logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

IPERA Jangan Peras Penambang Lokal, Umar: Besaran Iuran Hampir Sama Royalti IUP

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 20 May 2026
in Headline
0
Umar Karim

Umar Karim

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi mengajukan revisi Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah ke DPRD Provinsi Gorontalo.

Dalam Ranperda ini, salah satu yang menjadi sorotan adalah besaran Iuran Pertambangan Rakyat atau IPERA. Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Umar Karim, mengingatkan agar IPERA jangan dijadikan landasan hukum untuk memeras pertambangan rakyat.

“Penambang lokal Gorontalo sudah tersingkir dari areal pertambangan rakyat yang menjadi sumber penghidupannya karena masuknya perusahaan besar. Setelah tersingkir jangan lagi mereka diharuskan membayar (IPERA) dengan jumlah besar kepada pemerintah,”ujar Umar Karim kepada Gorontalo Post, Senin (19/5).

Umar melihat adanya potensi iuran yang memberatkan penambang rakyat dari usulan Ranperda Retribusi yang kini sedang bergulir di DPRD. Ia mengatakan, dengan memperhatikan pidato Gubernur Gusnar Ismail pada pengajuan Ranperda pada 4 Mei 2026 yang lalu di ruang rapat paripurna, terungkap jika proyeksi pendapatan daerah dari IPERA dalam setahun bisa mencapai Rp 95 Miliar.

Related Post

Sekdaprov Sofian Ibrahim Hadiri Rakor Reformasi Birokrasi di Kemendagri

Pramuka Gorontalo Ziarah ke Makam Rachmat Gobel, Menjaga Api Keteladanan Sang Tokoh

KKI 2026: Empat UMKM Gorontalo Bawa Karawo dan Pangan Lokal Menembus Panggung Nasional

Breaking News!! Empat Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI Gorontalo Ditahan Kejati

Artinya penambang rakyat yang diberi akses melalui Izin Pertambangan Rakyat (IPR) pada kawasan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) diharuskan menyetor retribusi sebesar itu.

Proyeksi besaran IPERA tersebut kata Umar, dapat dilihat dalam lampiran Ranperda tersebut, dimana direncanakan iuran IPERA yang bakal dibebankan kepada pemilik izin IPR terdiri atas tiga jenis, yakni iuran Pengelolaan Wilayah, iuran Pengelolaan Lingkungan, dan iuran Pengelolaan Usaha.

Khusus besaran iuran pengelolaan usaha yang dibebankan kepada Koperasi atau perorangan pemilik IPR, kata Umar, mencapai hingga sebesar 10% dari nilai jual emas hasil diproduksi.

Anggota fraksi Nasdem ini mengingatkan, agar besaran IPERA dalam Perda Pajak dan Retribusi Daerah harus benar-benar mengedepankan kehati-hatian jangan sampai tarif IPERA justru akan memberatkan bagi penambang rakyat, atau terkesan memeras para penambang rakyat.

Ia menjelaskan, dalam UU No.3 Tahun 2020 tentang Perubahan UU No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, telah diatur beberapa jenis iuran pertambangan, di antaranya Iuran Produksi yang dibebankan kepada Perusahaan berskala besar pemegang IUP atau disebut royalti yang merupakan PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak), dan iuran IPERA yang dibebankan kepada pemilik IPR sebagai usaha rakyat skala kecil.

“Iuran terkait pertambangan itu sesuai UU No.4 Tahun 2009 tentang Perubahan UU Minerba terdiri atas iuran produksi bagi Perusahaan berskala besar pemegang IUP atau yang sering disebut royalti yang merupakan PNBP, dan IPERA sebagai iuran yang dibebankan kepada pemilik IPR sebagai usaha rakyat skala kecil yang merupakan pendapatan daerah yang dapat berbentuk Pajak atau Rertibusi,”jelas Umar Karim.

