gorontalopost.co.id– Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyampaikan, posisi utang pemerintah per akhir Maret 2026 mencapai sebesar Rp 9.920,42 triliun, atau setara 40,75 Persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Rinciannya mencakup dua jenis utang, yakni Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman. Mayoritas utang pemerintah per akhir Maret 2026 didominasi oleh instrumen SBN yakni Rp 8.652,89 triliun atau 87,22 persen, dan sisanya adalah pinjaman sebesar Rp 1.267,52 triliun atau 12,78 persen.
Tapi, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, posisi utang pemerintah Indonesia hingga akhir Maret 2026 masih berada dalam kategori aman, meskipun nilainya mengalami kenaikan dibandingkan akhir tahun lalu.
Purbaya menegaskan, jumlah itu masih aman karena rasionya masih 40,75 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurutnya, karena, batas aman jumlah utang pemerintah sebagaimana yang termaktub dalam Undang-Undang Keuangan Negara, yakni sebesar 60 persen dari PDB. “Masih aman, masih sekitar 40 persen lebih sedikit, jadi aman,” kata Purbaya dalam media briefing di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026. Dalam hal ini ia menilai berdasarkan acuan yang paling ketat di Eropa itu rasio utang ke PDB nya 60 persen. “Dan kita masih jauh,” tegasnya.
Purbaya membandingkan rasio utang Indonesia yang masih lebih rendah dibandingkan negara-negara lain. Ia memberi contoh, misalnya seperti Malaysia dengan rasio utang mencapai 60 persen lebih, atau bahkan Singapura yang telah mencapai 180 persen. “Jadi mereka itu tinggi semua (rasio utangnya). Kita termasuk yang paling hati-hati (mengelola utang) dibandingkan negara-negara sekeliling kita. Dibanding AS juga Jepang,” jelasnya.
Oleh karena. Itu, Purbaya berharap agar jumlah utang pemerintah itu jangan melulu dilihat dari sisi negatifnya saja. Ia memastikan bahwa pemerintah akan selalu melakukan pengelolaan utang dengan sangat cermat, sehingga masyarakat justru harusnya memuji hal tersebut. “Jadi kalau dilihat dari situ, harusnya Anda puji-puji kita. Cuma enggak pernah kan? Kenapa Anda lihat dari sisi negatif terus,” ucapnya. (disway)












Discussion about this post