logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Rumah Pala

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 18 May 2026
in Disway
0
Ilustrasi pala di Pulau Rhun, pulau yang sempat "ditukar guling" dengan Pulau Manhattan di Amerika.--

Ilustrasi pala di Pulau Rhun, pulau yang sempat "ditukar guling" dengan Pulau Manhattan di Amerika.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

DI pulau Rhun saya juga bertemu Burhan Lohor. Ia punya kebun pala tiga hektare: sekitar 110 pohon.

Semua penduduk Rhun pernah dengar sejarah tukar guling antara Rhun dan Manhattan. Apalagi setingkat Burhan. Ia sarjana ushuluddin dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon.

Related Post

Geger Gowa

Bintang Vela

Kupas Bawang

Tiga Inklusif

Saya juga ke rumah Burhan: menghadap pantai. Antara rumahnya dan pantai hanya dipisahkan jalan satu-satunya selebar 1,5 meter di pulau itu dan dua baris pohon. Dari teras rumahnya pantai justru terlihat indah di sela-sela pepohonan.

Tidak ada pohon pala di sepanjang pantai. Pohon pala tidak bisa hidup sempurna di pantai: akan rusak karena angin. Maka untuk ke kebun pala kami harus menapaki jalan menanjak menjauh dari pantai.

Awalnya kami menapaki 40 tangga jalan: tidak berat. Anggap saja ini lanjutan dari olahraga senam-dansa sebelum berangkat. Tidak jauh dari pendakian pertama itu ada sekolah SD, masjid besar yang sedang dibangun dan perumahan penduduk.

Sekolahnya rapi, bersih dan terpelihara. Pun rumah-rumah penduduknya. Kami terus menapak menanjak. Ada yang tanjakannya sangat tajam. Jalan setapak itu terbuat dari semen. Sepeda motor masih bisa naik sampai masuk ke tengah kebun. Kami pilih jalan kaki.

“Tuh pak, buah palanya banyak,” ujar Burhan menunjuk ke atas pohon pala yang masih muda. Saya pun mendongak. Baru sekali ini saya melihat buah pala langsung di pohonnya.

Di dalam kebun pala rasanya seperti di dalam hutan. Rindang. Sejuk. Pohonnya tidak monokultur. Banyak jenis pohon lainnya. Terutama pohon kenari yang besar-besar. Sangat besar. Menjulang tinggi. Rimbun.

Kenari adalah pohon pelindung sekaligus menghasilkan. Ia melindungi pohon pala dari angin kencang dan terik yang berlebihan. Tapi kenari juga menjadi sumber penghidupan –biji kenari laku dijual. Juga untuk kepentingan bumbu masak sehari-hari.

Selama di kepulauan Banda saya makan dengan lauk serba kenari: ikan dimasak dengan kenari. Terong goreng disiram sambal kenari. Saya sangat khawatir: akan kangen masakan dengan bumbu kenari sepulang dari Banda nanti. Mungkin ini mirip kemiri di Jawa tapi lebih enak dan gurih.

Kami terus memasuki kebun pala lebih ke dalam. Ini lagi musim panen pala. Setahun pala bisa dipanen tiga kali: dua kali panen raya, satu kali panen tidak terlalu raya. Bulan ini adalah panen yang tidak terlalu raya.

Banyak pohon pala muda di sekitar saya: umur 15-an tahun. Berarti peremajaan pala terus terjadi. Harga pala yang tetap baik membuat orang semangat menanam pala.

“Boleh dikata jumlah pohon pala terus bertambah,” ujar Burhan. Syukurlah tidak ada ancaman kepunahan –sampai kelak kerakusan investor datang ke Banda membuat ”pesta babi” di sini.

Burhan juga suku Buton. Sudah generasi ketiga di Rhun. Setelah tamat SD dan SMP di Rhun ia masuk madrasah aliyah di pulau Seram –ikut keluarga yang bekerja di sana. Lalu ke Ambon kuliah di IAIN.

Sebagai pegawai negeri Kementerian Agama, Burhan tidak hanya punya kebun pala. Rumahnya dijadikan guest house: empat kamar. Ia tinggal bersama istri di kamar bagian belakang. Dua anaknya sekolah di pulau lain.

Di Rhun, keperluan harian penduduknya didapat dari mencari ikan atau jadi pegawai seperti Burhan.

“Hasil pala disimpan untuk bangun rumah atau biayai anak sekolah. Juga untuk naik haji,” ujar Burhan.

Burhan dan istri sudah mendaftar haji. Sudah antre sembilan tahun. Masih belum tahu harus menunggu berapa tahun lagi.

Bulan depan saya akan ke Manhattan. Sekalian nonton piala dunia. Di sana hati saya pasti ingat Rhun: apakah Manhattan bisa seperti itu kalau tetap dijajah Belanda sampai tahun 1945. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Geger Gowa

Geger Gowa

Monday, 24 August 2026
Bintang Vela

Bintang Vela

Saturday, 22 August 2026
Kupas Bawang

Kupas Bawang

Saturday, 22 August 2026
Tiga Inklusif

Tiga Inklusif

Thursday, 20 August 2026
Prabowo Mahathir

Prabowo Mahathir

Thursday, 20 August 2026
Dominasi Suasana

Dominasi Suasana

Tuesday, 18 August 2026
Next Post
Diplomasi Jalur Kedua  

Diplomasi Jalur Kedua  

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Pengabmas Perkuat Peran Kader dan Dukun dalam Deteksi Dini Kegawatdaruratan Kehamilan

Pengabmas Perkuat Peran Kader dan Dukun dalam Deteksi Dini Kegawatdaruratan Kehamilan

Sunday, 23 August 2026
Poltekkes Kemenkes Perkuat Peran Kader Desa Bunggalo Kendalikan Diabetes Melitus

Poltekkes Kemenkes Perkuat Peran Kader Desa Bunggalo Kendalikan Diabetes Melitus

Friday, 21 August 2026
Poltekkes Gorontalo Gencarkan Edukasi Diabetes, Jus Buah Naga Jadi Pilihan

Poltekkes Gorontalo Gencarkan Edukasi Diabetes, Jus Buah Naga Jadi Pilihan

Friday, 21 August 2026
Geger Gowa

Geger Gowa

Monday, 24 August 2026

Pos Populer

  • Pengabmas Perkuat Peran Kader dan Dukun dalam Deteksi Dini Kegawatdaruratan Kehamilan

    Pengabmas Perkuat Peran Kader dan Dukun dalam Deteksi Dini Kegawatdaruratan Kehamilan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Poltekkes Kemenkes Perkuat Peran Kader Desa Bunggalo Kendalikan Diabetes Melitus

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Poltekkes Gorontalo Gencarkan Edukasi Diabetes, Jus Buah Naga Jadi Pilihan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • KKI 2026: Empat UMKM Gorontalo Bawa Karawo dan Pangan Lokal Menembus Panggung Nasional

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Mantap! Kontingen Gorontalo Raih Award Pemberitaan Terbaik Jamnas 2026

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.