logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Bintang Vela

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 22 August 2026
in Disway
0
Bintang Vela
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
Oleh:
Dahlan Iskan

Harusnya saya memenuhi undangan eksklusif ini kemarin: expo helikopter di kawasan bandara Cengkareng Jakarta. Ada daya tarik khusus di situ: pesawat buatan anak-anak Indonesia yang disebut Vela. Itu helikopter tapi bukan helikopter.

Tapi hari ini saya harus jadi tuan rumah ”Muktamar Perusuh Disway” yang mendahului muktamar NU minggu depan.

Di acara hari ini saya memang hanya jadi tuan rumah tapi tidak sopan kalau saya tinggal pergi. Pemilik acaranya para ”Perusuh” sendiri.

Istilah perusuh juga lahir dari mereka sendiri –para pembaca Disway yang suka menulis komentar nakal-nakal itu. Kenapa bukan saya penyelenggaranya? Itu bisa sensitif. Bisa dituduh sebagai orang tua yang tidak tahu diri: bisa dikira galang dukungan untuk terjun ke politik.

Related Post

Weda Bay

Abuleke Bahlil

Rocky Gerung

Vela sendiri sebenarnya belum mau unjuk diri. Apalagi di pameran kelas Asia seperti yang dimulai kemarin: Hexa –Heli Expo Asia. Peralatan untuk terbang sudah jadi tapi belum dipasang. Tapi panitia Hexa minta agar Vela ikut pameran. Tentu karena Vela bisa jadi daya tarik baru bagi Hexa.

Vela adalah pesawat yang bisa terbang dan mendarat seperti helikopter: vertikal. Setelah mengudara Vela terbang maju seperti pesawat biasa. Yang berbeda dengan helikopter: Vela punya banyak baling-baling kecil di bagian atasnya. Delapan baling-baling. Untuk terbang dan mendarat. Lalu ada satu baling-baling di bagian belakang: untuk gerak majunya. Karena itu Vela lebih tidak bising.


—

“Suara bising yang ditimbulkan Vela hanya separo dari kebisingan helikopter,” ujar Donny Paryana, kepala program Vela. Termasuk kepala program desainnya. Itu karena motor-motor Vela adalah motor listrik. Bahwa perlu sampai delapan motor semata-mata untuk tingkat keselamatan yang tinggi.

“Siapa tahu ada mesin yang mati masih tetap aman,” ujar Donny.

Donny adalah alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan mesin. Begitu lulus ia bekerja di PT Dirgantara Indonesia. 30 tahun lamanya Donny meniti karir di perusahaan pesawat kebanggaan Presiden Prof Dr B.J. Habibie itu –dan kebanggaan kita semua.

Setelah PT DI tutup, Donny ke sana ke mari. Tapi idenya membuat pesawat tidak surut. Akhirnya, dua tahun lalu, ia dipercaya PT Vela Prima Nusantara –induk perusahaan taksi udara Indonesia – mengepalai program Vela.

Perusahaan itu punya workshop di Cimahi, dekat Bandung. Awalnya ingin bisa memanfaatkan sebagian fasilitas PT DI tapi tidak perlu lagi. Badan pesawat bisa sepenuhnya dikerjakan di workshopnya sendiri.

“Semua pemasok karbon kompositnya pun perusahaan di Indonesia. Bagus-bagus. Sudah ada UMKM yang bisa memasok karbon komposit,” ujar Donny.

Vela didesain sebagai angkutan udara di perkotaan. Terbangnya tidak tinggi: maksimum 5.000 kaki atau sekitar 1.600 meter. Dengan ketinggian seperti itu tidak diperlukan tekanan udara khusus. Berarti biaya produksinya bisa lebih rendah dibanding membuat pesawat. Teknologinya juga tidak perlu sama dengan pesawat komersial.

Vela –diambil dari nama rasi bintang– akan bisa jadi bintang Indonesia ke depan. Bahkan bintang dunia: kalau dapat izin terbang. Juga kalau lulus uji emisi, hehe. Tentu yang terakhir itu tidak perlu diuji karena delapan motornya semuanya motor listrik. Artinya Vela terbang dengan tenaga baterai.

