logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Metropolis

Polusi Pabrik Tahu Makan Korban, Seorang Bocah Dilarikan ke RSAS Akibat Sesak Napas

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 28 July 2026
in Metropolis
0
Polusi Pabrik Tahu Makan Korban, Seorang Bocah Dilarikan ke RSAS Akibat Sesak Napas

Seorang bocah, Alnaira Amaturi, menggunakan alat bantu pernapasan berupa oksigen di RS Aloei Saboe (RSAS) akibat mengalami demam tinggi, batuk, muntah, hingga sesak napas. (Foto: Istimewa).

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.co.id, GORONTALO —- Dampak lingkungan akibat polusi udara berupa debu dan bintik arang dari tungku pembakaran sebuah pabrik tahu di kawasan Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR), Kabupaten Bone Bolango, mulai memakan korban. Korban merupakan warga yang bermukim di sekitar lokasi pabrik.

Seorang bocah berusia 8 tahun 4 bulan bernama Alnaira Amaturi harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila, Bone Bolango, karena mengalami demam tinggi, batuk, muntah, hingga sesak napas.

Kepada Gorontalo Post, ibu korban, Yulianti Koiyo, mengatakan beberapa hari sebelum anaknya dilarikan ke rumah sakit, ia telah mengeluhkan adanya bintik arang dan debu yang masuk ke dalam rumah, bahkan hingga ke kamar tidur.

Menurutnya, bintik arang tersebut berasal dari cerobong asap tungku pembakaran kayu milik pabrik tahu yang berada di sebelah rumahnya di Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. “Anak saya dilarikan ke RS Toto Kabila pada Minggu, 19 Juli, sekitar pukul 16.00 Wita karena mengalami demam tinggi, batuk-batuk, hingga muntah,” kata Yulianti.

Related Post

Masyarakat Diminta Waspada Pohon Tumbang

Penganiayaan di Randangan, Ayah Meninggal Dunia, Anak Luka Berat

Penyelundupan Miras Lewat Pelabuhan Berhasil Digagalkan

Dokter Diduga Korban Penganiayaan, IDI Kecam Keras, Pelaku Dibekuk Polisi

Setelah menjalani perawatan selama lima hari, pada Jumat, 24 Juli, Alnaira diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Namun, pada malam harinya hingga keesokan pagi, kondisinya kembali memburuk. Ia mengalami demam tinggi, batuk terus-menerus, muntah, hingga tidak bisa tidur.

Yulianti akhirnya kembali membawa Alnaira ke rumah sakit pada Sabtu, 25 Juli, sekitar pukul 06.00 Wita. Kali ini, anaknya langsung dirujuk ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS). Berdasarkan hasil pemeriksaan foto rontgen di instalasi radiologi, Alnaira didiagnosis menderita bronkitis, yaitu peradangan pada dinding saluran bronkus atau saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan paru-paru.

Kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau iritasi akibat paparan asap dan polusi udara. “Kalau karena asap rokok saya rasa tidak mungkin, karena di dalam rumah semuanya perempuan dan suami saya juga bukan perokok,” ungkap Yulianti.

Yulianti mengungkapkan, sebelumnya Alnaira juga pernah menjalani perawatan di rumah sakit dengan keluhan yang sama, yakni sesak napas. Ia menyayangkan hasil mediasi yang dilakukan pemerintah kecamatan, dinas terkait, dan pemerintah desa yang sebelumnya menjamin tidak akan ada lagi bintik arang maupun debu yang masuk ke rumah warga. Namun, menurutnya, hingga kini kondisi tersebut masih terus terjadi.

“Anak saya sekarang malah makin parah. Kalau memang tidak ada tindakan dari Pemda Bone Bolango, khususnya dinas terkait, untuk menutup pabrik tersebut, saya akan mengadukan persoalan ini ke DPRD agar jeritan kami bisa didengar langsung oleh wakil rakyat. Kami ingin Pemda Bone Bolango dan pemilik pabrik tahu dipanggil dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP),” tegas Yulianti.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bone Bolango, Dian Susilo, mengatakan pihaknya telah meminta Camat Tapa dan pihak Puskesmas turun langsung ke lokasi.

Menurut Dian, laporan tertulis dari Camat Tapa, Puskesmas, dan Dinas Lingkungan Hidup akan menjadi dasar pengambilan keputusan. Langkah tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran udara yang diduga menyebabkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sekitar pabrik tahu tersebut.

“Ya, laporan tertulisnya belum kami terima. Insyaallah besok (hari ini, red) kami akan berkoordinasi dengan Camat Tapa, Puskesmas, serta kembali turun ke lokasi untuk menentukan langkah yang akan kami ambil,” tutup Dian Susilo. (roy)

Tags: Bone BolangoPabrik TahuPolusi Pabrik TahuPolusi Udara

Related Posts

Masyarakat Diminta Waspada Pohon Tumbang

Masyarakat Diminta Waspada Pohon Tumbang

Monday, 14 September 2026
Penganiayaan di Randangan, Ayah Meninggal Dunia, Anak Luka Berat

Penganiayaan di Randangan, Ayah Meninggal Dunia, Anak Luka Berat

Monday, 14 September 2026
Penyelundupan Miras Lewat Pelabuhan Berhasil Digagalkan

Penyelundupan Miras Lewat Pelabuhan Berhasil Digagalkan

Monday, 14 September 2026
Dokter Diduga Korban Penganiayaan, IDI Kecam Keras, Pelaku Dibekuk Polisi

Dokter Diduga Korban Penganiayaan, IDI Kecam Keras, Pelaku Dibekuk Polisi

Monday, 14 September 2026
Kader Posyandu Tabumela Dilatih Ukur Pertumbuhan Balita

Kader Posyandu Tabumela Dilatih Ukur Pertumbuhan Balita

Saturday, 12 September 2026
Diburu Lewat IMEI, Pencuri iPhone Dibekuk

Diburu Lewat IMEI, Pencuri iPhone Dibekuk

Friday, 11 September 2026
Next Post
Penanganan Konflik Tambang Batu Gergaji Disorot

Penanganan Konflik Tambang Batu Gergaji Disorot

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan

Monday, 14 September 2026
Penyelundupan Miras Lewat Pelabuhan Berhasil Digagalkan

Penyelundupan Miras Lewat Pelabuhan Berhasil Digagalkan

Monday, 14 September 2026
Dokter Diduga Korban Penganiayaan, IDI Kecam Keras, Pelaku Dibekuk Polisi

Dokter Diduga Korban Penganiayaan, IDI Kecam Keras, Pelaku Dibekuk Polisi

Monday, 14 September 2026
Kabawa Hente

Kabawa Hente

Monday, 14 September 2026

Pos Populer

  • Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

    Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 300 Siswa Ikuti Mokarawo Kolosal di HARFEST 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Dentuman Misterius Gegerkan Gorontalo, Dibarengi Kilatan Cahaya, Warga Rasakan Getaran

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Bertahan dengan Bitule, Saat Kemarau Mengikis Cadangan Pangan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.