logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Jeruk Keprok

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 13 July 2026
in Disway
0
Jeruk Keprok
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

AWALNYA banyak yang mencela mengapa polisi menyerahkan perkara Febrie Adriansyah ke kejaksaan agung. Ini, kata Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, bukan hanya seperti “jeruk makan jeruk”, tapi “jeruk keprok makan jeruk Bali”.

Boyamin memang punya satu pohon jeruk Bali di belakang rumahnya di pelosok desa di Ponorogo. Besar buahnya hampir seukuran bola Piala Dunia. Sedang ukuran jeruk keprok Anda sudah tahu: sebesar genggaman tangan Anda.

Related Post

Aset Berharga

Hakka Ngiau

Geger Gowa

Bintang Vela

Pelimpahan itu juga dinilai terlalu cepat. Saking cepatnya sampai Febrie sudah ditetapkan sebagai tersangka sebelum pernah diperiksa sebagai saksi.

Itu bisa bertentangan dengan KUHAP yang baru, yang mulai berlaku 1 Januari 2026. Ini bisa jadi peluang bagi Febrie untuk membatalkan status tersangkanya kelak di praperadilan.

Mungkin penetapan tersangka yang sangat cepat itu dimaksudkan sebagai “pengunci”: agar Kejagung tidak punya peluang melakukan permainan di perkara ini. Mungkin juga sebenarnya polisi sudah pernah memeriksa Febrie, hanya saja tidak pernah dipublikasikan.

Yang jelas barang buktinya begitu banyak. Mulai sidol sampai amdol. Tentu juga ada si Rupi’ahnya. Belum lagi emas batangannya. Yang batang-batangan itu lebih besar dari yang di puncak tugu monas.

Sayang tidak ada berita detail: itu emas berkode atau emas yang masih polos –biasanya tampungan dari tambang emas ilegal. Ini penting agar tidak terjadi tukar-menukar barang bukti.

Saya masih sulit menghitung berapa total nilai uang dan emas yang ditemukan di Kafe dan di salah satu rumah Febrie. Nilai matematika saya rendah sekali: Rp 60 miliar + Rp 476 miliar + sidol + amdol + si Rupi’ah + surat berharga. Pokoknya banyak.

Sebanyak prestasi Febrie di lingkungan kejaksaan. Febrie sudah bintang tiga di Kejagung: jaksa agung muda. Yakni pangkat tertinggi di bidang penanganan korupsi. Ibarat jeruk ia sudah sebesar jeruk Bali.

Yang akan memeriksa Febrie nanti tentu para jaksa dari lingkungan pemberantasan korupsi. Pangkat mereka tidak mungkin lebih tinggi dari Febrie. Memang bisa diambilkan jaksa yang tidak sekecil jeruk purut tapi ukuran terbesar setelah bintang tiga adalah jeruk keprok.

Tentu dengan sudah diberhentikannya Febrie sebagai jampidsus, jeruk Bali itu sudah tidak lagi berlimonene. Tapi ia belum diberhentikan sebagai jaksa. Ukuran dirinya masih tetap sebesar jeruk Bali.

Karena itu Kejagung akan membawa dulu Febrie ke pengadilan etik. Putusan peradilan etika itulah yang akan dipakai memecat Febrie dari institusi Kejaksaan.

Setelah itu barulah Febrie bukan lagi jeruk Bali. Ada jenis jeruk Bali yang lain. Sebagai anak miskin dari desa, Boyamin tentu pernah main bola jenis ini: bola yang disepak-sepak adalah jeruk Bali yang jatuh dari pohon sebelum waktunya.

Maka greget publik yang menyangka kasus ini segera terbuka blak hanya akan seperti greget gemeretaknya gigi yang ompong di atas. Peradilan etik biasanya tertutup karena etika adalah urusan internal.

Memang ada pertanyaan dari akal sehat masyarakat luas: sama-sama dilimpahkan cepat mengapa tidak ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Undang-undangnya ada. Juga tidak perlu ada istilah jeruk Bali, jeruk keprok, dan jeruk purut.

