Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Perusahaan tambang emas di Pohuwato, yang dikelola Merdeka Gold Resources, Pani Gold Mine, mulai memberikan dampak pada positif terhadap fiskal daerah.
Hal ini tak lepas dari perusahaan yang mulai melakulan produksi emas, dan membagi keuntungan dengan Pemda melalui mekanisme royalti, dan pajak daerah. Terbaru, Pani Gold dikabarkan mengirim 234 Kg dore emas ke PT. Aneka Tambang (Antam) sebagai bagian dari produksi yang sudah dijalankan beberapa bulan terakhir.
Informasi tersebut disampaikan oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat menghadiri pertemuan dengan pejabat dan pegawai unit teknis Kementrian Keuangan RI bertempat di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Djp) Gorontalo, pekan lalu. “Saya terima informasi, hari ini ada pemuatan 234Kg dore emas, belum dimurnikan masih dalam bentuk kotor,”ujar Gusnar.
Dore emas atau dore bullion merupakan batangan emas mentah hasil pemurnian awal di tambang. Menurut Gusnar Ismial, dore emas dari Pani Gold tersebut memiliki kandungan emas 60-70 persen. “Bisa dibayangkan kalau 70 persen 234 kg itu bisa 150-160 kg dikali Rp 3 juta berapa pendapatan yang bisa diperoleh,” beber Gusnar.
Lebih lanjut Gubernur, pembagian royalti dari perusahaan tambang di daerah, jelas diatur dalam regulasi negara, yakni sebagai dana bagi hasil sebesar 16 persen bagi pemerintah provinsi, 23 persen untuk enam kabupaten/kota di Gorontalo, atau daerah penyangga, dan 23 persen bagi kabupaten penghasil dalam hal ini Kabupaten Pohuwato.
Sejauh ini Pani Gold sudah berkontribusi bagi penerimaan Pemprov Gorontalo di kisaran Rp12 – Rp15 miliar. Jumlah itu akan terus bertambah mengikuti peningkatan produksi emas yang beroperasi di Kabupaten Pohuwato.
Terkait dengan potensi pendapatan dari sektor pajak, Gubernur Gusnar sedang berupaya agar perusahaan-perusahaan besar yang operasional di Gorontalo untuk membuka cabang dan memiliki NPWP daerah. Hal itu dimaksudkan agar pajaknya bisa dibayarkan di Gorontalo dan menambah pendapatan daerah.
Saat ini baru Pani Gold yang pembayaran pajaknya sudah dilakukan di Kantor Pajak Gorontalo. Perusahaan – perusahaan besar lain seperti sawit dan wood pellet diharapkan bisa segera melakukan hal yang sama.
“Semua perusahaan – Perusahaan besar di sini kantor pajaknya harus pindah di Gorontalo. Kami lakukan ini dengan persuasif tidak gontok-gontokkan karena ini perusahaan swasta dan berhubungan dengan investasi,” sambungnya.
Hal lain yang menjadi atensi Gusnar menyangkut teknis lelang barang pemda yang tidak terpakai. Ia menilai sejauh ini proses lelang belum maksimal. Banyak aset pemda yang tidak terpakai terlanjut dibiarkan rusak sebelum dilelang. Koordinasi antara pemda dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Gorontalo perlu ditingkatkan di masa yang akan datang.
Sebelumnya, pada Sabtu (14/2) lalu, Pani Gold Mine memulai produksi perdananya. Pani Gold Mine memperlihatkan hasil produksi pertama perusahaan, yakni berupa emas dan silver berbentuk balok seukuran bata atau dore, dengan berat 14,72 Kg.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P. Abidin ketika itu menyebut, produksi pertama Pani Gold Mine itu mengandung unsur emas 40 persen, dan perak 60 persen. Kata dia, jika dijual ke market, harganya bombastis, yakni senilai USD 1 Juta atau kurang lebih Rp 16,7 Miliar.
Pani Gold Mine menargetkan produksi emas dari tambang Gunung Pani tahun ini sebesar 100.0oo ounces. “Insya Allah sesuai rencana dalam rencana kerja dan anggaran biaya tahun ini, kita menargetkan kurang lebih 100.ooo ounces emas,”ujarnya.
Target itu akan terus meningkat ditahun-tahun berikut. Bahkan, Pani Gold Mine kata dia, sedang melanjutkan tahap konstruksi untuk Carbon in Leach (CIL), tahap ini akan disertai dengan investasi yang cukup signifikan.
Tentunya akan memperluas dampak ekonomi, meningkatnya kapasitas produksi, serta memperbesar kontribusi bagi daerah “Apabila proses CIL selesai, maka kita bisa (produksi) tiga kali lipat dari yang ada ini,”jelasnya saat itu. (tro)












Discussion about this post