Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Kondisi jembatan penghubung antara Kelurahan Biawu dan Kelurahan Biowao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, kini memprihatinkan dan membahayakan penggunanya. Infrastruktur yang sebelumnya telah diresmikan pada 2017 tersebut, terlihat mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan penanganan segera.
Pantauan Gorontalo Post, sejumlah bagian lantai jembatan yang terbuat dari papan kayu tampak rapuh dan berlubang. Struktur jembatan berbahan besi tersebut masih berdiri, namun bagian alasnya sudah tidak layak dilalui dengan aman, terutama bagi pejalan kaki.
Kondisi ini memaksa warga untuk ekstra hati-hati saat melintas. Bahkan, tidak sedikit warga yang memilih berjalan di sisi rangka besi jembatan, demi menghindari lubang pada lantai. Situasi tersebut tentu meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Seorang warga Kelurahan Biawu, Noldi Wantawali (41) mengungkapkan, kekhawatirannya terhadap kondisi jembatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa kerusakan yang terjadi sudah cukup lama dan semakin memburuk dari waktu ke waktu.
“Banyak bagian lantai yang sudah berlubang. Saat melintas, kami harus mencari sisi yang masih aman atau berjalan di pinggir rangka besi. Ini sangat berbahaya, bahkan sudah ada warga yang terjatuh saat melewati jembatan ini,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, sebagian warga memilih menggunakan jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh untuk menghindari risiko kecelakaan. Hal ini tentu berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat, yang sebelumnya mengandalkan jembatan tersebut sebagai akses utama.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk memperbaiki jembatan yang kian keropos itu. Mereka khawatir jika perbaikan terus ditunda, potensi korban jiwa bisa terjadi. “Kami berharap ada respons cepat dari pemerintah. Jangan sampai menunggu jatuhnya korban baru dilakukan perbaikan,” harap Noldi dan sejumlah masyarakat lainnya. (tha)












Discussion about this post