logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Menjaga Napas WTP Pemprov Gorontalo: Dari Kertas Kerja Menuju Kesejahteraan Nyata

(Catatan di Balik Capaian 18 Kali Opini WTP dan Ketangguhan Fiskal Daerah)

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 9 June 2026
in Persepsi
0
Iwan Lakoro

Iwan Lakoro

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Iwan Lakoro

 

KAMIS, 4 Juni 2026, Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali memperpanjang napas akuntabilitasnya dalam panggung tata kelola keuangan daerah. Hal ini dibuktikan dengan diterimanya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas LKPD TA 2025 dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Rapat Paripurna Ke-87. Jika dilihat perkembangannya sejak tahun 2003 hingga 2025, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah sukses membukukan 18 kali opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

Bagi masyarakat pada umumnya, opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mungkin sering kali dipandang sebagai seremoni administratif tahunan belaka. Namun, bagi jajaran aparatur sipil negara (ASN) yang bergelut langsung sebagai pengelola keuangan daerah, lembaran predikat tersebut adalah muara dari sebuah perjuangan panjang. Opini WTP merupakan potret dari dedikasi, malam-malam panjang yang tersita untuk rekonsiliasi data, serta keteguhan dalam menjaga prinsip tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel di lingkungan pemerintah daerah.

Related Post

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Dalam perspektif teoretis akuntansi sektor publik, relasi antara pengelolaan keuangan dan capaian ini dapat dijelaskan melalui stewardship theory (teori kepengurusan). Teori ini memandang bahwa ASN bukan sekadar agen yang bekerja demi insentif pribadi, melainkan sebagai steward (pengurus) yang menomorsatukan kepentingan publik dan tujuan organisasi. Ketika Pemerintah Provinsi Gorontalo berhasil mengamankan 18 kali opini WTP, hal tersebut membuktikan bahwa nilai-nilai pengabdian ini telah terinstitusionalisasi dengan matang di dalam sistem birokrasi pemerintah daerah.

Perjalanan meraih dan mempertahankan opini tertinggi ini tentu penuh liku, terlebih ketika semua daerah dihadapkan pada badai efisiensi anggaran dalam beberapa tahun terakhir. Rasionalisasi fiskal memaksa para pengelola keuangan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memutar otak dan menajamkan prioritas tanpa boleh menurunkan kualitas pelaporan. Kenyataan bahwa WTP tetap mampu dipertahankan di tengah iklim efisiensi membuktikan fleksibilitas dan kompetensi teknis ASN pengelola keuangan yang mampu merealisasikan prinsip kerja yang terbaik.

Namun, keberhasilan mempertahankan opini WTP bukanlah tujuan akhir dari tata kelola keuangan daerah. Lebih dari sekadar memenuhi standar akuntabilitas, kualitas pengelolaan keuangan yang baik juga harus tercermin dalam kemampuan pemerintah daerah mengoptimalkan pendapatan, menjaga efektivitas belanja, serta mendorong stabilitas ekonomi. Dengan kata lain, laporan keuangan yang tertib perlu berjalan seiring dengan capaian kinerja yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.

Tantangan mengelola anggaran ini kian kompleks karena akuntabilitas laporan harus beriringan dengan performa realisasi di lapangan. Walaupun di tengah keterbatasan, komitmen kolektif para pengelola keuangan justru membuahkan lompatan besar, di mana Provinsi Gorontalo sukses menyabet predikat Realisasi Pendapatan Tertinggi secara Nasional pada tahun anggaran 2025. Di sisi lain, fungsi fiskal juga berjalan linear dengan stabilitas ekonomi makro, yang dibuktikan lewat pencapaian Peringkat II Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Berkinerja Terbaik.

Pengakuan atas performa prima para pengelola keuangan daerah ini makin dipertegas melalui legitimasi dari otoritas perbendaharaan negara. Pada ajang Treasury Strategic Forum 2026 dan Treasury Awards 2025 yang diinisiasi oleh Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo, kerja keras korps ASN kembali diganjar penghargaan bergengsi. Gorontalo dinobatkan sebagai Peringkat Pertama Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) Tertinggi sekaligus Peringkat Ketiga Tercepat Pengajuan DAK Fisik tahun anggaran 2025.

Bagi ASN pengelola keuangan, percepatan pengajuan DAK Fisik bukan sekadar urusan kecepatan mengetik atau mengunggah dokumen di aplikasi perbendaharaan. Ini adalah urusan ketepatan mitigasi risiko agar daerah tidak terjebak dalam fenomena penumpukan pencairan anggaran di akhir tahun. Dengan administrasi yang beres di awal waktu, proyek-proyek pembangunan dan fasilitas publik dapat dieksekusi lebih cepat sehingga manfaatnya langsung menyentuh sendi-sendi ekonomi masyarakat luas.

Rangkaian prestasi fiskal ini pada akhirnya melahirkan sebuah ekosistem manajemen keuangan publik yang berbasis kinerja. Capaian WTP dan rentetan penghargaan nasional ini menjadi suntikan moral yang sangat berharga bagi seluruh pengelola keuangan daerah. Predikat ini menegaskan bahwa keterbatasan ruang fiskal bukanlah penghalang untuk menyajikan laporan yang transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai regulasi.

Sebagai penutup, seluruh capaian ini membawa sebuah pesan penting: mempertahankan reputasi tata kelola yang baik jauh lebih menantang daripada meraihnya pertama kali. Opini WTP bukanlah akhir dari tujuan, melainkan sebuah pondasi dasar yang harus terus dijaga konsistensinya. Tugas besar bagi para ASN pengelola keuangan ke depan adalah memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang keluar dari kas daerah tidak hanya berstatus “wajar” di atas kertas, tetapi juga benar-benar “wajar” dalam membawa kesejahteraan nyata bagi seluruh rakyat Gorontalo. (*)

 

Penulis adalah ASN pada
Badan Keuangan Provinsi Gorontalo

Tags: Harian PersepsiIwan LakoropersepsiTulisan Iwan Lakorotulisan persepsi

Related Posts

Husin Ali

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Monday, 8 June 2026
Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Muh. Amier Arham

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

Thursday, 4 June 2026
Yusran Lapananda

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Tuesday, 26 May 2026
Basri Amin

Sehat yang Sesat

Monday, 25 May 2026
Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam?  Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Saturday, 23 May 2026
Next Post
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dan Wawali Indra Gobel tengah menikmati jajanan di Street Food Jilid II. (Foto: Prokopim)

Street Food Jilid II Diserbu Pengunjung, Omzet UMKM Capai Rp222 Juta dalam Semalam

Discussion about this post

Rekomendasi

Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

Tuesday, 9 June 2026
Suasana perayaan HUT ke-68 Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea pada Ahad (7/6/2026) malam, di rumah pribadinya. (Foto: Prokopim)

Perayaan HUT ke-68 Adhan, Tak Pake APBD, Dirayakan Bareng Anak Yatim

Tuesday, 9 June 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dan Wawali Indra Gobel tengah menikmati jajanan di Street Food Jilid II. (Foto: Prokopim)

Street Food Jilid II Diserbu Pengunjung, Omzet UMKM Capai Rp222 Juta dalam Semalam

Tuesday, 9 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026

Pos Populer

  • Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

    Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.