UK sapaan akrabnya menjelaskan, dalam Undang-undang nomor 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) justeru mengatur lebih spesifik bahwa IPERA sudah harus berbentuk retribusi perizinan terentu, dan bukan pajak.

“Karena IPERA berbentuk retribusi daerah, maka perhitungan tarifnya sudah harus tunduk dengan ketentuan Pasal 90 UU HKPD, yakni besaran Retribusi Daerah dihitung berdasarkan perkalian antara tingkat penggunaan jasa dengan tarif Retribusi,”jelasnya.

Selanjutnya, kata Umar, dalam Pasal 91 disebutkan bahwa tingkat penggunaan jasa adalah merupakan jumlah penggunaan jasa yang dijadikan dasar alokasi beban biaya yang dipikul Pemerintah Daerah untuk penyelenggaraan jasa yang bersangkutan.

“Karena dalam Pasal 90 dan 91 UU HKPD besaran Retribusi sesuai biaya yang dipikul Pemerintah Daerah untuk penyelenggaraan jasa, maka besaran Retribusi IPERA tentu hanya setara dengan biaya yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi dalam menerbitkan perizinan pertambangan rakyat,”terangnya.

Dengan begitu, Umar menambahkan, jika Pemerintah Provinsi memproyeksikan sekitar Rp 90 Miliar per tahun dari IPERA, maka nilai itu dipastikan telah melebihi dari biaya beban yang dipukul oleh Pemerintah dalam menerbitkan izin IPR.

“Lantaran dapat dipastikan dari banyaknya IPR yang ada nanti, biaya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi tidak sampai sebesar itu dalam penerbitan izin IPR tersebut. Ini bakal bertentangan dengan ketentuan Retribusi yang diatur dalam Pasal 90 dan 91 UU HKPD,”beber Aleg yang dikenal tanpa kompromi ini.

UK begitu politisi asal Desa Labanu ini dikenal, juga menyoroti soal besaran retribusi dari iuran pengelolaan usaha dalam rancangan Perda yang ditetapkan hingga sebesar 10% dari nilai jual emas yang diproduksi oleh Pertambangan Rakyat. Menurutnya jika tarif retribusi hingga 10%, maka sudah hampir sama dengan tarif royalti bagi perusahaan besar pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Jika pemegang IPR harus membayar sampai 10% dari emas yang diproduksi, itu sudah hampir sama dengan besaran tarif royalti bagi perusahaan besar pemegang IUP, terus apa lagi jadi pembeda antara perusahaan pertambangan besar pemegang IUP dengan pertambangan rakyat skala kecil pemegang IPR?,”kata Umar.

“Harusnya Pemerintah Provinsi memahami filosofis dari dibedakannya perizinan IUP dengan perizinan IPR, yang jelas dalam IPR terdapat kata ‘rakyat’ sehingga harus ada pembeda antara pengelolaan pertambangan oleh perusahaan dan pengelolaan pertambangan oleh rakyat,”tambahnya lagi.

Umar Karim berharap Perda yang mengatur IPERA harusnya sebagai peraturan yang memproteksi pertambangan yang dikelola oleh rakyat kecil. “Bukan justru Perda itu terkesan akan memeras mereka (IPR) dengan alasan klasik menambah PAD, harusnya dengan Perda itu rakyat lebih mudah mengelola blok WPRnya,”tegas Umar Karim.

Sebelumnya, oleh Kementerian ESDM, telah menetapkan sejumlah kawasan pertambangan rakyat di Gorontalo dalam blok WPR, yang selanjutnya dapat dikelola dengan izin pertambangan rakyat baik perorangan maupun melalui koperasi.

Terkait dengan Ranperda Retribusi dan Pajak Daerah, Senin (18/5) seluruh fraksi di DPRD meneruma usulan pembahasan Ranperda tersebut untuk dilanjutkan pada mekanisme pembentukan Pansus. Gubernur Gusnar Ismail dalam paripurna tersebut juga menyentil terkait besaran iuran IPERA.

