Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Uni Emirat Arab (UEA) mulai membidik potensi investasi di Gorontalo. Tiga sektor utama yang masuk dalam penjajakan kerja sama yakni perikanan, pertanian, dan energi terbarukan. Penjajakan tersebut mengemuka dalam Rapat Pembahasan Potensi Kerja Sama antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan UEA di Kantor Gubernur Gorontalo, Rabu (12/8).
Keseriusan UEA terlihat dari kehadiran Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Aldhaheri, bersama Business Development Manager for Asia Pacific (APAC) Masdar Indonesia, Marsha Prabandani.
Masdar merupakan perusahaan energi terbarukan yang berada di bawah Abu Dhabi Future Energy Company. Kehadiran perwakilan perusahaan tersebut turut membuka peluang kerja sama Gorontalo dengan investor di sektor energi bersih.
Abdulla mengatakan, Gorontalo memiliki sejumlah bidang yang potensial untuk dikembangkan melalui kerja sama dengan UEA. Selain perikanan dan pertanian, pembahasan juga mencakup pengembangan infrastruktur, termasuk bandar udara.
“Kami percaya Provinsi Gorontalo punya banyak area untuk bekerja sama dan berkolaborasi. Kami sudah mendiskusikan banyak hal, baik pengembangan bandar udara, perikanan maupun pertanian,” jelas Abdulla.
Menurutnya, tahap berikutnya bergantung pada kesiapan pemerintah daerah dalam menyusun proposal sektor yang akan ditawarkan. Proposal tersebut nantinya menjadi bahan bagi pemerintah UEA dan para pemangku kepentingan untuk menilai peluang investasi yang dapat dikembangkan di Gorontalo.
“Kami menunggu proposal dari Pemerintah Provinsi Gorontalo sebagai bahan pemerintah UEA dan pemangku kepentingan untuk mengevaluasi. Dari situ kita akan menghasilkan apa yang kita sebut kesepakatan dan kolaborasi antara kedua belah pihak,” sambungnya.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menilai penjajakan tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya membuka akses investasi dari kawasan Timur Tengah. Ia mengakui, pertemuan tersebut belum langsung menghasilkan kesepakatan investasi. Namun, menurutnya, komunikasi awal dengan UEA penting untuk membuka jalan bagi proyek-proyek strategis Gorontalo yang membutuhkan dukungan pembiayaan besar.
“Dampaknya tentu belum sekarang karena ini menyangkut proyek strategis dan membutuhkan anggaran besar. Tidak lantas bertemu sekarang, besok ada hasilnya. Paling tidak, sudah terbuka pintu untuk mempersiapkan ini sehingga suatu saat sudah ada hasilnya,” ujar Gusnar.
Sejumlah proyek pun mulai diarahkan untuk ditawarkan dalam kerja sama tersebut. Hilirisasi kelapa menjadi salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek, mengingat Gorontalo memiliki potensi komoditas kelapa yang cukup besar.
Selain itu, Bendungan Bulango Ulu turut disebut sebagai salah satu proyek yang berpeluang dikembangkan melalui kerja sama. Gusnar juga berharap komunikasi dengan UEA dapat membuka peluang dukungan untuk pembangunan Masjid Raya Gorontalo Islamic Centre yang saat ini masih dalam proses pembangunan.
Melalui jejaring diplomatik UEA, pemerintah daerah berharap peluang dukungan dari donatur maupun pihak terkait di negara tersebut dapat terbuka sehingga pembangunan pusat kegiatan keagamaan dan sosial tersebut dapat dipercepat.
Bagi Gorontalo, penjajakan dengan UEA ini bukan sekadar membuka peluang investasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengemas potensi daerah menjadi proyek yang siap ditawarkan kepada investor global. (tro)













Discussion about this post