Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi kesehatan khususnya seputar layanan penyakit stroke. Saat ini telah diluncurkan Aplikasi Halo Stroke berbasis teknologi digital di bidang kesehatan.
Ditandai dengan adannya kegiatan edukasi dan diseminasi aplikasi HALO STROKE yang digelar bersama masyarakat dan sejumlah stakeholder, Senin (18/5/2026).
Pantauan Gorontalo Post, kegiatan edukasi dan diseminasi aplikasi HALO STROKE sebagai bagian dari proyek penelitian berjudul “Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Services”.

Kegiatan ini dihadiri para Kepala Dinas Kesehatan serta Kepala Puskesmas se Gorontalo. Ketua organisasi kesehatan, para direktur rumah sakit Perguruan Tinggi dan lain sebagainya. Kegiatan ini bertujuan membantu penyintas stroke dan keluarga dalam memperoleh akses informasi kesehatan lebih mudah melalui aplikasi digital.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan penjelasan mengenai cara penggunaan aplikasi HALO STROKE, mulai dari mengakses fitur hingga mendapatkan informasi terkait penanganan pasien stroke. Seperti yang disampaikan Tedy K. Neu salah satu penderita stroke mengaku sangat terbantu dengan adanya aplikasi tersebut.
“Dengan aplikasi ini saya bisa tahu cara mengatasi makanan, bagaimana cara untuk memberikan obat. Selain ada petunjuk-petunjuk dari dokter, kami bisa tahu dari aplikasi ini,”ungkap Tedy.
Lebih lanjut Tedy mengaku puas dengan pendampingan yang diberikan karena membuatnya lebih memahami cara mengakses aplikasi tersebut. Apresiasi juga disampaikan dari unsur pemerintahan, baik provinsi maupun kota dan berharap agar aplikasi tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat guna mencegah maupun meminimalisir angka penderita stroke.
Ketua IDI Wilayah Gorontalo, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N., FISQua kepada wartawan mengatakan. edukasi ini menjadi upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi kesehatan, khususnya bagi keluarga yang merawat pasien stroke di rumah.
Melalui aplikasi HALO STROKE, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah memperoleh informasi mengenai perawatan pasien stroke, pola makan sehat, hingga penggunaan obat yang tepat.
“Ya, kehadiran aplikasi HALO STROKE diharapkan bermanfaat bagi semua pihak, terutama kepada pasien dan keluarga, sekalian memudahkan bagi mereka dalam mengakses semua tahapan, mulai dari tingkat pertama sampai lanjutan,”kata Isman.

Lebih lanjut dokter bergelar doktor ini menambahkan, aplikasi halo stroke juga memudahkan dalam berkomunikasi dengan faskes, sinergi antara pasien dan keluarga.
Aplikasi ini mulai menangani pasien dari kejadian pertama stroke, dirawat di rumah sakit hingga keluar rumah sakit masih bisa menggunakan aplikasi tersebut, termasuk keluargannya bisa bertanya-tanya ke dokter.
“Jadi di aplikasi Halo Stroke itu ada konten-konten, baik dalam bentuk tulisan maupun vidio, kemudian ada konsultasi dengan dokter, nanti kita akan atur dokter mana saja yang melayani setiap hari kerja. Juga dihubungkan dengan faskes puskesmas,”jelas Isman.
Aplikasi Halo Stroke telah dirancang sejak tahun 2004. Kemudian dibuat workshop selama dua tahun berturut-turut, dari Oktober 2025, dan terakhir Januari 2026. “Hari ini apliaski halo stroke kita perkenalkan kepada publik,”ungkap Isman.
Ia mengakui bahwa Gorontalo masuk 10 besar Provinsi dengan angka stroke tertinggi. Sehingga pihaknya punya tanggungjawab moral, untuk menurunkan angka insidentil stroke di Gorontalo.
“Kita juga berkolaborasi dengan empat institusi mulai dari UNG, melibatkan Monash University, UI dan Unsrat, kita juga melibatkan komunitasi Yastroki, serta PPDI (Perkumpulan Penyintas Disabilitas Indonesia) yang ada di Gorontalo dan di pusat. Di akhir kegiatan, peserta melakukan konsultasi kesehatan secara gratis, terkait gizi, Psikolog, Fisioterapi hingga dokter umum. (roy)











Discussion about this post