Gusnar mengaku setuju dengan usulan fraksi-fraksi agar memperhatikan pelestarian lingkungan. Besar iuran kata dia belum ditentukan pemerintah dengan harapan dapat dibahas melalui Pansus secara detail dan sungguh-sungguh.

Gusnar menyebut pembahasan soal tarif iuran pertambangan rakyat harus dibahas tuntas karena menyangkut proyeksi beberapa tahun ke depan. Selain memperhatikan aspek pendapatan juga harus mempertimbangkan aspek lingkungan. (tro)

Tags: Anggota DPRD Provinsi GorontaloIPERApemprov gorontaloPerda Pajak dan Retribusi Daerahumar karim

Related Posts

Sekdaprov Sofian Ibrahim Hadiri Rakor Reformasi Birokrasi di Kemendagri

Sekdaprov Sofian Ibrahim Hadiri Rakor Reformasi Birokrasi di Kemendagri

Monday, 24 August 2026
Pramuka Gorontalo Ziarah ke Makam Rachmat Gobel, Menjaga Api Keteladanan Sang Tokoh

Pramuka Gorontalo Ziarah ke Makam Rachmat Gobel, Menjaga Api Keteladanan Sang Tokoh

Saturday, 22 August 2026
KKI 2026: Empat UMKM Gorontalo Bawa Karawo dan Pangan Lokal Menembus Panggung Nasional

KKI 2026: Empat UMKM Gorontalo Bawa Karawo dan Pangan Lokal Menembus Panggung Nasional

Saturday, 22 August 2026
Breaking News!! Empat Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI Gorontalo Ditahan Kejati

Breaking News!! Empat Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI Gorontalo Ditahan Kejati

Friday, 21 August 2026
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Perkuat Program Agromaritim

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Perkuat Program Agromaritim

Friday, 21 August 2026
Silet Open Up ‘Tabola Bale’, Catatkan Hak Cipta 19 Lagu di Gorontalo

Silet Open Up ‘Tabola Bale’, Catatkan Hak Cipta 19 Lagu di Gorontalo

Friday, 21 August 2026
Next Post
Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, saat mendatangi lokasi tanah longsor yang terjadi di ruas Jalan Sapta Marga, Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Selasa (19/5). (Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Longsor Tutup Akses ke Kantor Gubernur, BPBD Gerak Cepat, Warga Diminta Waspada

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Geger Gowa

Geger Gowa

Monday, 24 August 2026
KKN Tematik UNG Petakan Masalah Infrastruktur Popodu, FGD Bahas Sanitasi dan Persampahan Bersama Masyarakat

KKN Tematik UNG Petakan Masalah Infrastruktur Popodu, FGD Bahas Sanitasi dan Persampahan Bersama Masyarakat

Monday, 24 August 2026
Lomba MTQ Korpri Tingkat Nasional, Wawali Lepas Empat Delegasi Korpri Kota

Lomba MTQ Korpri Tingkat Nasional, Wawali Lepas Empat Delegasi Korpri Kota

Monday, 24 August 2026
Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi, Wujud Komitmen Adhan Perkuat Syiar Islam

Lomba Vokalia Lurah dan Kapus se-Kota Gorontalo Berakhir

Monday, 24 August 2026

Pos Populer

  • Pengabmas Perkuat Peran Kader dan Dukun dalam Deteksi Dini Kegawatdaruratan Kehamilan

    Pengabmas Perkuat Peran Kader dan Dukun dalam Deteksi Dini Kegawatdaruratan Kehamilan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Poltekkes Kemenkes Perkuat Peran Kader Desa Bunggalo Kendalikan Diabetes Melitus

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Poltekkes Gorontalo Gencarkan Edukasi Diabetes, Jus Buah Naga Jadi Pilihan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • KKI 2026: Empat UMKM Gorontalo Bawa Karawo dan Pangan Lokal Menembus Panggung Nasional

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Mantap! Kontingen Gorontalo Raih Award Pemberitaan Terbaik Jamnas 2026

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.