Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Wisata Hiu Paus Botubarani di Kabupaten Bone Bolango mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan pada awal tahun 2026. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Pengelola Wisata Hiu Paus Botubarani, Isman Harun, Ahad (10/5).
Menurut Isman, lonjakan pengunjung mulai terlihat sejak libur lebaran tahun ini. Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Gorontalo dan berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga wisatawan mancanegara.
“Ada lonjakan di awal tahun 2026 ini. Saat lebaran kemarin pengunjung wisatawan lokal, mancanegara sekitar 1.000 (orang) lebih,”ujar Isman.
Ia menjelaskan, peningkatan pengunjung biasanya terjadi saat libur panjang, terutama pada momen pergantian tahun dan akhir pekan. Bahkan, di salah satu pangkalan wisata jumlah wisatawan pernah mencapai lebih dari seribu orang.
Salah satu pemandu wisata di lokasi tersebut mengatakan jumlah pengunjung pada hari biasa rata-rata mencapai 100 orang per hari. Sedangkan pada Sabtu dan Minggu, jumlahnya bisa menembus lebih dari 200 orang per hari.
“Kalau rata-rata sekitar 100-an per hari,” jelas pemandu wisata. Menurutnya, pelayanan menjadi hal utama yang terus dijaga pengelola agar wisatawan merasa nyaman saat berkunjung.
“Yang diutamakan pelayanan terhadap pengunjung, penyambutan dengan senyum dan sopan santun supaya tamu merasa nyaman,” katanya. Untuk keamanan kawasan wisata, pengelola bekerja sama dengan pihak TNI, Polri, serta masyarakat sekitar.
Di lokasi wisata, pengunjung dapat memilih beberapa wahana untuk melihat hiu paus dari dekat. Tarif perahu biasa dipatok Rp100 ribu untuk maksimal tiga orang. Sedangkan perahu bening oval dikenakan tarif Rp450 ribu, perahu berbentuk love Rp550 ribu untuk dua orang, dan paddle board Rp400 ribu per orang.
Menurut pengelola, perahu bening oval dan perahu love menjadi wahana yang paling banyak diminati wisatawan. Nama “Sherly” yang kini melekat pada hiu paus Botubarani ternyata berasal dari salah satu pengunjung.
Awalnya masyarakat sekitar hanya memanggil hiu paus tersebut dengan nama-nama artis. “Waktu itu ada pengunjung namanya Ibu Sherly, lalu beliau bilang coba pakai nama saya. Jadi dipakai sampai sekarang,” ungkap pemandu wisata.
Berdasarkan data pengelola, hingga saat ini tercatat sebanyak 62 ekor hiu paus pernah teridentifikasi di kawasan wisata tersebut. Ukurannya bervariasi mulai dari 3 meter hingga 8 meter. Bahkan pada tahun 2017 pernah muncul hiu paus berukuran sekitar 12 meter.
Meski berukuran besar, pengelola memastikan hiu paus di Botubarani jinak dan tidak membahayakan manusia. Pengunjung juga diimbau menjaga jarak, tidak memberi makan sembarangan, serta tidak membuang sampah di sekitar lokasi wisata.
Pengelola berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan wisata Hiu Paus Botubarani, terutama terkait bantuan fasilitas dan pengelolaan wisata. (mg-05)













Discussion about this post