gorontalopost.co.id – Kesabaran para sopir truk yang kerap antre di SPBU untuk mendapatkan BBM jenis solar, rupanya memuncak. Mereka rame-rame bersama kelompok mahasiswa melakukan aksi protes, dan menduga ada mafia dibalik sulitnya mendapatkan solar di Gorontalo.
Protes para sopir truk dilakukan dengan aksi demo di kawasan simpang lima Gorontalo. Akses utama masuk ke Gorontalo ini lumpuh total, Senin (25/5) lantaran puluhan truk sengaja diparkir menutup ruas jalan.
Pantauan Gorontalo Post, ratusan masa aksi yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan masyarakat peduli Gorontalo itu menyuarakan kekecewaan mereka atas kelangkaan solar saat ini. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu kelancaran dan perkembangan roda perekonomian daerah. “Kasihan pak para sopir-sopir truk yang terpaksa menganggur karena mobil yang menjadi tumpuan mereka untuk mencari nafkah tidak bisa beroperasi karena tidak ada solar. Kalau kami tidak bawa mobil tentu kami tidak ada pemasukan, nah anak istri kami makan apa?,”teriak salah satu orator yang juga Jenderal Lapangan aksi, Erlin Adam.
Massa aksi menyuarakan keresahan mereka terhadap sulitnya memperoleh solar bersubsidi yang dinilai telah mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para sopir truk dan pelaku transportasi. Dalam aksinya, massa juga melakukan blokade jalan di kawasan bundaran sebagai bentuk protes terhadap lambannya respons pemerintah daerah.
Tuntutan utama massa adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pengawasan BBM di setiap SPBU di Provinsi Gorontalo. “Kami meminta kepada pemerintah daerah agar membuat Satgas di setiap SPBU di Provinsi Gorontalo dan melibatkan beberapa pihak seperti aparat penegak hukum, Ditreskrimsus Polda Gorontalo, Dinas Perhubungan, dan Pertamina,” ujar Erlin.
Dalam orasinnya Erlin membeberkan juga bahwa para sopir sudah berkali-kali melakukan pertemuan dan dijanjikan bahwa minggu depan Satgas akan dibentuk. “Tetapi sampai sekarang belum ada. Karena itu kami memutuskan turun aksi,” tambahnya. Erlin mengaku kecewa terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai tidak memberikan jawaban pasti terhadap tuntutan massa. “Dari pagi sampai sore kami tidak mau ditemui. Yang datang hanya dari Dinas Perhubungan dan Kesbangpol, tetapi tidak ada jawaban sama sekali mengenai tuntutan kami,” katanya. “Kami membawa Pakta Integritas pembentukan Satgas di setiap SPBU dan berharap didukung pemerintah untuk mencegah kebocoran BBM dan mafia solar di Gorontalo,”tambahnya.
Selain itu, mereka mendesak agar aparat hukum di Gorontalo terutama Polda agar tidak tutup mata dengan kondisi sulitnya mendapatkan solar di SPBU yang ada di Gorontalo. Mereka menduga ada praktek mafia solar sehingga para sopir truk sangat kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi itu. Aksi yang mulanya berlangsung damai itu, mulai memanas ketika terjadi upaya pembubaran massa aksi di tengah blokade jalan. Warga dan pengguna jalan lain protes karena terganggu dengan aksi blokade jalan yang dilakukan pengunjuk rasa. Di lokasi, massa juga membakar banyak ban bekas sehingga membuat asap hitam membumbung di lokasi aksi.
PENGALIHAN ARUS
Sementara itu, pihak kepolisian melakukan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Simpang Lima Gorontalo. Kanit Turjawali, Ipda Abd Rahim, menjelaskan bahwa pengalihan arus dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat selama aksi berlangsung. “Pengalihan arus karena ada aksi unjuk rasa dari mahasiswa yang ada di Kabupaten Gorontalo. Makanya kami hadir untuk kenyamanan masyarakat,”ujarnya.
Ia mengatakan, pengalihan arus mulai diberlakukan sekitar pukul 14.00 WITA. Petugas kepolisian diterjunkan ke sejumlah titik guna mengatur lalu lintas agar arus kendaraan tetap berjalan meski terjadi kepadatan. Akibat aksi demonstrasi tersebut, kemacetan terjadi di berbagai titik di Kota Gorontalo. Salah satu ruas jalan yang terdampak ialah Jalan Ahmadi Hiola yang mengalami kepadatan kendaraan karena pengaruh aksi demo dan pengalihan arus lalu lintas.
Termasuk di kawasan jembatan jodoh atau depan terminal Dungingi Kota Gorontalo yang macet total, lantaran pengalihan arus. Pihak kepolisian terus melakukan pengamanan dan pengaturan kendaraan di lapangan untuk mengurangi kepadatan serta menjaga situasi tetap kondusif bagi masyarakat pengguna jalan. (roy/Tr-76/Mg-05/Mg-03)











Discussion about this post