logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Kupas Bawang

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 22 August 2026
in Disway
0
Kupas Bawang
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
Oleh:
Dahlan Iskan

Heran. Soal ”kupas bawang” masih terus mendominasi percakapan jagat maya. Istanapantas sewot. Begitu banyak isu besar yang ingin ditonjolkan sebagai prestasi Presiden Prabowo namun yang jadi pembicaraan tetap saja: kupas bawang dengan upah Rp 700.000/kg.

Meme soal kupas bawang itu tidak hanya dalam bahasa Indonesia tapi sampai ke bahasa Inggris. Bahkan ada meme yang berbentuk video dengan tokoh Elon Musk. Digambarkan, Elon ingin pindah bisnis menjadi perusahaan pengupas bawang: omzetnya bisa lebih USD4 triliun berdasar Rp 700.000/kg –mengalahkan bisnis Teslanya.

Pun sampai dunia pewayangan. Sinden Agnes yang i-nyi lima dan masih siswi SMA di Sleman, guyonnya juga kupas bawang. Agnes malam itu nyinden di pagelaran wayang kulit dengan dalang muda Gadhing Pawukir –anak dalang kondang Seno Nugroho. Sambil nyinden Agnes bilang jadi buruh kupas bawang dengan gaji Rp 700.000/kg.

Dijadikan cemoohan seperti itu saya bisa ikut merasakan apa yang dirasakan Istana. Jerih payah kerja hampir dua tahun seperti musnah seketika hanya oleh satu anak kalimat dalam pidato lebih satu jam Presiden Prabowo di depan anggota MPR 14 Agustus lalu: kupas bawang dengan upah Rp 700.000/kg.

Related Post

Bintang Vela

Tiga Inklusif

Prabowo Mahathir

Dominasi Suasana

Maka saya pun memperhatikan: apa saja yang dilakukan orang-orang di lingkaran Istana. Terutama untuk memperbaiki kerusakan yang sudah telanjur terjadi. Apakah yang dilakukan sudah sesuai dengan teori lama damage recovery. Atau justru ada teori baru.

Yang pertama, Ibu Susanah, wanita Bogor yang diperkenalkan di sidang tahunan MPRsebagai pengupas bawang itu belum pulang kembali ke rumahnyi. Rupanya dia disembunyikan baik-baik: daripada digeruduk wartawan.

Yang kedua, mengimbau media untuk tidak lagi fokus pada kupas bawang. Betapa banyak isi pidato Presiden Prabowo yang penting-penting yang bisa jadi berita. Misalnya 1.000 tambang ilegal akan terus dibabat biarpun ada jenderal-jenderal di balik yang ilegal itu. Imbauan ini kelihatannya tidak manjur.

Yang ketiga, teks asli pidato resmi Presiden Prabowo dirilis. Dalam teks pidato itu jelas tidak ada tertulis Rp 700.000/kg. Yang tertulis adalah Rp 700/kg. Maka bisa disimpulkan bahwa Presiden Prabowo hanya slip of the tounge. Terpeleset lidah.


Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato mengenai efisiensi dan pendaftaran Perlinsos Digital dalam Sidang Tahunan MPR RI di Jakarta.-Dok. Setpres-

Sebenarnya itu sangat manusiawi. Siapa pun lidahnya bisa keseleo. Di Amerika yang lidahnya paling sering keseleo adalah Presiden George W. Bush. Misalnya kata ”are” diucapkan ”is” seolah tidak tahu grammar dalam bahasa Inggris. Ia juga pernah mengucapkan ”misunderestimated”, padahal dalam bahasa Inggris yang ada ”misunderstand”.

Saking seringnya keseleo lidah sampai ada ejekan khusus untuk Bush: bush-isme. Meski begitu nama Bush tidak pernah benar-benar jatuh karena itu. Ia tetap dianggap presiden yang berprestasi dan karena itu terpilih untuk periode kedua.

Presiden Joe Biden juga sering salah ucap. Orang pun memaklumi: Biden sudah tua.

Maka menghadapi ”damage” kupas bawang harusnya Istana tidak perlu berlebihan. Kenapa tidak diakui saja terus terang bahwa itu slip of the tounge. Kejujuran itu rasanya tidak akan membuat nama Presiden Prabowo jatuh. Justru presiden dinilai gentleman. Maksimum orang akan berkomentar ”padahal belum setua Joe Biden”.

Kecenderungan suka ngelesi sebaiknya memang harus segera diakhiri. Reaksi atas kritik mahalnya harga BBM, misalnya, tidak boleh lagi dengan kalimat “salahnya sendiri kok tidak pakai motor listrik”.