Sungguh Vela dibuat di era yang tepat: teknologi baterai sudah sangat maju dan harganya juga sudah jauh lebih murah. Harga baterai sekarang tinggal 25 persen dibanding ketika ada orang ingin Indonesia masuk ke mobil listrik di tahun 2010 lalu.

Saat ini tentu juga tidak akan ada lagi pejabat perizinan yang bertanya apakah mobil Vela harus ikut uji emisi.

Vela dibuat dalam keadaan yang sudah serba mendukung. Sudah serba paham apa itu kendaraan listrik. Entah di bidang perizinannya.

Di udara nanti Vela berkecepatan 250 km/jam. Mirip dengan kecepatan helikopter. Dugaan saya Vela memiliki masa depan yang sangat cerah. Apalagi lama-lama harganya akan kian turun. Siapa tahu kelak ada Vela yang hanya untuk dua orang. Bisa jadi kendaraan pribadi baru.

Meski tidak bisa memenuhi undangannya saya tetap salut pada putra-putra bangsa yang mendesain Vela. “Tahun depan sudah bisa terbang,” ujar Donny.

Kalau belum bisa segera untuk kendaraan umum atau pribadi tapi bidang kesehatan bisa memanfaatkannya: ambulans terbang.

Vela adalah teknologi yang akan bisa jadi tuan rumah di rumahnya sendiri. Bila alam semesta mendukungnya –karena ada saja orang yang tidak lagi takut pada Tuhannya alam raya.(*)

Tags: Bintang VelaCatatan DahlanDahlan IskanDISDiswayharian diswayperusuh disway

Related Posts

Weda Bay

Weda Bay

Saturday, 10 October 2026

Saturday, 10 October 2026
Abuleke Bahlil

Abuleke Bahlil

Friday, 9 October 2026
Rocky Gerung

Rocky Gerung

Thursday, 8 October 2026
Mitra Keracunan

Mitra Keracunan

Tuesday, 6 October 2026
Polsek Baru

Polsek Baru

Tuesday, 6 October 2026
Next Post
Pramuka Gorontalo Ziarah ke Makam Rachmat Gobel, Menjaga Api Keteladanan Sang Tokoh

Pramuka Gorontalo Ziarah ke Makam Rachmat Gobel, Menjaga Api Keteladanan Sang Tokoh

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Mohamad Reza, Putra Gorontalo Terpilih Jabat Dewas RRI 

Mohamad Reza, Putra Gorontalo Terpilih Jabat Dewas RRI 

Thursday, 8 October 2026
Kunjungan Industri: Siswa SMKN 1 Boalemo Geruduk Gorontalo Post

Kunjungan Industri: Siswa SMKN 1 Boalemo Geruduk Gorontalo Post

Friday, 9 October 2026
Pemerintah Siapkan BSU Pekerja Rp 900 Ribu

Pemerintah Siapkan BSU Pekerja Rp 900 Ribu

Tuesday, 6 October 2026
Irjen Nurworo Resmi Kapolda Gorontalo, Tambang Ilegal, Penimbunan BBM Subsidi, dan Tipikor Butuh Keseriusan

Irjen Nurworo Resmi Kapolda Gorontalo, Tambang Ilegal, Penimbunan BBM Subsidi, dan Tipikor Butuh Keseriusan

Monday, 5 October 2026

Pos Populer

  • Mohamad Reza, Putra Gorontalo Terpilih Jabat Dewas RRI 

    Mohamad Reza, Putra Gorontalo Terpilih Jabat Dewas RRI 

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Warisan “Portugis” di Gorontalo

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Sehari Jadi Kapolri, Jenderal Suyudi Mutasi 19 Kapolda, Gorontalo Ikut Berganti

    154 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Usai Mopotilolo, Irjen Pol Nurworo Danang Disambut Pedang Pora di Mapolda Gorontalo 

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Polda Gorontalo Sita Emas dan Merkuri di Lokasi PETI, Dua Orang Jadi Tersangka

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.