gorontalopost.co.id – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Gorontalo kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting. Melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas), perguruan tinggi kesehatan ini menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan kader dalam upaya pencegahan stunting melalui Program Supportive Educative Berbasis Family Center Care (SEFCC).
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026 ini dipusatkan di Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. Dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pengabmas, yang juga dosen keperawatan Poltekkes Kemenkes Gorontalo Rista Apriana, S.Kep., Ns., M.Kep. Aksi kepedulian sosial ini juga melibatkan kolaborasi aktif dari jajaran dosen serta mahasiswa Poltekkes Kemenkes Gorontalo.
Acara ini disambut antusias dan dihadiri oleh para kader kesehatan serta jajaran perangkat Desa Luwoo, yang siap memperkuat garda terdepan kesehatan keluarga di wilayah mereka. Dalam pelaksanaannya, agenda kegiatan difokuskan pada dua hal krusial, yakni:
- Pelatihan Skrining Stunting: Para kader dilatih secara intensif untuk melakukan deteksi dini stunting. Pelatihan mencakup praktik langsung cara mengukur tinggi badan, panjang badan, hingga berat badan balita secara akurat dan sesuai standar medis.
- Edukasi Intervensi SEFCC: Kader dibekali pemahaman mendalam untuk melakukan edukasi pencegahan stunting kepada masyarakat luas dengan metode intervensi SEFCC, sebuah pendekatan suportif dan edukatif yang berpusat pada penguatan peran keluarga.
Dalam sosialisasi program SEFCC ini, Tim Pengabmas menekankan bahwa pencegahan stunting bukan hanya tugas seorang ibu, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh anggota keluarga di rumah dengan pembagian fungsi yang jelas. Misalnya, ibu bertanggung jawab memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, menyiapkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi seimbang dan kaya protein hewani, serta memastikan pemenuhan imunisasi dasar anak lengkap. Ayah berperan sebagai support system utama bagi ibu (mencegah stres pada ibu menyusui), memastikan ketersediaan bahan pangan bergizi di rumah, memberikan stimulasi tumbuh kembang anak, serta mendukung perbaikan sanitasi dan akses air bersih di lingkungan rumah tangga.
“Kader kesehatan adalah ujung tombak di masyarakat. Melalui program SEFCC ini, kami ingin memastikan para kader tidak hanya mahir melakukan skrining stunting seperti mengukur berat dan tinggi badan secara tepat, tetapi juga mampu mengedukasi keluarga agar lebih mandiri dan suportif dalam mencegah stunting sejak dini dari dalam rumah,” ujar Rista Apriana di sela-sela kegiatan.
Pemerintah Desa Luwoo memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif ini. Program ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader yang lebih terampil dan percaya diri, sehingga angka stunting di Kabupaten Gorontalo, khususnya di Desa Luwoo, dapat ditekan secara signifikan melalui intervensi berbasis keluarga yang berkelanjutan. (tro/adv)













Discussion about this post