LANGIT Kota Gorontalo masih menyisakan terik siang ketika Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menuntaskan agenda peletakan batu pertama pembangunan rumah milik Oma Hano Bahu di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Selasa (7/7/2026). Namun, aktivitasnya hari itu belum berakhir.
Laporan: Rendi ‘Aan’ Wardani /Kota Gorontalo
Alih-alih kembali ke kantor atau beristirahat, Wali Kota Adhan memilih melanjutkan perjalanan untuk menemui sejumlah warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian. Baginya, memastikan masyarakat, terutama kelompok rentan, mendapatkan perlindungan merupakan bagian dari tanggung jawab yang tidak bisa ditunda.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah dirinya meletakkan batu pertama pembangunan rumah Oma Hano Bahu, seorang lansia yang pekan lalu ditemukan hidup dalam kondisi yang memprihatinkan dan tidak layak.
Rumah yang kini mulai dibangun menjadi simbol kehadiran pemerintah bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Perjalanan pertama membawa Adhan ke Kelurahan Tomulabutao, Kecamatan Dungingi. Di sana, ia menemui Hano Ma’ruf, seorang lansia perempuan yang menjalani hari-harinya seorang diri di rumah sederhana tanpa pendamping keluarga.
Suasana haru tak dapat disembunyikan saat Adhan melihat langsung kondisi nenek yang hanya bisa terbaring di tempat tidur tersebut. Wajahnya tampak sedih menyaksikan seorang warga lanjut usia harus menghadapi masa senja dalam kesendirian.
Tidak ingin kondisi itu berlarut-larut, Adhan segera menginstruksikan jajaran Puskesmas setempat untuk melakukan evakuasi dan memberikan penanganan yang lebih layak. Hano Ma’ruf kemudian diarahkan untuk mendapatkan perlindungan dan perawatan di Rumah Singgah Kota Gorontalo yang berada di Kelurahan Tapa.
Menurut Adhan, kehadiran rumah singgah menjadi salah satu solusi agar para lansia yang hidup tanpa keluarga atau dalam kondisi rentan tetap memperoleh perhatian, pendampingan, serta kebutuhan hidup yang memadai.
Dari Tomulabutao, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kelurahan Molosipat U, Kecamatan Sipatana. Di lokasi kedua ini, Adhan mengunjungi Hasan Hamid, seorang lansia pria yang masih menjalani hari-harinya bersama keponakannya.Meski kondisi Hasan berbeda dengan Hano Ma’ruf karena masih memiliki keluarga yang mendampingi, perhatian pemerintah tetap tidak boleh berkurang.
Di hadapan aparat wilayah, Adhan meminta camat dan lurah setempat untuk memberikan perhatian khusus kepada Hasan agar kebutuhan dan kesejahteraannya tetap terpantau. “Jangan sampai ada warga yang luput dari perhatian pemerintah,” pesan Adhan kepada jajaran yang mendampinginya.
Rangkaian kunjungan tersebut menjadi gambaran nyata dari komitmen yang pernah ia sampaikan kepada masyarakat saat kampanye pada tahun 2024. Saat itu, Adhan berjanji akan menghadirkan pemerintahan yang dekat dengan rakyat dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat mendapat perhatian.
Sebelumnya juga di Kelurahan Paguyaman, Adhan menemukan seorang nenek yang tinggal di sebuah kos-kosan yang tak layak. Nenek yang berstatus janda itu, terinformasi ditelantarkan anaknya setelah menjual rumah mereka.
Adhan benar-benar murka. Ia pun memerintahkan agar aparat kelurahan mencari keberadaan keluarga dari sang nenek. Sedangkan nenek itu langsung dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Itulah Adhan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya gedung atau infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah hadir ketika rakyat membutuhkan pertolongan.
Maka dari itu, ia terus mengingatkan para camat, lurah, hingga seluruh aparat pemerintahan agar peka terhadap kondisi masyarakat di wilayah masing-masing. “Camat dan lurah saya ingatkan jangan sampai ada warga yang kelaparan,” tegas Adhan.
Pesan tersebut bukan sekadar slogan. Dalam berbagai kesempatan, ia menanamkan budaya kepedulian kepada para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Ia bahkan membiasakan jajarannya untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan terpenuhi sebelum menutup aktivitas harian mereka.
Bagi Adhan, pemimpin dan aparat pemerintah tidak boleh merasa tenang selama masih ada warga yang hidup dalam kesulitan. Sebab pada akhirnya, rakyat adalah alasan utama mengapa pemerintahan itu hadir.(*)













Discussion about this post