logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 2 September 2026
in Persepsi
0
Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

Siddiq F Seban (foto: dok-pribadi)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Mens Rea dalam Doktrin & Norma

Duduk “Enak” di Pemerintahan

Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

Desa Tak Harus Terus Menjual Bahan Mentah

Oleh:
Siddiq Fahriady Seban

Pernahkah kita bertanya, mengapa setiap kali berbicara tentang wastra Gorontalo, ingatan banyak orang hampir selalu tertuju pada Karawo?

Padahal, jauh sebelumnya Karawo dikenal luas sebagai identitas wastra daerah, Gorontalo memiliki warisan budaya lain yang pernah menjadi kebanggaan masyarakatnya. Warisan itu lahir dari tangan-tangan terampil, diwarnai oleh alam, dan menyimpan filosofi kehidupan masyarakat Gorontalo. Itulah Tenun Gorontalo.

Hari ini, nama Tenun Gorontalo tidak lagi akrab di telinga banyak orang. Sebagian generasi muda bahkan belum pernah melihat wujudnya secara langsung. Jejaknya lebih banyak tersimpan dalam dokumentasi lama, koleksi museum, serta cerita para pelaku budaya yang masih mengingatnya.

Namun, sejarah tidak akan pernah benar-benar hilang. Hanya menunggu untuk ditemukan kembali. Semangat inilah yang mendorong kami untuk kembali mulai menelusuri keberadaan Tenun Gorontalo. Sebagai pembina UMKM di Provinsi Gorontalo, sebuah produk lokal tidak hanya memiliki nilai ekonomi, namunjuga harusdapat membangun identitas, kebanggaan, dan masa depan sebuah daerah. Menurut kami Tenun Gorontalo memiliki seluruh potensi tersebut.

Perjalanan kembali ini tidak dimulai dari mesin produksi, pelatihan bisnis, atau strategi pemasaran sebagaimana teori modern. Namun, justru dimulai dari langkah yang sangat sederhana: “kembali melihat masa lalu”.

Mengunjungi Museum Gorontalo, kami mengamati kembali alat tenun yang masih tersimpan. Mempelajari bagaimana leluhur Gorontalo memintal kapas, menyusun benang, menggunakan pewarna alami, hingga menghasilkan selembar kain yang bukan sekadar pakaian, melainkan simbol budaya. Dari sana, kami menemukan bahwa Tenun Gorontalo sejak dahulu telah dibangun di atas prinsip yang hari ini dikenal dunia sebagai keberlanjutan atau sustainability.

Benangnya berasal dari kapas. Warnanya bersumber dari alam. Prosesnya dikerjakan dengan tangan. Hampir tidak menghasilkan limbah, tidak bergantung pada bahan kimia sintetis, dan juga tidak merusak lingkungan. Apa yang hari ini disebut sebagai ekonomi hijau sesungguhnya telah dipraktikkan oleh leluhur kita di Gorontalo sejak masa lampau.

Kesadaran itulah yang membuat kami semakin yakin bahwa menghidupkan kembali Tenun Gorontalo bukan sekadar menghadirkan kembali sebuah kain. Tetapi, Lebih dari itu, kita sedang menghidupkan kembali sebuah cara berpikir, cara hidup yang menghargai alam, manusia, dan proses kehidupan.

Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap produk yang ramah lingkungan, Tenun Gorontalo justru menjadi semakin relevan. Konsumen hari ini tidak lagi hanya membeli produk karena bentuknya indah. Mereka juga ingin mengetahui cerita di balik produk tersebut: siapa yang membuatnya, bagaimana prosesnya, dari mana bahan bakunya, apakah produk tersebut ramah lingkungan,dan apakah produk ikut memberdayakan masyarakat. Menurut saya, Tenun Gorontalo memiliki cerita yang sangat kuat untuk menjawab semua permasalahantersebut.

Kami percaya, masa depan UMKM tidak cukup hanya dibangun melalui peningkatan kapasitas produksi atau perluasan pasar namun UMKM juga harus memiliki identitas, cerita, dan nilai. Sebab pada akhirnya, yang membuat sebuah produk dihargai bukan hanya kualitas fisiknya, tetapi juga berasal dari makna yang dikandungnya.

