Gorontalopost.co.id — Gorontalo menjadi sumber ternak sapi untuk Kalimantan. Sejauh ini pengiriman sapi rutin dilakukan, bahkan dalam enam bulan terakhir, sebanyak tiga ribu ekor sapi telah berhasil dikapalkan menuju Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Senin (8/9), Gubernur Gusnar Ismail, dan Wagub Idah Syahidah, kembali menyaksikan pengiriman 355 ekor sapi dari Pelabuhan Kwandang, Gorontalo Utara. Pengiriman sapi itu merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.
“Ini kesempatan emas bagi peternak sapi di Gorontalo untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan mereka. Pemerintah akan terus mendukung agar distribusi ini berjalan lancar,” ujar Gusnar.
Sejak pengapalan perdana pada 16 Maret lalu, total sapi Gorontalo yang telah dikirim ke Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur mencapai 3.000 ekor. Nilai investasi dari pengiriman sapi itu sekitar Rp53 miliar.
Program peternakan sapi merupakan salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Gorontalo. Gubernur Gusnar Ismail bahkan menargetkan, Gorontalo kedepan tidak lagi hanya mengirim sapi utuh ke kalimantan atau daerah-daerah lain, tapi dalam bentuk produk turunan hasil pengolahan daging melalui industri peternakan.
Sementara itu Bupati Thariq Modanggu mengatakan, pengiriman sapi itu merupakan tindak lanjut atas kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dengan Kalimantan Utara dan Balikpapan. Thariq berharap pengirim sapi akan terus berlanjut.
“Keberhasilan ini berkat dukungan pemerintah provinsi dan balai karantina yang menjaga kesehatan hewan sebelum dikirim. Langkah ini tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga menegaskan komitmen Gorontalo Utara dalam mengembangkan sektor peternakan berdaya saing,” kata Thariq.
Turut hadir Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Kepala Dinas Pertanian Muljady Mario, Ketua DPRD Idrus Thomas Mopili, Kepala Dinas Perhubungan Djamal Nganro, Wakil Bupati Gorontalo Utara, serta Balai Karantina Pertanian Provinsi Gorontalo. (tro/*)












Discussion about this post