Sebenarnya menarik juga kalimat itu. Ada nada bercandanya. Ada nilai kebenarannya. Bahkan benar sekali. Tapi di mata sebagian orang itu bisa dianggap “ngelesi“.

Memang masih ada sedikit ganjalan di teks otentik pidato presiden itu. Soal Rp 700.000/kg sudah clear: yang tertulis Rp 700/kg. Tapi soal “pengupas bawang” masih ada dalam teks. Ini juga harus di-clear-kan. Bu Susanah bukan pengupas bawang. Dia penjahit kain majun –kain sisa potongan yang bisa dipakai lap– dan pencuci peralatan makan di dapur MGB. Sama sekali tidak disebut kupas bawang. Tapi ini bisa dijelaskan dengan jenaka: pernah sesekali bantu kupas bawang.

Berarti tetap ada yang salah dalam pembuatan teks pidato itu. Setidaknya kurang correct. Ini pelajaran yang sangat baik bagi para penulis pidato. Apalagi pidato presiden. Mungkin semua orang sibuk menjelang 17 Agustus tapi pemeriksaan pidato presiden harus berlapis. Itu pun tetap saja ada peluang untuk salah.

Keseleo lidah tidak otomatis terkait dengan umur. Semangat yang menggebu juga bisa menjadi penyebab keseleo lidah. Apalagi kalau sudah biasa membaca angka-angka besar. Atau membanggakan capaian-capaian yang besar. Maka angka Rp700 dirasa kurang besar.

Saya sendiri punya kecenderungan over semangat seperti itu. Tapi karena saya bukan siapa-siapa paling yang protes sebatas para perusuh Disway.

Saya ingat peristiwa kecil saat mulai menjabat sesuatu. Setiap datang di satu acara saya disodori teks pidato. Tidak pernah saya baca. Ternyata ada dua orang yang tugasnya khusus membuat pidato saya. Di minggu kedua mereka tidak pernah lagi membuat teks pidato. Toh tidak dibaca.

Saya pun ingat ada semacam appeal dari jagad maya: sebaiknya, kalau pidato, Presiden Prabowo menggunakan teks saja. Agar tidak salah ucap. Tapi yang baru saja terjadi justru ketika pidato Presiden Prabowo pakai teks.

Berpidato memang punya ”anak haram” keseleo lidah. Menulis punya ”anak haram” salah tulis. (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDISDiswayharian diswayperusuh disway

Related Posts

Bintang Vela

Bintang Vela

Saturday, 22 August 2026
Tiga Inklusif

Tiga Inklusif

Thursday, 20 August 2026
Prabowo Mahathir

Prabowo Mahathir

Thursday, 20 August 2026
Dominasi Suasana

Dominasi Suasana

Tuesday, 18 August 2026
Datuk Merdeka

Datuk Merdeka

Monday, 17 August 2026
Dear Cinta

Dear Cinta

Sunday, 16 August 2026
Next Post
Bintang Vela

Bintang Vela

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

KKI 2026: Empat UMKM Gorontalo Bawa Karawo dan Pangan Lokal Menembus Panggung Nasional

KKI 2026: Empat UMKM Gorontalo Bawa Karawo dan Pangan Lokal Menembus Panggung Nasional

Saturday, 22 August 2026
Pramuka Gorontalo Ziarah ke Makam Rachmat Gobel, Menjaga Api Keteladanan Sang Tokoh

Pramuka Gorontalo Ziarah ke Makam Rachmat Gobel, Menjaga Api Keteladanan Sang Tokoh

Saturday, 22 August 2026
Bintang Vela

Bintang Vela

Saturday, 22 August 2026
Kupas Bawang

Kupas Bawang

Saturday, 22 August 2026

Pos Populer

  • KKI 2026: Empat UMKM Gorontalo Bawa Karawo dan Pangan Lokal Menembus Panggung Nasional

    KKI 2026: Empat UMKM Gorontalo Bawa Karawo dan Pangan Lokal Menembus Panggung Nasional

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Mantap! Kontingen Gorontalo Raih Award Pemberitaan Terbaik Jamnas 2026

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Kemerdekaan Harus Membebaskan Rakyat dari Ketergantungan

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • ASTON Gorontalo Perkuat Bisnis MICE, Venue dan Teknologi Jadi Andalan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Kemenkum Gorontalo Mengayomi dan Berdampak, Perlindungan Merek Dorong UMKM Naik Kelas

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.