logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Selamat Hari Buruh 1 Mei: Blok Politik Buruh, atau Partai Buruh?

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 1 May 2026
in Persepsi
0
Ridwan Monoarfa

Ridwan Monoarfa

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Ridwan Monoarfa

Buruh adalah salah satu pilar pemilih terbesar di Indonesia. Mereka tersebar di jantung industri: pabrik, pelabuhan, perkebunan, hingga urat nadi ekonomi digital. Namun, besarnya populasi ini belum otomatis terkonversi menjadi kekuatan politik yang mampu menentukan arah kebijakan negara. Buruh sering kali perkasa di jalanan, tetapi luruh di ruang pengambilan keputusan.

Paradoks ini berulang dalam berbagai momentum legislasi ketenagakerjaan pasca-Reformasi 1998. Selama ini, suara buruh sering kali berhenti sebagai kebisingan di luar gerbang parlemen. Aspirasi memang meledak melalui protes, namun kerap kali “masuk angin” ketika berhadapan dengan tembok tebal pertautan elite politik dan kekuatan modal di ruang-ruang tertutup. Masalah utama gerakan buruh sejatinya bukan defisit massa, melainkan pilihan instrumen politik yang kurang presisi.

Related Post

UNG Kampus Kerakyatan, Berdampak Untuk Semua

Indonesia Raya “Lahir” di Sulawesi

Menenun Indonesia Emas 2045 dari Pesisir Teluk Tomini

Berorganisasi Harus Taat Asas/Norma Bukan Sekadar Foto-foto

Fragmentasi dan Trauma Sejarah

Secara historis, relasi buruh dan politik di Indonesia mengalami pasang surut yang ekstrem. Orde Baru melakukan depolitisasi massal melalui model serikat tunggal yang terkontrol, menjauhkan buruh dari ruang advokasi kebijakan publik. Pasca-Reformasi, meskipun ruang kebebasan terbuka lebar, inisiatif partai buruh kerap layu sebelum berkembang akibat gagal menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold).

Suara pekerja tidak terkonsolidasi, melainkan terfragmentasi ke berbagai partai akibat faktor patronase, politik identitas, hingga pragmatisme elektoral. Realitas ini memberikan pelajaran penting: buruh di Indonesia bukanlah blok pemilih yang monolitik.
Memaksakan pendirian partai buruh hanya berdasarkan romantisme jumlah massa adalah langkah berisiko yang sering kali berujung pada jalan buntu administrasi dan kekalahan elektoral.

Blok Politik: Menjadi Penentu, Bukan Sekadar Peserta

Di sinilah konsep Blok Politik menjadi relevan sebagai jalan tengah. Blok politik adalah aliansi strategis organisasi buruh untuk memengaruhi hasil politik tanpa harus terjebak dalam kerumitan bertransformasi menjadi partai formal. Fokusnya bukan merebut kursi kekuasaan secara langsung, melainkan memposisikan diri sebagai “tuan rumah” yang menentukan syarat bagi siapa pun yang ingin menang.

Keberhasilan gerakan Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) pada 2010-2012 adalah bukti nyata. Konsolidasi lintas serikat saat itu berhasil mendorong lahirnya sistem dan undang-undang BPJS melalui dua pilar: kepentingan kebijakan bersama di atas ego sektoral, dan kemampuan membangun aliansi luas dengan akademisi serta masyarakat sipil.

Melalui model ini, buruh berperan sebagai pemilih penentu (organized swing voters). Dukungan tidak lagi diberikan sebagai “cek kosong”, melainkan melalui kontrak politik yang transparan: upah layak, jaminan sosial, dan perlindungan kerja. Jika komitmen dikhianati, hukuman politiknya adalah penarikan dukungan secara kolektif dan masif pada pemilu berikutnya.

Prasyarat dan Disiplin Organisasi

Namun, blok politik bukanlah tanpa celah. Ia tidak boleh sekadar menjadi lapak transaksi baru bagi para pimpinan serikat. Risiko terbesarnya adalah “fetisisme jabatan”, di mana dukungan massa ditukar dengan kursi komisaris atau posisi individu bagi elite serikat, sementara agenda kebijakan tetap terbengkalai.

