Gorontalopost.co.id, POHUWATO -– Tiga unit alat berat jenis ekskavator berhasil diamankan oleh tim gabungan Polda Gorontalo dan Polres Pohuwato, Sabtu (3/5) sekitar pukul 13.00 Wita.
Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, sekitar pukul 13.00 Wita, tim yang dipimpin oleh Kasubdit 4 Tipidter Polda Gorontalo, AKBP Firman Taufik,S.I.K. bersama Kasat Reskrim Polres Pohuwato, Iptu Renly H. Turangan,S.H. berhasil mengamankan tiga eksavator di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), yang ada di Dusun Mada, Desa Molosipat Utara, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato.
Ketika hendak dilakukan penindakan terhadap alat berat di lokasi PETI, ada dua ekskavator merek Hyundai dan Cobelco sudah tidak berada di lokasi. Setelah dilakukan pencarian dari tim Tipidter Polda Gorontalo dan Reskrim Polres Pohuwato, satu ekskavator merek HYUNDAI berhasil diamankan, dan ekskavator lain merek Hitachi yang sedang terparkir di lokasi PETI, dengan muatan solar di atasnya, dengan mengunakan kas kayu (Kalero) sebanyak 52 galon. Selain itu, terdapat alat berat merek Cobelco yang dalam kondisi rusak. Meski demikian, Polisi langsung mengamankan monitor pada alat berat tersebut.
Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni,S.I.K.,M.H. mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan alat ekskavator merek Hyundai Pc 210 warna kuning dengan no seri HJCE6009E0033824, ekskavator merek HiTACHI P27 nomor seri Model/type : ZX210F – 5G Product Identification Number : HCMDCDF 2T00068356, serta ekskavator cobelco dan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 52 galon.
“Ada dua alat berat yang tidak kami amankan. Yang pertama adalah ekskavator Cobelco berwarna hijau, dengan kondisi rusak. Dan ekskavator merek Cobelco warna hijau karena sudah tidak ada di TKP atau dibawa oleh orang tidak dikenal,”kata Alumnus Akpol 2005 ini.
Ditambahkan pula, alat berat tersebut kini telah berada di Polres Pohuwato setelah dievakuasi oleh tim Tipidter Polda Gorontalo dan personel Satuan Reskrim Polres Pohuwato. Untuk selanjutnya kata AKBP Busroni, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan guna mencari tahu pemilik alat berat maupun pemilik lokasi PETI.
“Untuk selanjutnya kami masih akan melakukan penyelidikan dan penyidikan, untuk mengungkap siapa saja yang terlibat. Kami pun berharap bantuan serta dukungan masyarakat, sehingga tidak ada lagi PETI di wilayah Pohuwato,” pungkasnya. (kif)











Discussion about this post