Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Kasus dugaan keracunan makanan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG), kembali terulang di Gorontalo.
Kali ini menimpa puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Gorontalo. Tepatnya SDN 11 kecamatan Telaga Biru. Sedikitnya 23 siswa di sekolah itu mengalami mual, muntah dan sakit perut, diduga sesaat setelah menyantap menu MBG.
Informasi yang diperoleh Gorontalo Post, insiden itu terjadi sekitar pukul 09.30 WITA. 15 menit setelah menyantap menu MBG, 23 siswa itu mengalami gejala keracunan makanan. Diawali mual, muntah dan sakit perut.
Kepala SDN 11 Telaga Biru, Aten Rajak Kadir, menguraikan, ada 153 paket makanan yang dibagikan kepada siswa. Tapi hanya 23 siswa yang mengalami dugaan insiden keracunan makanan.
Mereka menyantap buah pepaya yang ada dalam menu MBG. Sementara siswa lain yang tidak mengalami dugaan keracunan, tidak menyantap buah pepaya.
Sehingga dugaan kuat pemicu keracunan berasal dari buah pepaya dalam menu MBG yang sudah tidak layak konsumsi. Selain buah pepaya, menu MBG yang dibagikan terdiri dari nasi, sayur kangkung, ikan oci goreng, dan dabu-dabu.
“Anak-anak muntah setelah makan, bahkan ada yang mengeluarkan seluruh makanan yang disantap, dugaan sementara saya kemungkinan dari buah pepaya. Bisa jadi ada buah yang sudah rusak atau tidak layak konsumsi lalu ikut terbagi ke beberapa siswa,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan ini masih bersifaat dugaan. Karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari pihak berwenang.
Aten menambahkan, pihak sekolah langsung bergerak cepat membawa para siswa ke Puskesmas Telaga Biru untuk mendapatkan penanganan medis. “Kami langsung membawa mereka ke Puskesmas Telaga Biru bersama pihak SPPG,” ujar Aten.
Usai menjalani penanganan medis, sebagian besar siswa telah dipulangkan dalam kondisi sehat. Namun satu siswa kelas 1 masih menjalani observasi di klinik. “Alhamdulillah sebagian besar sudah sehat dan dipulangkan ke rumah masing-masing,” tambah Aten.
Ia mengaku sempat panik dengan kejadian tersebut karena khawatir menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa. Suasana sempat memanas saat sejumlah orang tua mendatangi puskesmas. “Saya juga panik karena orang tua menitipkan anak mereka ke sekolah dalam keadaan sehat,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan telah turun langsung ke lokasi SPPG untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel makanan. Sampel tersebut rencananya akan dibawa ke laboratorium BPOM guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. (wie)













Discussion about this post