Gorontalopost.co.id, LIMBOTO — Sebanyak 73 rumah di Desa Olimohulo Kecamatan Asparaga terendam banjir dengan ketinggian air sampai di lutut hingga pinggang orang dewasa, selasa (19/5/2026).
Dari informasi yang didapat lokasi ini menjadi langganan banjir setiap curah hujan yang cukup deras selama beberapa hari, ini akibat sungai yang semakin dangkal dan tak adanya jembatan hanya plat dekker, sehingga air tak mampu menampung luapan dari gunung dan sungai besar, akibatnya air menggenang puluhan rumah.
“Curah hujan memang cukup deras, sehingga rumah kami kembali mengalami banjir, hampir tiap tahun kami mengalami kondisi ini,” ungkap Risna Rauf warga desa setempat.

Ia mengatakan, tahun kemarin juga antara bulan Agustus-September juga sama puluhan rumah terendam banjir dengan ketinggian air lebih tinggi dari saat ini.
“Kami berharap pemerintah bisa ada solusi terbaik, tidak hanya memberikan bantuan makanan dan juga selimut dan pakaian, tapi ada solusi terbaik untuk penanganan agar kami tidak lagi mengalami banjir setiap tahunnya,” harapnya.
Sementara itu Camat Asparaga Marzan Yusuf mengungkapkan hingga saat ini data sementara yang masuk banjir merendam 73 rumah, 83 KK serta 310 Jiwa. Banjir ini merupakan banjir tahunan yang sering terjadi jika intensitas curah hujan cukup deras.
“Ini kejadian yang selalu berulang mengakibatkan warga selalu terdampak akan musibah banjir,” jelas Marzan. Mantan Kabid Kedarutan di BPBD Kabupaten Gorontalo ini menambahkan, saat ini dirinya sudah melakukan koordinasi dengan BPBD, Balai sungai dan Dinas Sosial.

Masalah disini adalah sungai yang semakin dangkal sehingga perlu dilakukan normalisasi sungai yang optimal, karena aliran sungainya sangat lebar tetapi sampai di Desa Olimohulo sungainya sudah dangkal sementara harus menampung curahan air dari gunung.
“Sungai yang menampung sudah dangkal sementara air dari gunung sangat lebat sehingga tak bisa menampung ditambah lagi tak adanya jembatan yang ada hanya plat dekker yang tak mampu menampung luapan air, akibatnya masuk ke rumah warga,” jelas Marzan.
Ia berharap, koordinasi dan kerjasama dari semua lintas sektor diharapkan bisa optimal untuk menangani banjir yang menjadi jadwal rutin dirasakan warga. (Wie)











Discussion about this post