logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Berpikir Strategis di Tengah Dunia yang Bergejolak: Refleksi Pembangunan Gorontalo

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 13 June 2026
in Persepsi
0
Ridwan Monoarfa

Ridwan Monoarfa

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Ridwan Monoarfa

Membuka kembali buku Daoed Joesoef, Studi Strategi: Logika Ketahanan dan Pembangunan Nasional, memicu refleksi mendalam atas situasi hari ini. Di tengah tensi geopolitik global, krisis pangan, dan ketidakpastian ekonomi, sebuah pesan fundamental kembali bergema: strategi sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan pertahanan militer, melainkan dari kapasitasnya membaca zaman dan membangun ketahanan nasional.

Tantangan global ini menuntut daerah seperti Gorontalo untuk mengubah paradigma. Pembangunan tidak boleh lagi terjebak sebagai rutinitas administratif tahunan atau sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Pertumbuhan tanpa fondasi sosial dan ekonomi yang kokoh pada akhirnya hanya akan melahirkan kemajuan yang rapuh. Membangun strategi berarti mengintegrasikan seluruh potensi daerah untuk memperkuat daya tahan masyarakat menghadapi guncangan luar.

Tantangan Struktural Gorontalo

Related Post

Kebangkitan Ekonomi Gorontalo

Laut yang Tak Pernah Kita Kenali Sepenuhnya

Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Menjaga Napas WTP Pemprov Gorontalo: Dari Kertas Kerja Menuju Kesejahteraan Nyata

Sebagai daerah berkembang, Gorontalo berada di posisi dilematis. Di satu sisi, kita memiliki potensi agraria dan maritim yang melimpah—mulai dari jagung, hilirisasi kelapa, peternakan sapi, hingga kekayaan pesisir Teluk Tomini. Namun di sisi lain, daerah ini masih dibayangi oleh tantangan struktural yang serius:

  • Minimnya industrialisasi dan hilirisasi produk lokal.
  •  Migrasi produktif tenaga muda ke luar daerah.
  • Tingginya ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat.

Jika tata kelola ekonomi kita hanya berhenti pada penjualan bahan mentah, Gorontalo akan sulit membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Menuju Kebijakan Konkret: Tiga Langkah Strategis

Pemikiran strategis tidak boleh mandek sebagai refleksi akademik, melainkan harus diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret. Melalui fungsi legislasi dan penganggaran di DPRD, ada tiga langkah taktis yang perlu segera kita dorong:

Pertama, Stabilisasi Harga Melalui Sistem Resi Gudang (SRG). Kemandirian pangan harus dimulai dari perlindungan petani. Optimalisasi SRG di sentra pertanian sangat krusial untuk menjaga stabilitas harga komoditas utama seperti jagung. Pemerintah daerah harus hadir sebagai penyangga produksi rakyat agar petani memiliki posisi tawar yang kuat menghadapi fluktuasi pasar saat panen raya.

Kedua, Hilirisasi dan Integrasi Infrastruktur (Kasus Pelabuhan Anggrek). Kita harus mulai keluar dari pola ekonomi bahan mentah. Infrastruktur fisik tidak boleh dipandang sebagai proyek beton mati, melainkan generator nilai tambah. Dalam konteks ini, pengembangan Pelabuhan Anggrek di Gorontalo Utara melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) menjadi pintu gerbang strategis. Jika kawasan di sekitar pelabuhan ini diintegrasikan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pertanian Terintegrasi, Gorontalo tidak hanya menjual komoditas mentah, melainkan membangun rantai nilai utuh dari desa hingga pasar internasional.

Ketiga, Transformasi SDM Berbasis Kebutuhan Daerah. Alokasi beasiswa dan pendidikan vokasi harus digeser secara radikal ke sektor riil: teknologi pertanian modern, budidaya perikanan, dan hilirisasi digital UMKM. Tujuannya agar generasi muda Gorontalo tidak sekadar menjadi pencari kerja yang meninggalkan daerah, tetapi menjadi aktor inovasi yang membangun desa mereka sendiri.

Penutup
Pesan Daoed Joesoef sangat jelas: pembangunan tanpa strategi hanya melahirkan kemajuan sesaat, sedangkan strategi tanpa pembangunan akan menjadi gagasan kosong. Ketahanan nasional pada akhirnya bertumpu pada ketangguhan daerah-daerahnya. Dengan membangun kemandirian dari daerah, Gorontalo tidak hanya sedang menyelamatkan ekonominya sendiri, tetapi juga sedang ikut menopang kedaulatan bangsa di tengah perubahan dunia. (*)

Penulis adalah Politisi NasDem dan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo

Tags: Daoed JoesoefDeprov gorontaloNasdem GorontaloPolitisi NasdemRidwan Monoarfa

Related Posts

Hendri Cahyo Dwi Safitri

Kebangkitan Ekonomi Gorontalo

Friday, 12 June 2026
Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Friday, 12 June 2026
Laut yang Tak Pernah Kita Kenali Sepenuhnya

Laut yang Tak Pernah Kita Kenali Sepenuhnya

Friday, 12 June 2026
Iwan Lakoro

Menjaga Napas WTP Pemprov Gorontalo: Dari Kertas Kerja Menuju Kesejahteraan Nyata

Tuesday, 9 June 2026
Husin Ali

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Monday, 8 June 2026
Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026

Discussion about this post

Rekomendasi

Ridwan Monoarfa

Berpikir Strategis di Tengah Dunia yang Bergejolak: Refleksi Pembangunan Gorontalo

Saturday, 13 June 2026
Proses pencarian seorang nelayan bernama Herman S. Ali (47), warga Dusun Pentadu, Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, dilaporkan hilang setelah tidak kembali dari aktivitas memancing di laut.

Nelayan Pentadu Hilang Saat Melaut, Sudah Sepekan Belum Kembali, Tim SAR Masih Mencari

Friday, 12 June 2026
Mediasi yang dilakukan Bhabinkamtibmas untuk menyelesaikan isu hoaks terkait pelecehan seksual.

Akibat Isu Pelecehan Hoaks, Nama Pria di Ilomangga Tercemar

Friday, 12 June 2026
Mediasi terkait masalah limbah pabrik tahu di Tapa, Kabupaten Bone Bolango yang dilakukan tim gabungan Dinas PTSP dan Dinas Lingkungan Hidup dihadiri camat, kades, Bhabinkamtibmas digelar di kantor Desa Bulontalangi, Tapa, Kamis (11/6).

Warga Keluhkan Polusi Pabrik Tahu. Bikin Rumah Berdebu, Pemkab Bonbol Diminta Bertindak

Friday, 12 June 2026

Pos Populer

  • PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Harga Pertamax Naik

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.