Gorontalopost.co.id, GORONTALO –- Masyarakat Desa Biluhu Barat, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo membeli bahan pangan sembako dengan harga murah, beras dengan paketan 5 kg, dijual dengan harga Rp 25 ribu, ada juga komoditas lain seperti minyak goreng Rp10 ribu per liter, cabai rawit Rp10 ribu per 0,25 kilogram, bawang merah Rp10 ribu per 0,5 kilogram, gula pasir Rp10 ribu per kilogram, telur Rp10 ribu per 10 butir, serta ayam pedaging Rp20 ribu per ekor.
Harga komoditas tersebut dijual dalam agenda pasar murah bersubsidi yang digelar Pemprov Gorontalo, di lapangan Desa Biluhu Barat, Kabupaten Gorontalo, Selasa (4/8). Dihadiri langsung Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie. “Total nilai seluruh komoditas mencapai sekitar Rp265 ribu, namun masyarakat dapat memperolehnya hanya dengan Rp95 ribu,”ujar Wagub Idah Syahidah.
Dengan harga murah seperti itu, lapangan tempat berlangsungnya pasar murah langsung diserbu warga. Mereka berebut mendapatkan bahan pokok yang mereka butuhkan. Wagub Idah mengatakan, Pemerintah Provinsi Gorontalo terus berupaya menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Kumperindag), pemerintah menyiapkan 1.000 paket bahan pokok bersubsidi yang dapat dibeli masyarakat dengan harga jauh di bawah harga pasar.
Ia menjelaskan, pemerintah juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berbelanja sesuai kemampuan. Warga tidak diwajibkan membeli seluruh paket komoditas yang tersedia, tetapi dapat memilih kebutuhan yang paling diperlukan.
“Tadi dijelaskan oleh Pak Kadis bahwa harganya Rp95 ribu terdiri dari tujuh macam komoditas. Tapi apabila ibu-ibu hanya mempunyai uang Rp50 ribu, tidak usah khawatir, tidak harus membeli semuanya. Sesuaikan saja dengan kebutuhannya, mungkin membeli beras dengan gula atau minyak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kumperindag Faisal Lamaraka menjelaskan, pasar murah bersubsidi merupakan bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah, sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau. (tro)














Discussion about this post