Oleh:
Dr. Herwin Mopangga
Artikel ini disusun dalam rangka mendukung Sensus Ekonomi Nasional oleh Badan Pusat Statistik, yang akan diresmikan oleh Gubernur Gusnar Ismail pada Senin 15 Juni bertempat di halaman rumah dinas Gubernur Gorontalo
DI tengah derasnya arus transformasi ekonomi nasional dan global, data bukan lagi sekadar angka. Data telah menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan, mengarahkan investasi, dan menentukan masa depan pembangunan.
Negara yang memiliki data ekonomi yang akurat akan lebih mampu membaca perubahan, mengantisipasi risiko, dan menangkap peluang pertumbuhan. Dalam konteks itulah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik menjadi momentum yang sangat strategis bagi Indonesia, khususnya Provinsi Gorontalo.
Bagi Gorontalo, sensus ekonomi tahun 2026 hadir pada waktu yang sangat tepat. Dua dekade setelah resmi menjadi daerah otonom pada tahun 2001, Gorontalo menunjukkan perkembangan ekonomi yang cukup mengesankan. Dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian daerah ini tidak hanya tumbuh lebih cepat dibandingkan banyak wilayah lain di Indonesia, tetapi juga mulai mengalami transformasi struktural yang signifikan.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada Triwulan I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Gorontalo mencapai 7,68 persen (year-on-year), menjadikannya salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
Capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, berkembangnya sektor perdagangan dan jasa, tumbuhnya investasi, serta semakin kuatnya keterhubungan ekonomi daerah dengan pasar nasional.
Namun demikian, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu secara otomatis menggambarkan keseluruhan wajah perekonomian daerah. Di balik angka pertumbuhan tersebut masih terdapat sejumlah pertanyaan mendasar yang membutuhkan jawaban berbasis data.
Berapa jumlah usaha yang sesungguhnya beroperasi di Gorontalo? Bagaimana karakteristik usaha mikro, kecil, menengah, dan besar? Sejauh mana ekonomi digital telah berkembang? Apakah pertumbuhan ekonomi telah menciptakan daya saing yang lebih kuat? Bagaimana peluang ekonomi hijau dan ekonomi biru berkembang di daerah ini? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab hanya dengan statistik rutin. Dibutuhkan sebuah pemotretan menyeluruh terhadap seluruh aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sinilah urgensi Sensus Ekonomi 2026 menjadi sangat penting. Sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan. Ia merupakan instrumen strategis negara untuk membangun basis pengetahuan ekonomi yang komprehensif. Melalui sensus ini, pemerintah akan memperoleh gambaran utuh mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, pola investasi, daya saing usaha, pemanfaatan teknologi digital, hingga berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
Bagi Gorontalo, hasil sensus ekonomi nantinya akan menjadi peta jalan pembangunan ekonomi daerah selama satu dekade ke depan. Pemerintah daerah dapat mengetahui sektor-sektor mana yang tumbuh cepat, sektor mana yang membutuhkan intervensi kebijakan, wilayah mana yang memiliki potensi investasi tinggi, serta kelompok usaha mana yang masih memerlukan dukungan penguatan kapasitas.
Lebih jauh lagi, sensus ekonomi dapat membantu menjawab salah satu paradoks pembangunan yang selama ini sering menjadi perbincangan publik, yaitu tingginya pertumbuhan ekonomi yang belum sepenuhnya tercermin dalam kapasitas fiskal daerah.
Melalui data yang lebih akurat, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi ekonomi yang selama ini belum terdokumentasi dengan baik dan belum terintegrasi ke dalam sistem ekonomi formal. Informasi tersebut sangat penting untuk memperluas basis pajak daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Dalam perspektif dunia usaha, manfaat sensus ekonomi juga tidak kalah penting. Pelaku usaha akan memperoleh informasi yang lebih baik mengenai kondisi pasar, struktur persaingan, tren industri, serta peluang pengembangan usaha. Data yang dihasilkan sensus dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi bisnis, menentukan lokasi investasi, memperluas jaringan pemasaran, hingga meningkatkan efisiensi usaha.
Sensus ekonomi juga menjadi instrumen penting dalam mengukur keberhasilan transformasi ekonomi digital. Saat ini semakin banyak pelaku UMKM di Gorontalo yang memanfaatkan platform digital untuk pemasaran, pembayaran elektronik, hingga pengelolaan usaha.
Namun sampai saat ini masih terbatas informasi yang dapat menggambarkan sejauh mana digitalisasi tersebut berlangsung dan bagaimana dampaknya terhadap produktivitas usaha. Sensus ekonomi akan membantu menjawab persoalan tersebut secara lebih komprehensif.
Di sisi lain, Gorontalo memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru. Sektor pertanian, perikanan, kelautan, energi terbarukan, dan pariwisata berkelanjutan merupakan modal utama pembangunan daerah di masa depan.
Oleh karena itu, pengukuran terhadap aktivitas ekonomi yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan menjadi semakin penting. Sensus Ekonomi 2026 menjadi langkah awal untuk memetakan posisi Gorontalo dalam agenda transformasi ekonomi berkelanjutan tersebut.
Bagi kalangan akademisi, hasil sensus ekonomi akan menjadi sumber data yang sangat berharga. Universitas, lembaga penelitian, dan organisasi profesi seperti Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) akan memiliki basis data yang lebih kuat untuk melakukan berbagai penelitian, evaluasi kebijakan, serta penyusunan rekomendasi pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy). Dengan demikian, kualitas diskursus publik mengenai pembangunan ekonomi daerah dapat semakin meningkat.
Keberhasilan sensus ekonomi tentu tidak hanya bergantung pada Badan Pusat Statistik sebagai penyelenggara. Sensus ekonomi merupakan kerja kolektif seluruh elemen bangsa. Pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, media massa, organisasi profesi, dan masyarakat luas perlu memberikan dukungan aktif agar proses pendataan dapat berjalan dengan baik.
Dalam konteks tersebut, pencanangan Sensus Ekonomi 2026 oleh Gubernur Gorontalo bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut merupakan simbol komitmen bersama untuk membangun budaya statistik yang kuat, meningkatkan kesadaran pentingnya data, dan memperkuat fondasi pembangunan ekonomi daerah yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Akhirnya, kita perlu menyadari bahwa masa depan pembangunan tidak dapat dibangun di atas asumsi. Ia harus dibangun di atas fakta, data, dan informasi yang akurat. Sensus Ekonomi 2026 merupakan investasi pengetahuan yang nilainya jauh melampaui biaya pelaksanaannya.
Ketika seluruh pelaku ekonomi bersedia berpartisipasi dan memberikan informasi yang benar, sesungguhnya mereka sedang berkontribusi dalam membangun masa depan ekonomi Indonesia dan Gorontalo yang lebih kuat. Karena itu, mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Sebab mencatat ekonomi hari ini sesungguhnya adalah menyiapkan masa depan yang lebih baik untuk generasi mendatang. (*)
Penulis adalah Ekonom Universitas Negeri Gorontalo dan
Ketua ISEI Cabang Gorontalo Koordinator Provinsi Gorontalo












Discussion about this post