Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Nama Prof. Aloei Saboe telah diusulkan oleh Pemerintah Gorontalo sebagai Pahlawan Nasional. Ia tidak hanya seorang dokter, namun merupakan pejuang kemerdekaan yang bersama-sama Nani Wartabone melawan Belanda di Gorontalo.
Hingga era awal kemerdekaan, Prof Aloei Saboe yang juga seorang akademisi ini lantang menentang pembertontakan. Namanya telah disematkan pada RS Umum Daerah Kota Gorontalo, yang pada Rabu (20/5) genap berusia 100 tahun atau satu abad.
Oleh Pemerintah Kota Gorontalo, pada momentum ini diabadikan dengan peresmian Museum Aloei Saboe yang menampilkan rekam jejak sejarah pelayanan kesehatan rumah sakit tersebut dari masa ke masa.
Museum yang berada di pelataran lobi utama RSAS itu diresmikan dan dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie didampingi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo, Rabu (20/5).
Wagub Idah mengapresiasi perjalanan panjang RS Aloei Saboe yang telah genap berusia satu abad dan hingga kini terus menjadi rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat Gorontalo. Menurutnya, kehadiran Museum Aloei Saboe menjadi bentuk penghargaan atas jasa dan dedikasi Prof. dr. Aloei Saboe dalam membangun pelayanan kesehatan di daerah.
“Ini luar biasa, Rumah Sakit Aloei Saboe sudah berusia 100 tahun dan terus melayani masyarakat. Kehadiran Museum Aloei Saboe tentu menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya anak-anak yang ingin menekuni dunia kedokteran dan kesehatan,” ujar Idah.
Ia menilai museum tersebut tidak hanya menjadi simbol sejarah perjalanan dunia medis di Gorontalo, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal perjuangan tokoh kesehatan daerah.
Menurutnya, di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan pada masa lalu, Gorontalo mampu melahirkan sosok besar seperti Prof. dr. Aloei Saboe yang kini dikenang melalui museum tersebut.
Pemerintah Provinsi Gorontalo, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan RSAS maupun rumah sakit daerah lainnya, untuk peningkatan pelayanan kesehatan, demi memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.
Sementara itu, Wali Kota Adhan Dambea menyampaikan bahwa peringatan satu abad RSUD Aloei Saboe merupakan momentum bersejarah yang menandai perjalanan panjang pengabdian rumah sakit terhadap masyarakat Gorontalo.
Ia menegaskan bahwa rumah sakit bukan hanya institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga tempat masyarakat menggantungkan harapan untuk memperoleh kesembuhan dan pelayanan yang penuh kepedulian.
Menurutnya, RSUD Aloei Saboe memiliki posisi strategis dalam pelayanan kesehatan di Gorontalo. Meski bukan rumah sakit provinsi, rumah sakit tersebut telah berkembang menjadi pusat rujukan utama pelayanan kesehatan regional.
Wali Kota juga mengapresiasi berbagai inovasi layanan kesehatan yang kini tersedia di RSUD Aloei Saboe, seperti layanan dokter spesialis, kateterisasi jantung dan jantung anak untuk kelainan bawaan, operasi retina, pemeriksaan MRI, operasi pergantian panggul dan lutut, hingga operasi tulang belakang.
“Dengan hadirnya layanan ini, masyarakat Gorontalo tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang canggih dan berkualitas,” katanya. Dalam kesempatan itu, Adhan juga menyoroti capaian rumah sakit yang telah tiga kali meraih akreditasi paripurna. Ia menyebut prestasi tersebut sebagai hasil kerja keras seluruh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan. (mg-04)













Discussion about this post