Gorontalopost.co.id — Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) merespon cepat lonjakan inflasi yang terjadi bulan Juni 2026. Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menstabilkan harga. Tidak cuma itu, TPID juga turun langsung memantau kondisi harga pangan di pasar, termasuk untuk memastikan ketersediaan pasokan.
Pemantauan sejumlah komoditas bahan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Gorontalo, dan Kota Gorontalo, dipimpin langsung Sekda Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim. Nampak sejumlah pihak ikut terlibat, seperti Bank Indonesia Gorontalo, Perum Bulog, dan organisasi pengkat daerah terkait.
Sekda Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi harga berbagai komoditas strategis sekaligus melihat kecukupan pasokan di tingkat pedagang. “Kami ingin memastikan komoditas mana yang mengalami kenaikan maupun penurunan harga,” kata Sofian di Pasar Sentral Kota Gorontalo, kemarin.
Menurutnya, dari hasil pemantauan, kemarin, menunjukan tren positif, sebab harga-harga kebutuhan pokok mulai kembali normal, terutama sejumlah komoditas yang memang menjadi pemicu inflasi, seperti, cabai, beras, minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih, ikan, dan daging.
“Alhamdulillah perkembangan harga sudah mulai membaik dibandingkan minggu lalu maupun dua minggu yang lalu. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga sehingga komoditas yang selama ini menjadi penyumbang inflasi dapat kembali stabil,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap tren tersebut berlanjut sehingga dapat menekan laju inflasi pada Juli 2026. “Kami berharap dengan mulai turunnya harga beberapa komoditas, inflasi Gorontalo pada Juli 2026 juga ikut menurun,” tambahnya.












Discussion about this post