Oleh karena itu, ada tiga prasyarat mutlak:

1. Agenda Minimum Bersama: Kesepakatan kebijakan yang melintasi ego sektoral serikat.
2. Kontrak Politik Terbuka: Agar massa akar rumput dapat ikut mengaudit janji kandidat, sehingga mandat dipegang secara kolektif, bukan individu.
3. Pendidikan Politik Konsisten: Anggota harus memahami bahwa suara mereka adalah alat tawar kebijakan, bukan komoditas musiman.

Pengalaman kontroversi regulasi ketenagakerjaan belakangan ini menyadarkan kita bahwa kehadiran segelintir wakil di parlemen tidaklah cukup tanpa tekanan kolektif yang konsisten dari luar. Buruh tidak perlu memaksakan diri memiliki “kendaraan” sendiri jika hanya akan mogok di tengah jalan; cukup menjadi kekuatan yang mustahil diabaikan oleh siapa pun yang ingin berkuasa.
Jika ini terwujud, Hari Buruh tidak lagi sekadar dirayakan dengan ritual pawai massa, tetapi sebagai momentum penegasan posisi buruh sebagai subjek berdaulat. Buruh harus bertransformasi dari sekadar angka dalam daftar pemilih menjadi penentu arah keadilan sosial bagi seluruh bangsa. (*)

Penulis adalah Politisi dan Mantan Aktivis Buruh

Tags: Hari BuruhRidwan Monoarfa

Related Posts

Muh. Amier Arham

UNG Kampus Kerakyatan, Berdampak Untuk Semua

Monday, 10 August 2026
Basri Amin

Indonesia Raya “Lahir” di Sulawesi

Monday, 10 August 2026
Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Menenun Indonesia Emas 2045 dari Pesisir Teluk Tomini

Saturday, 8 August 2026
Berorganisasi Harus Taat Asas/Norma Bukan Sekadar Foto-foto

Berorganisasi Harus Taat Asas/Norma Bukan Sekadar Foto-foto

Saturday, 8 August 2026
Prestise Bahasa, Inferioritas Simbolik, dan Kekeliruan Memahami Modernitas

Prestise Bahasa, Inferioritas Simbolik, dan Kekeliruan Memahami Modernitas

Friday, 7 August 2026
Dari Agromaritim ke Blue-Green-Gold Economy: Jalan Baru Gorontalo Menuju Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Dari Agromaritim ke Blue-Green-Gold Economy: Jalan Baru Gorontalo Menuju Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Wednesday, 5 August 2026
Next Post
Orang Kuat

Orang Kuat

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Tersangka Kasus Korupsi BSG Segera Disidang

Tersangka Kasus Korupsi BSG Segera Disidang

Monday, 10 August 2026
Muh. Amier Arham

UNG Kampus Kerakyatan, Berdampak Untuk Semua

Monday, 10 August 2026
Eks Aleg Deprov Ditahan Kejaksaan, Dugaan Penipuan Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus

Eks Aleg Deprov Ditahan Kejaksaan, Dugaan Penipuan Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus

Monday, 10 August 2026
Gorontalo Ketambahan Duit Rp 207,26 M, Kanwil DJPb: Sudah Disalurkan ke RKUD Pemda

Gorontalo Ketambahan Duit Rp 207,26 M, Kanwil DJPb: Sudah Disalurkan ke RKUD Pemda

Monday, 10 August 2026

Pos Populer

  • Tersangka Kasus Korupsi BSG Segera Disidang

    Tersangka Kasus Korupsi BSG Segera Disidang

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Menenun Indonesia Emas 2045 dari Pesisir Teluk Tomini

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Berorganisasi Harus Taat Asas/Norma Bukan Sekadar Foto-foto

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Program Gusnar-Idah Tepat Sasaran, Kemiskinan Terus Menyusut, Nilai Tukar Petani Meningkat

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Indonesia Muslim Travel Index, Penuhi Standar ACES, Gorontalo Masuk 15 Besar

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.