Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pemandangan adem tersejadi di Warkop Amal, Kota Gorontalo, Selasa (14/7). Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) duduk semeja sambil nyeruput kopi, tanpa sekat bersama masyarakat. Ngopi bareng ini memang sengaja digelar, menunjukan Forkopimda kompak, dan tetap menjalankan fungsi dengan kewenangan masing-masing.
Jajaran Forkopimda yang hadir, seperti Gubernur Gusnar Ismail, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo, Kajati Sumurung Pandapotan Simaremare, Danrem 133 Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Toga Parlindungan Sihotang, Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo Yapi, Dansatradar Kwandang, Letkol Lek Edith Nurhidayah serta Danlanal Letkol Marinir Andi Arif Mangkubumi, termasuk Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili.
Gubernur Gusnar menjelaskan, pertemuan informal itu sebetulnya sudah direncanakan sejak lama atas prakarsa Forkopimda. Mereka ingin kumpul bareng namun disibukkan dengan aktivitas masing-masing.
“Yang penting bagi kami ini kami sudah bertemu di sini. Kalau tidak salah saya, pertemuan ini sudah tiga empat kali tunda. Saya punya waktu tiba-tiba teman teman Forkopimda lain tidak punya waktu, beliau beliau punya waktu saya lagi tidak bisa hadir. Alhamdulillah semua bisa hadir pada kesempatan ini,” Jelas Gubernur Gusnar.
Dikatakan Gusnar, tidak ada pembicaraan formal pada pertemuan itu. Meski begitu, kehadiran Kapolda dan Kajati yang terlihat akrab duduk bersebelahan cukup menjelaskan Forkopimda Gorontalo kompak dan solid.
Dalam suasana tanpa sekat itu, sejumlah masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi, termasuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada para pimpinan daerah. Di sela-sela kegiatan itu, muncul pula pertanyaan mengenai hubungan Kepolisian dan Kejaksaan di daerah yang belakangan ikut dikaitkan dengan polemik di tingkat pusat.
Menanggapinya, Kapolda Gorontalo Brigjen Pol. Widodo menegaskan bahwa kondisi di Gorontalo tetap kondusif, dan hubungan antarlembaga penegak hukum selama ini berjalan baik.
“Menjawab pertanyaan ada apa sih di Gorontalo? Apakah seperti di pusat? Kami dari awal fokus dengan masalah kami di Gorontalo, dan semuanya sudah ada porsinya masing-masing. Kami di sini juga tahu semua, kita oke-oke saja,” ujar Irjen Pol Widodo usai kegiatan.
Menurutnya, gagasan menggelar ngopi bareng sebenarnya sudah lama direncanakan. Hanya saja baru bisa diwujudkan setelah seluruh rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Gorontalo selesai.
Ia menyebut, jika sehari sebelum kegiatan berlangsung, dirinya menghubungi Kajati Gorontalo untuk mengajak seluruh unsur Forkopimda berkumpul bersama masyarakat dalam suasana santai. Ia menilai, forum seperti itu justru lebih efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat dibandingkan pertemuan formal.
“Ini kan tanpa ada cerita yang formal-formal. Justru lewat ngopi seperti ini kita bisa mendapatkan banyak informasi dari masyarakat. Ada yang menyampaikan keluhan, ada yang memberi masukan. Saya, Pak Danrem, Ketua PT memang sudah lama merencanakan ngopi bersama. Hanya saja kemarin tertunda karena PENAS,” katanya.
Hal serupa disampaikan Kajati Gorontalo Dr. Sumurung P. Simaremare. Menurut dia, tujuan utama kegiatan tersebut adalah membangun komunikasi sekaligus mendengar langsung berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat. Kajati menyebut, koordinasi antarlembaga penegak hukum di Gorontalo selama ini berjalan baik dan tidak pernah mengalami kendala.
“Paling prinsip dari ngopi bareng ini kami ingin mendengar apa keluhan masyarakat dan bagaimana situasi di Gorontalo. Di daerah ini yang kami tonjolkan adalah koordinasi. Misalnya tadi Pak Kapolda menyampaikan ada fakta baru terkait suatu peristiwa hukum, tentu nanti bisa kita koordinasikan bersama,” ujarnya. (tro)












Discussion about this post