Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo dan Sinergi Akselerasi Digitalisasi Gorontalo (Pesona Serligo) 2026, yang digelar Bank Indonesia Provinsi Gorontalo di kompleks Taman Budaya Limboto, diapresiasi Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie.
Wagub menyebut Bank Indonesia melalui Pesona Serligo 2026 mampu menggerek pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Gorontalo berkembang. Buktinya, kata Wagub Idah, nilai transaksi UMKM yang dilibatkan dalam Pesona Serligo terus meningkat.
Menurutnya, peningkatan transaksi menjadi indikator bahwa UMKM Gorontalo semakin berkembang melalui berbagai inovasi dan kreativitas yang dilakukan para pelaku usaha. “Kenaikan penjualan lebih dari 40 persen menunjukkan UMKM kita semakin naik kelas,” kata Idah Syahidah.
Meski demikian, Idah mengingatkan para pelaku usaha untuk terus menjaga kualitas dan kuantitas produk yang dipasarkan. Ia juga mendorong UMKM yang belum memiliki sertifikasi halal agar segera mengurus proses sertifikasinya guna meningkatkan daya saing produk.
Pada kesempatan itu, Idah menegaskan bahwa keberhasilan Pesona Serligo 2026 tidak boleh berhenti pada seremoni penutupan semata. Menurutnya, yang terpenting adalah tindak lanjut dari berbagai kerja sama, gagasan, dan komitmen yang telah dibangun selama kegiatan berlangsung.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Bambang Setya Permana, menyebutlan, Pesona Serligo 2026 yang membukukan kenaikan transaksi sebesar 41,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kegiatan yang berlangsung sejak 19 hingga 22 Juni 2026 ini, merupakan bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan PENAS XVII di Kabupaten Gorontalo. Bambang menyebut sebanyak 154 UMKM dan Pelaku Usaha Syariah (PUS) turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Para peserta berasal dari sektor fesyen, kerajinan, dan olahan pangan yang telah mengantongi sertifikasi halal. Selain itu, jumlah pengunjung mencapai 27.306 orang atau meningkat sekitar 300 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara nilai transaksi penjualan produk UMKM dan usaha syariah hingga penutupan tercatat sebesar Rp1,66 miliar atau naik 41,7 persen. (tro)













Discussion about this post