logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Ekonomi Komunal Lokal vs Elite Global

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 4 February 2026
in Persepsi
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Moh. Sila Basuki Widodo

 

PERCATURAN politik dan ekonomi global hari ini hampir pasti didominasi oleh negara – negara adidaya seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok, beserta jejaring sekutu dan kepentingannya. Di balik negara – negara tersebut, hadir pula aktor non – negara dengan daya tawar finansial raksasa —lembaga keuangan global, bank sentral, dan segelintir konglomerat dunia — yang oleh banyak pengamat disebut sebagai global elite. Keberadaan mereka sering kali samar, sulit disentuh, namun sangat menentukan arah kebijakan ekonomi, politik, bahkan hukum dunia.

Dalam situasi global yang kian kompleks, ditambah dengan kecanggihan Artificial Intelligence (AI) yang nyaris sempurna, pengambilan keputusan strategis dunia semakin terpusat. Kekuasaan mengeras, regulasi mengabdi pada pemilik modal, dan hukum cenderung berpihak pada yang kuat. Pelan namun pasti, dunia seolah kembali pada “hukum rimba”: yang kuat makin berani, yang lemah makin terpinggirkan. Fakta ini dengan mudah kita saksikan setiap hari —melalui berita dan media sosial di genggaman tangan — bahwa jurang kaya dan miskin semakin menganga.

Related Post

Batas-Batas Pengobatan

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Profesi-Profesi Hebat

Fenomena ini sejatinya bukan hal baru. Al-Qur’an telah lama menggambarkan pola kekuasaan tiranik yang menindas rakyatnya, sebagaimana Fir’aun, Namrud, dan Syaddad. Fir’aun, misalnya, memeras tenaga rakyat tanpa memperhitungkan hak dan kesejahteraan mereka. Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang – wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah; ia menindas segolongan dari mereka…” (QS. Al-Qashash: 4)

Hari ini, meski format dan wajahnya berbeda, pola itu terulang kembali. Pada skala global maupun nasional, kekuasaan yang bertumpu pada uang dan pengaruh kerap meminggirkan rakyat kecil. Dengan modal besar, kehendak penguasa dapat dipaksakan melalui instrumen negara —bahkan aparat atau aktor nonformal — demi melanggengkan kepentingannya. Lalu, di tengah situasi semacam ini, apa pilihan rakyat : melawan, pasrah, atau bersiasat ?

Sejarah menunjukkan bahwa perlawanan frontal terhadap kekuatan raksasa sering kali berakhir tragis. Namun bersiasat dengan cerdas adalah jalan lain yang lebih realistis. Dalam konteks Ekonomi Komunal Lokal vs Elite Global, Indonesia pernah memiliki pengalaman berharga saat krisis moneter 1998. Ketika badai spekulasi global — yang salah satunya dipicu oleh manuver George Soros —meluluhlantakkan ekonomi nasional, nilai rupiah terpuruk, perusahaan besar kolaps, dan konglomerasi runtuh.

Ironisnya, pada saat yang sama, lapisan masyarakat akar rumput justru menemukan momentumnya. UMKM, home industry, dan komunitas usaha kecil —terutama yang berbasis ekspor — mampu bertahan, bahkan tumbuh. Kunci utamanya adalah The Power of Communal : kekuatan komunitas yang saling menopang, saling membeli, dan saling menguatkan dalam jejaring solidaritas.

Model ini sejatinya sejalan dengan prinsip ekonomi Islam. Rasulullah SAW bersabda :

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh; jika satu anggota sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan.” (HR. Bukhari & Muslim)

Maka, membangun ekonomi komunal bukanlah bentuk perlawanan frontal terhadap elite global, melainkan strategi berkelit cerdas: memperkuat daya tahan internal tanpa harus berhadap – hadapan secara langsung. Komunitas membangun pasar sendiri, memperkuat kepercayaan terhadap produk sendiri, dan menciptakan sirkulasi ekonomi dari, oleh, dan untuk anggota komunitas.

Dalam konteks kekinian, strategi ini semakin relevan. Gerakan saling membeli produk komunitas, koperasi berbasis inovasi, hingga pemanfaatan teknologi finansial (fintech) komunitas — seperti yang pernah digagas melalui aplikasi MUSLEM NETWORK — adalah contoh konkret bagaimana ekonomi komunal dapat beradaptasi dengan zaman.

Sebagai studi komparatif, kita dapat belajar dari komunitas Muslim di Malaysia seperti Darul Arqam (sebelum dibubarkan pada 1994) dan penerusnya Rufaqa’ Corporation hingga GISBH. Mereka membangun ekosistem ekonomi jamaah: produksi halal, restoran, perhotelan, pendidikan, dan kesehatan— di mana perputaran uang terjadi di dalam komunitas itu sendiri. Praktik ini mencerminkan penerapan fiqh muamalah yang berusaha melepaskan diri dari sistem ekonomi ribawi.

Contoh serupa juga dapat dilihat pada komunitas Mormon di Amerika Serikat. Berawal dari komunitas terpinggirkan, mereka membangun solidaritas, etos kerja, dan jaringan bisnis internal hingga akhirnya menjelma menjadi kekuatan ekonomi besar. Ini menegaskan bahwa komunitas dengan engagement kuat dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri.
Allah SWT mengingatkan :

“Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Sebagai Penutup, tulisan ini adalah ajakan sederhana namun mendasar : mari menghidupkan kembali silaturahim sosial menjadi silaturahim bisnis. Mulai dari grup WhatsApp alumni, perumahan, komunitas religius, koperasi, hingga clan keluarga — kita rajut ekonomi komunal kecil yang saling menghidupi. Dari komunitas kecil yang solid, insya Allah akan lahir kemandirian ekonomi umat yang besar dan berkelanjutan. (*)

 

Penulis adalah Pemerhati Sosial Ekonomi Warga

Tags: Harian PersepsiMoh. Sila Basuki WidodopersepsiTulisan Moh. Sila Basuki Widodotulisan persepsi

Related Posts

Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Friday, 17 April 2026
Basri Amin

Profesi-Profesi Hebat

Monday, 13 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Saturday, 11 April 2026
Basri Amin

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Monday, 6 April 2026
Next Post
Ismet Mile

SK DPP Dianggap Ilegal, Kader PPP Tolak Ismet

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Aulia Lahiya (19) bersama rekannya menampilkan atraksi ekstrim pada wahana tong setan, pasar malam hoya-hoya di taman Isimu, Kabupaten Gorontalo, Selasa (14/4) malam. (foto: aviva /mg/ gorontalo post)

Cerita Aulia Lahiya, Demi Cuan Uji Nyali di Wahana Tong Setan

Friday, 17 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026
Pendataan kuburan oleh Lurah Tapa Wirna S Pakaya yang disaksikan langsung oleh para ahli waris atau keluarga dari yang meninggal dunia. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Ahli Waris Protes Pekuburan Keluarga di Terminal 42 Dipindah ke TPU

Monday, 20 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Batas-Batas Pengobatan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

    63 shares
    Share 25 Tweet 16
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.