Atas dasar itulah Bank Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Dekranasda Provinsi Gorontalo untuk mulai membangun kembali fondasi Tenun Gorontalo secara bertahap. Langkah awal dilakukan melalui penelusuran sejarah, identifikasi alat tenun tradisional, kajian bahan baku yang pernah digunakan, pembelajaran tentang warna-warna alami khas Gorontalo, serta inventarisasi motif-motif lama yang memiliki filosofi adat. Semua dilakukan agar ketika Tenun Gorontalo lahir kembali, ia tidak kehilangan ruh budayanya.

Tentu saja perjalanan ini tidak mudah. Sebagian besar pengetahuan mengenai teknik menenun telah ikut hilang bersama para penenun terdahulu. Nama almarhumah Saidah A. Puluhulawa menjadi pengingat bahwa pernah ada generasi yang menjaga tradisi ini dengan penuh kesabaran hingga akhir hayatnya.Kini, estafet itu akan coba kami lanjutkan. Bukan hanya oleh pemerintah, Dekranasda, dan Bank Indonesia, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Gorontalo. Sebab kebudayaan hanya akan tetap hidup apabila diwariskan, dikenali, dan dicintai oleh masyarakatnya sendiri.

Kami membayangkan suatu hari nanti akan lahir kembali para penenun muda Gorontalo. Akan tumbuh UMKM baru yang menghasilkan wastra berkelas dunia. Akan hadir desainer-desainer muda yang mengangkat Tenun Gorontalo ke panggung nasional, bahkan internasional. Dan ketika wisatawan datang ke Gorontalo, mereka tidak hanya mencari Karawo, tetapi juga mengenal dan memburu Tenun Gorontalo sebagai warisan budaya yang unik dan autentik.

Mari kita tunggu dan dukung bersama. Sebab lembaran baru Tenun Gorontalo sedang mulai ditenun kembali. (*)

Penulis adalah Asisten Analis di KPw Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Pembina UMKM Provinsi Gorontalo

Tags: bank indonesiaBI GorontaloCatatan Siddiq SebankarawoKPw BI GorontaloTenun GorontaloUMKMWastra Gorontalo

Related Posts

Yusran Lapananda

Mens Rea dalam Doktrin & Norma

Tuesday, 8 September 2026
Basri Amin

Duduk “Enak” di Pemerintahan

Monday, 7 September 2026
Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

Sunday, 6 September 2026
Desa Tak Harus Terus Menjual Bahan Mentah

Desa Tak Harus Terus Menjual Bahan Mentah

Friday, 4 September 2026
NU di Persimpangan Kepentingan: Membaca Arah Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-35 Tahun 2026

NU di Persimpangan Kepentingan: Membaca Arah Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-35 Tahun 2026

Thursday, 3 September 2026
Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Thursday, 3 September 2026
Next Post
Rp 68,2 M Dana Asrama Haji Gorontalo Ditolak, Kemenhaj: Mepet Waktu, Beresiko

Rp 68,2 M Dana Asrama Haji Gorontalo Ditolak, Kemenhaj: Mepet Waktu, Beresiko

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Yusran Lapananda

Mens Rea dalam Doktrin & Norma

Tuesday, 8 September 2026
Polres Boalemo Salurkan Air Bersih di Tinelo

Polres Boalemo Salurkan Air Bersih di Tinelo

Tuesday, 8 September 2026
Kebakaran Semakin Tidak Terkendali, Dua Hari 11 Titik Lahan, Hutan hingga Rumah Warga Hangus

Kebakaran Semakin Tidak Terkendali, Dua Hari 11 Titik Lahan, Hutan hingga Rumah Warga Hangus

Tuesday, 8 September 2026
86 SPBU di Sulawesi Kena Sanksi Pertamina

86 SPBU di Sulawesi Kena Sanksi Pertamina

Tuesday, 8 September 2026

Pos Populer

  • Pengadaan MacBook Aleg Deprov, Femmy: Dengan Tegas Saya Menolak 

    4 Kursi DPR RI untuk Gorontalo, Femmy: Dari Aspirasi Menjadi Agenda Kelembagaan

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Rp 68,2 M Dana Asrama Haji Gorontalo Ditolak, Kemenhaj: Mepet Waktu, Beresiko

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Mens Rea dalam Doktrin & Norma

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Polres Boalemo Salurkan Air Bersih di Tinelo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.