gorontalopost.co.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun sektor kelautan dan perikanan secara besar-besaran melalui penguatan ekonomi biru. Penegasan ini disampaikan Pranowo saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5).
KNMP Leato Selatan merupakan pilot projec 100 KNMP yang digagas Presiden sejak tahun 2025 lalu. Proyek ini nyaris kandas di Leato, setelah sejumlah kelompok warga menolak pembangunannya lantaran persoalan lahan. Beruntung, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea pasang badan, dan memastikan tidak ada pihak yang boleh menghalangi program prioritas Presiden Prabowo itu.
Presiden dalam kesempatanya saat mengunjungi KNMP Leato, mengatakan, potensi laut Indonesia merupakan karunia besar yang harus dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. “Karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kita sekarang adalah ekonomi biru, ekonomi laut biru, the blue ocean economy. The blue ocean economy ini adalah sangat penting, ini adalah karunia yang maha kuasa, kita harus bersyukur dan kita harus sekarang besar-besaran investasi,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ratusan nelayan di Gorontalo.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa penguatan sektor kelautan menjadi bagian dari upaya besar pemerintah membangun kemandirian nasional. Kepala Negara menegaskan bahwa nelayan harus menjadi pelaku utama dalam pemanfaatan sumber daya laut nasional. “Kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada banyak sekali kita. Kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar dan para nelayan yang punya jasa besar, dan kita ingin memperkuat peran para nelayan kita,” imbuh Kepala Negara.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan pembangunan ribuan kapal ikan yang nantinya akan dikelola melalui koperasi nelayan. “Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan. Nanti kita akan bantu, kita akan bagi kapal-kapal itu. Nanti bapak-bapak nelayan dengan keluarganya bikin koperasi. Nanti akan diatur apakah 30 nelayan satu koperasi atau 30, nanti kita beri kapal. Kapal ada yang kecil, ada yang menengah, dan ada yang kapal-kapal besar. Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita yang mengambil,” imbuh Presiden Prabowo.
Ia optimistis langkah besar tersebut akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat pesisir di seluruh Indonesia. “Rakyat kita harus sejahtera. Saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera, saya ingin senyum tiap hari karena penghasilannya baik,”ujarnya.
Lebih lanjut Presiden mengaku paham betul dengan kondisi nelayan, yang kerap menantang risiko besar ketika melaut. “Saya mengerti nelayan itu memiliki risiko yang besar. Di laut itu tidak main-main. Cuaca bisa berubah, arus bisa berubah. Saudara mempertaruhkan nyawa untuk mencari makan untuk keluargamu, untuk masyarakatmu, untuk bangsamu. Saya terima kasih,”ungkap Presiden.
Makanya, lanjut dia, pemerintahannya bertekad untuk memperbaiki kesejahteraan sekaligus memberikan penghormatan yang layak kepada para nelayan Indonesia.Menurut Prabowo, selama ini nelayan kerap berada di posisi yang kurang mendapat perhatian. “Untuk itu saya bertekad untuk memperbaiki dan menghormati para nelayan-nelayan kita di seluruh Indonesia. Para nelayan sering dilupakan,” kata Prabowo.
Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo juga memastikan bahwa pemerintah saat ini akan hadir lebih nyata bagi masyarakat kecil, termasuk nelayan dan petani di seluruh tanah air. “Pemerintah sekarang akan memperhatikan semua nelayan dan semua petani di seluruh Indonesia,” kata Presiden. (tro)












Discussion about this post