yang lebih luas, berkualitas, dan berkelanjutan.

Fondasi utama transformasi tersebut tetap berada pada sektor agromaritim. Pertanian, kehutanan, perikanan, kelautan, dan peternakan bukan hanya menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat Gorontalo, terutama di wilayah perdesaan dan pesisir. Sektor ini memiliki fungsi strategis dalam menjaga ketahanan pangan, mengendalikan inflasi pangan, serta menyediakan lapangan kerja yang luas, khususnya di sektor informal.

Namun demikian, selama hasil pertanian dan perikanan masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, nilai tambah yang dinikmati masyarakat akan tetap terbatas. Karena itu, hilirisasi dan industrialisasi menjadi agenda yang tidak dapat ditawar lagi. Jagung tidak seharusnya hanya dijual sebagai jagung pipilan, tetapi dikembangkan menjadi pakan ternak, tepung, makanan olahan, bahkan bioindustri. Demikian pula ikan tidak hanya dijual sebagai hasil tangkapan segar, tetapi diolah menjadi fillet, produk beku, makanan siap saji, hingga komoditas ekspor bernilai tinggi. Di sinilah letak pentingnya transformasi ekonomi berbasis nilai tambah.

Pada saat yang sama, Gorontalo memasuki babak baru dengan mulai beroperasinya Pani Gold Project di Kabupaten Pohuwato. Kehadiran investasi pertambangan berskala besar membuka peluang lahirnya mesin pertumbuhan ekonomi baru yang selama ini belum dimiliki Gorontalo. Pertambangan berpotensi mendorong investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan penerimaan daerah, sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di sektor perdagangan, jasa, transportasi, dan logistik.

Namun, pengalaman berbagai daerah di dunia juga mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak selalu identik dengan kesejahteraan masyarakat. Banyak wilayah justru mengalami resource curse, ketika kekayaan mineral tidak mampu diterjemahkan menjadi kualitas hidup yang lebih baik akibat lemahnya tata kelola, rendahnya nilai tambah, minimnya keterlibatan pelaku usaha lokal, serta meningkatnya ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, pertambangan di Gorontalo tidak boleh berkembang sebagai sektor yang berdiri sendiri. Kehadirannya harus menjadi katalis bagi tumbuhnya industri pengolahan, penguatan UMKM, peningkatan penggunaan produk lokal (local content), pengembangan sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja yang lebih berkualitas.

Di sisi lain, Gorontalo juga memiliki kekayaan alam dan budaya yang menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai pilar pembangunan masa depan. Pantai-pantai eksotis, kawasan bawah laut Olele, Hiu Paus Botubarani, benteng bersejarah, budaya Hulonthalo, kerajinan Karawo, hingga kekayaan kuliner lokal merupakan modal ekonomi yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Berbeda dengan pertambangan yang bergantung pada sumber daya yang terbatas, pariwisata dan ekonomi kreatif justru mampu tumbuh melalui kreativitas manusia tanpa harus menguras sumber daya alam secara berlebihan.

Ke depan, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa setiap destinasi dikelola secara berkelanjutan melalui penataan ruang yang baik, penerapan daya dukung lingkungan (carrying capacity), penguatan ekonomi kreatif lokal, serta pemerataan manfaat ekonomi hingga ke desa-desa pesisir. Pariwisata yang sehat adalah pariwisata yang mampu menjaga ruang hidup masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan mereka.

Dari sinilah muncul gagasan yang saya sebut sebagai Integrated Blue–Green–Gold Economy, sebuah model pembangunan ekonomi yang mengintegrasikan tiga kekuatan utama Gorontalo. Pilar hijau (Green Economy) bertumpu pada agromaritim sebagai fondasi ketahanan pangan dan bioindustri. Pilar emas (Gold Economy) mengoptimalkan pertambangan sebagai penggerak investasi dan industrialisasi yang bertanggung jawab. Sementara pilar biru (Blue Economy) mengembangkan pariwisata bahari dan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan jasa yang berkelanjutan.

Ketiga pilar tersebut tidak berjalan sendiri melainkan dipertemukan melalui hilirisasi, industrialisasi, inovasi, dan penguatan rantai nilai lokal. Dengan pendekatan ini, hasil pertanian, perikanan, pertambangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif saling memperkuat sehingga mampu menciptakan produk unggulan berorientasi ekspor yang diproduksi oleh tenaga kerja lokal yang semakin kompeten.

