Gorontalopost.co.id, WONOSARI — Seorang remaja perempuan di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, dilaporkan hilang secara misterius selama delapan hari. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pencarian intensif dan belum dapat memastikan penyebab hilangnya korban bernama Eca berusia 21 tahun itu.
Kasat Reskrim Polres Boalemo Iptu Nurwahid Kiay Demak, S.H., M.H. kepada Gorontalo Post Selasa (28/7/2026) mengatakan, penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan dan fakta di lapangan sehingga belum bisa menyimpulkan apakah korban sengaja meninggalkan rumah atau menjadi korban suatu peristiwa.
Namun begitu, proses pencarian masih terus berlangsung. Menurutnya, untuk mempercepat pencarian, kepolisian telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari personel Ditreskrimum Polda Gorontalo, Satreskrim Polres Boalemo, dan Polsek Wonosari.
Tim tersebut telah bekerja sejak laporan orang hilang diterima. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban terakhir kali diketahui pulang dari rumah seorang temannya pada malam 19 Juli sekitar pukul 01.00 Wita. Perjalanan menuju rumah diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Namun, hingga kini polisi belum dapat memastikan jalur yang dilalui korban.
“Dari lokasi rumah temannya menuju rumah korban terdapat dua akses yang bisa dilalui, yakni melalui jalan trans maupun jalan dalam. Kami masih menelusuri jalur mana yang dilewati korban sebelum dinyatakan hilang,” jelasnya.

Di tengah proses pencarian, sepeda motor yang digunakan korban ditemukan di sekitar embung atau kolam Kawasan PT Pabrik Gula Gorontalo. Iptu Nurwahid meluruskan informasi yang beredar di masyarakat bahwa kendaraan tersebut bukan ditemukan di kebun tebu.
“Motor matic Mio itu ditemukan di area PT PG dekat embung, bukan di kebun tebu. Kami belum mengetahui bagaimana kendaraan itu bisa berada di lokasi tersebut, sehingga kami tidak ingin berspekulasi atau membangun asumsi yang belum tentu benar,” katanya.
Ia menjelaskan, lokasi penemuan motor merupakan kawasan yang minim penerangan pada malam hari alias gelap gulita dan sepi. Kendaraan tersebut ditemukan pada 27 Juli atau sekitar satu pekan setelah korban dilaporkan menghilang.
Meski motor telah ditemukan, polisi menegaskan hal itu belum mengarah pada dugaan tindak pidana. Kasus tersebut hingga kini masih ditangani sebagai laporan orang hilang.
“Motor saat ini diamankan di Polsek, tetapi belum berstatus sebagai barang bukti karena belum ada kepastian apakah terdapat unsur pidana. Penanganannya masih sebatas laporan orang hilang,” tegas Iptu Nurwahid.
Selain itu, telepon genggam milik korban hingga kini belum ditemukan dan sudah tidak dapat dihubungi. Polisi masih mendalami apakah ponsel tersebut sengaja dimatikan atau hilang bersamaan dengan korban.
Mantan penyidik senior di Dit Reskrim Polda Gorontalo itu juga mengimbau masyarakat untuk turut membantu proses pencarian dengan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan korban. Ia meminta foto korban disebarluaskan melalui media massa maupun media sosial agar jangkauan pencarian semakin luas.
“Kalau ada masyarakat yang pernah melihat atau mengetahui keberadaan korban, segera sampaikan kepada kepolisian. Kami juga berharap foto korban dapat disebarluaskan melalui media dan media sosial. Semakin luas informasi ini tersebar, semakin besar peluang korban segera ditemukan,” pungkas Iptu Nurwahid. Pencarian terhadap eca korban hilang sejak lebih dari sepekan lalu di wilayah Wonosari Kabupaten Boalemo menggunakan anjing pelacak.













Discussion about this post