Tapi di KPK kelihatannya ada jenis jeruk yang lain: orang seperti Boyamin Saiman sudah pernah mengadukan soal Febrie itu ke KPK. Sejak tahun 2024. “Tidak pernah ada penanganan,” ujar Boyamin.

Akhirnya Boyamin bisa memahami perkara Febrie ini dilimpahkan ke Kejaksaan Agung. “Kalau itu keputusan dari presiden saya bisa menerimanya,” katanya. “Agar perkara ini tidak macet,” tambahnya. “Agar tidak terjadi benturan yang mengguncangkan”.

Toh akhirnya polisi harus melimpahkan semua perkara ke kejaksaan. Kalau dua institusi itu dalam keadaan perang, perkaranya justru bisa seperti lapangan bola yang tanpa gawang: bola perkara hanya ditendang sana-sini tanpa arah. Tidak akan pernah terjadi gol.

Saya memilih asumsi Febrie sudah pernah diperiksa polisi sehingga sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka. Para wartawan di Jatim tahu siapa Totok Suharyanto, “Jampidsus”-nya Mabes Polri saat ini.

Orang Sleman yang kini berpangkat Irjen Pol ini sangat lama bertugas di Malang. Sampai jadi kapolres di Malang. Ia juga pernah di Polda Jatim. Ia dikenal sangat “correct” dalam urusan menetapkan seseorang jadi tersangka.

Di mata wartawan, Totok dikenal sebagai polisi yang lurus-lurus saja. Bahkan ia bisa digolongkan “gila” ketika berani membongkar korupsi di atas korupsi yang melibatkan tokoh penegak hukum setinggi Febrie.

Jabatannya saat ini, sebagai kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri, dipakainya sungguh-sungguh untuk memberantas korupsi sampai pun korupsi di atas korupsi.

Kini perkara itu sudah di Kejaksaan Agung. Kita tidak tahu ada berapa jenis jeruk di sana.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Aset Berharga

Aset Berharga

Monday, 31 August 2026
Hakka Ngiau

Hakka Ngiau

Thursday, 27 August 2026
Geger Gowa

Geger Gowa

Monday, 24 August 2026
Bintang Vela

Bintang Vela

Saturday, 22 August 2026
Kupas Bawang

Kupas Bawang

Saturday, 22 August 2026
Tiga Inklusif

Tiga Inklusif

Thursday, 20 August 2026
Next Post
Poltekkes Kemenkes Gorontalo Demonstrasikan Tiliaya Sebagai Jajanan Sehat Anak Sekolah

Poltekkes Kemenkes Gorontalo Demonstrasikan Tiliaya Sebagai Jajanan Sehat Anak Sekolah

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Muh. Amier Arham

Data Gambaran Fakta dan Dasar Perumusan Kebijakan

Tuesday, 1 September 2026
Ssstttt, Dini Hari 1 September Harga BBM Non Subsidi Naik Lagi, Pertamina Dex Rp 25.200 per Liter

Ssstttt, Dini Hari 1 September Harga BBM Non Subsidi Naik Lagi, Pertamina Dex Rp 25.200 per Liter

Tuesday, 1 September 2026
Turnamen Basket 3×3 Antar SMP Berakhir, Spendugo dan MTsN 1 Borong Juara

Turnamen Basket 3×3 Antar SMP Berakhir, Spendugo dan MTsN 1 Borong Juara

Monday, 31 August 2026
Jangan Larut di Era Digital, Adhan: Pramuka Harus Berpegang Teguh Satya Darma

Jangan Larut di Era Digital, Adhan: Pramuka Harus Berpegang Teguh Satya Darma

Monday, 31 August 2026

Pos Populer

  • HNW–Din Syamsuddin Dorong Pesantren Jadi Rujukan Pendidikan Holistik

    HNW–Din Syamsuddin Dorong Pesantren Jadi Rujukan Pendidikan Holistik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Hadiri Seminar UI, Kepala BIN Herindra Dorong Regulasi Antispionase untuk Jaga Kedaulatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kemarau Diprediksi Hingga November, Petani Gagal Panen, Nelayan Dihadapkan Musim Timur

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kemarau Diprediksi Hingga November, Umar Karim Desak Segera Antisipasi 

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Data Gambaran Fakta dan Dasar Perumusan Kebijakan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.