Model pembangunan seperti ini juga membutuhkan sinergi kebijakan yang kuat. Pemerintah daerah bertugas menciptakan iklim investasi, memperkuat infrastruktur, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Bank Indonesia menjaga stabilitas inflasi, memperkuat sistem pembayaran digital, serta mendukung pembiayaan UMKM dan pengembangan ekonomi daerah. Di sisi lain, kebijakan fiskal melalui APBN dan APBD diarahkan untuk memperkuat produktivitas, memperbaiki konektivitas, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sinergi kebijakan moneter dan fiskal inilah yang menjadi fondasi penting bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang stabil sekaligus inklusif.

Sebagai organisasi profesi yang menghimpun para ekonom dari berbagai disiplin dan sektor, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) memiliki posisi strategis untuk menjadi regional policy think tank yang menjembatani gagasan akademik dengan kebutuhan kebijakan publik. Melalui riset, dialog, dan rekomendasi berbasis bukti, ISEI dapat berkontribusi dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi Gorontalo yang lebih adaptif terhadap perubahan global sekaligus berpijak pada potensi lokal.

Pada akhirnya, pertanyaan yang perlu kita ajukan bukanlah seberapa tinggi pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada tahun-tahun mendatang. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: apakah pertumbuhan tersebut mampu menghadirkan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, memperkuat daya saing daerah, menjaga stabilitas inflasi, dan mewariskan lingkungan yang tetap lestari bagi generasi berikutnya.

Jika ketiga kekuatan ekonomi yakni agromaritim, pertambangan, serta pariwisata dan ekonomi kreatif mampu diintegrasikan dalam satu lanskap pembangunan yang terpadu, Gorontalo tidak hanya akan menjadi daerah yang tumbuh lebih cepat. Gorontalo akan tumbuh lebih kokoh, lebih inklusif, lebih berdaya saing, dan lebih berkelanjutan. Itulah esensi pembangunan yang sesungguhnya: ketika setiap kenaikan angka pertumbuhan ekonomi benar-benar diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan rakyat. (*)

Ketua ISEI Cabang Gorontalo

Tags: Harian PersepsiHerwin MopanggapersepsiTulisan Herwin Mopanggatulisan persepsi

Related Posts

Ridwan Monoarfa

Demokrasi dan Kemanusiaan: Ketika Suara Rakyat Mengoreksi Kekuasaan

Friday, 6 November 2026
Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Friday, 6 November 2026
Ridwan Monoarfa

Dari Percakapan dengan Suharso Monoarfa: Menata Ulang Jalan Ekonomi Gorontalo

Wednesday, 4 November 2026
Salam Gizi! Yth, Presiden RI Jenderal (Pur.TNI) Prabowo Subianto 

Salam Gizi! Yth Kepala BGN Bapak ”Sudaryono” Program MBG: Penjajahan Permanen Rakyat Indonesia?

Tuesday, 3 November 2026
Basri Amin

Kalender “Literasi” Gorontalo 

Monday, 2 November 2026
Funco Talipu

Politik dan Produksi Elite Muda Gorontalo

Friday, 30 October 2026
Next Post
Kecamatan Biliyohuto Krisis Air Bersih, Lima Desa Terdampak, Polres Gorontalo Bantu Salurkan Air Hingga Sembako

Kecamatan Biliyohuto Krisis Air Bersih, Lima Desa Terdampak, Polres Gorontalo Bantu Salurkan Air Hingga Sembako

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

Thursday, 5 November 2026
Rampas Paksa Mobil Warga, Tiga Debt Colecktor Jadi Tersangka

Rampas Paksa Mobil Warga, Tiga Debt Colecktor Jadi Tersangka

Thursday, 5 November 2026
Oknum Pengusaha Diduga Jadi Mafia Tanah, Dilapor ke Polda Atas Dugaan Penggelapan Tanah Warga

Oknum Pengusaha Diduga Jadi Mafia Tanah, Dilapor ke Polda Atas Dugaan Penggelapan Tanah Warga

Friday, 30 October 2026
Sisir PETI di Pasir Putih, Polisi Tak Temukan Alat Berat

Sisir PETI di Pasir Putih, Polisi Tak Temukan Alat Berat

Thursday, 5 November 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Kalender “Literasi” Gorontalo 

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Enam Bulan Buron, Oknum Notaris Ditangkap di Jakarta

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Mantan Aleg Deprov Diamankan Polda, Terkait Dugaan Pemalsuan Surat di Pertambangan Pohuwato

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.