logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Solar Sulit, Sopir Truk Demo, Diduga Ada Mafia Solar

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 26 May 2026
in Headline
0
Solar Sulit, Sopir Truk Demo, Diduga Ada Mafia Solar

SULIT SOLAR- Aksi unjuk rasa sopir truk di Gorontalo, terkait sulitnya mendapatkan solar di SPBU, berlangsung di simpang lima, Kota Gorontalo, Senin (25/5). (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

gorontalopost.co.id – Kesabaran para sopir truk yang kerap antre di SPBU untuk mendapatkan BBM jenis solar, rupanya memuncak. Mereka rame-rame bersama kelompok mahasiswa melakukan aksi protes, dan menduga ada mafia dibalik sulitnya mendapatkan solar di Gorontalo.

Protes para sopir truk dilakukan dengan aksi demo di kawasan simpang lima Gorontalo. Akses utama masuk ke Gorontalo ini lumpuh total, Senin (25/5) lantaran puluhan truk sengaja diparkir menutup ruas jalan.

Pantauan Gorontalo Post, ratusan masa aksi yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan masyarakat peduli Gorontalo itu menyuarakan kekecewaan mereka atas kelangkaan solar saat ini. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu kelancaran dan perkembangan roda perekonomian daerah. “Kasihan pak para sopir-sopir truk yang terpaksa menganggur karena mobil yang menjadi tumpuan mereka untuk mencari nafkah tidak bisa beroperasi karena tidak ada solar. Kalau kami tidak bawa mobil tentu kami tidak ada pemasukan, nah anak istri kami makan apa?,”teriak salah satu orator yang juga Jenderal Lapangan aksi, Erlin Adam.

Massa aksi menyuarakan keresahan mereka terhadap sulitnya memperoleh solar bersubsidi yang dinilai telah mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para sopir truk dan pelaku transportasi. Dalam aksinya, massa juga melakukan blokade jalan di kawasan bundaran sebagai bentuk protes terhadap lambannya respons pemerintah daerah.

Related Post

Sirene Tsunami Gorut Dibunyikan, Warga Datangi Pantai Sambil Live

Kasus KONI, Hari Ini Adhan ke Kejati

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

Tuntutan utama massa adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pengawasan BBM di setiap SPBU di Provinsi Gorontalo. “Kami meminta kepada pemerintah daerah agar membuat Satgas di setiap SPBU di Provinsi Gorontalo dan melibatkan beberapa pihak seperti aparat penegak hukum, Ditreskrimsus Polda Gorontalo, Dinas Perhubungan, dan Pertamina,” ujar Erlin.

Dalam orasinnya Erlin membeberkan juga bahwa para sopir sudah berkali-kali melakukan pertemuan dan dijanjikan bahwa minggu depan Satgas akan dibentuk. “Tetapi sampai sekarang belum ada. Karena itu kami memutuskan turun aksi,” tambahnya. Erlin mengaku kecewa terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai tidak memberikan jawaban pasti terhadap tuntutan massa. “Dari pagi sampai sore kami tidak mau ditemui. Yang datang hanya dari Dinas Perhubungan dan Kesbangpol, tetapi tidak ada jawaban sama sekali mengenai tuntutan kami,” katanya. “Kami membawa Pakta Integritas pembentukan Satgas di setiap SPBU dan berharap didukung pemerintah untuk mencegah kebocoran BBM dan mafia solar di Gorontalo,”tambahnya.

Selain itu, mereka mendesak agar aparat hukum di Gorontalo terutama Polda agar tidak tutup mata dengan kondisi sulitnya mendapatkan solar di SPBU yang ada di Gorontalo. Mereka menduga ada praktek mafia solar sehingga para sopir truk sangat kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi itu. Aksi yang mulanya berlangsung damai itu, mulai memanas ketika terjadi upaya pembubaran massa aksi di tengah blokade jalan. Warga dan pengguna jalan lain protes karena terganggu dengan aksi blokade jalan yang dilakukan pengunjuk rasa. Di lokasi, massa juga membakar banyak ban bekas sehingga membuat asap hitam membumbung di lokasi aksi.

PENGALIHAN ARUS

Sementara itu, pihak kepolisian melakukan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Simpang Lima Gorontalo. Kanit Turjawali, Ipda Abd Rahim, menjelaskan bahwa pengalihan arus dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat selama aksi berlangsung. “Pengalihan arus karena ada aksi unjuk rasa dari mahasiswa yang ada di Kabupaten Gorontalo. Makanya kami hadir untuk kenyamanan masyarakat,”ujarnya.

Ia mengatakan, pengalihan arus mulai diberlakukan sekitar pukul 14.00 WITA. Petugas kepolisian diterjunkan ke sejumlah titik guna mengatur lalu lintas agar arus kendaraan tetap berjalan meski terjadi kepadatan. Akibat aksi demonstrasi tersebut, kemacetan terjadi di berbagai titik di Kota Gorontalo. Salah satu ruas jalan yang terdampak ialah Jalan Ahmadi Hiola yang mengalami kepadatan kendaraan karena pengaruh aksi demo dan pengalihan arus lalu lintas.

Termasuk di kawasan jembatan jodoh atau depan terminal Dungingi Kota Gorontalo yang macet total, lantaran pengalihan arus. Pihak kepolisian terus melakukan pengamanan dan pengaturan kendaraan di lapangan untuk mengurangi kepadatan serta menjaga situasi tetap kondusif bagi masyarakat pengguna jalan. (roy/Tr-76/Mg-05/Mg-03)

Tags: BBMBBM Gorontalodemo bbmdemo sopir truksolar sulit

Related Posts

DEKATI PANTAI - Pihak berwenang di Gorontalo Utara memantau kondisi pasang surut air di Pelabuhan Kwandang, Senin (8/6). (ANTARA/Susanti Sako)

Sirene Tsunami Gorut Dibunyikan, Warga Datangi Pantai Sambil Live

Tuesday, 9 June 2026
Adhan Dambea

Kasus KONI, Hari Ini Adhan ke Kejati

Tuesday, 9 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026
Mohammad Kilat Wartabone Semasa Hidup

In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

Monday, 8 June 2026
Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Saturday, 6 June 2026
Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Friday, 5 June 2026
Next Post
Hadapi Iduladha, Pertamina Ekstra Dropping 14 Ribu Tabung LPG 3 Kg untuk Gorontalo 

Hadapi Iduladha, Pertamina Ekstra Dropping 14 Ribu Tabung LPG 3 Kg untuk Gorontalo 

Discussion about this post

Rekomendasi

Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

Tuesday, 9 June 2026
Suasana perayaan HUT ke-68 Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea pada Ahad (7/6/2026) malam, di rumah pribadinya. (Foto: Prokopim)

Perayaan HUT ke-68 Adhan, Tak Pake APBD, Dirayakan Bareng Anak Yatim

Tuesday, 9 June 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dan Wawali Indra Gobel tengah menikmati jajanan di Street Food Jilid II. (Foto: Prokopim)

Street Food Jilid II Diserbu Pengunjung, Omzet UMKM Capai Rp222 Juta dalam Semalam

Tuesday, 9 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026

Pos Populer

  • Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

    Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.