gorontalopost.co.id– Puncak ibadah haji 1447 Hijriah akan berlangsung, Selasa (26/5) hari ini Waktu Arab Saudi (WAS), ditandai dengan wukuf di Arafah.
Sejak Senin (25/5) pagi, para jamaah haji mulai dibawa menggunakan bus secara bergiliran ke Arafah.
Termasuk salah satunya jamaah tertua asal Kabupaten Kediri, Marsiyah. Sejak sebelum pukul 07.00 pagi, nenek 105 tahun itu sudah berada di depan hotelnya, duduk di atas kursi roda. Senyumnya terus mengembang, sesekali ia tertawa. “Ayem, remen, wong mpun dangu diangen-angen (damai, senang, karena sudah lama diangan-angankan),” ujarnya dengan antusias.
Secara keseluruhan, pemberangkatan jamaah haji menuju Arafah dibagi dalam 3 sesi. Yakni pagi, siang, dan sore, kemarin. Sesi pagi dimulai pukul 07.00, sesi siang dimulai pukul 11.30, dan sesi sore mulai pukul 16.30. “Trip pagi itu mereka akan berputar 3 kali, siang 3 kali, sore 3 kali. Itu hitungan dari Makkah ke Arafah,” terang Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Syarif Rahman. Ia menjelaskan, untuk setiap markaz berisi 3.000 jamaah, disiapkan 7 bus yang akan membawa para jamaah bergiliran alias taraduddi.
Para jamaah haji menempati tenda-tenda yang sudah ditentukan. Di tenda-tenda itu sudah ada daftar nama jamaah, sehingga diharapkan tidak ada jamaah yang tak kebagian tenda. Sementara itu, PPIH Arab Saudi mencatat ada 11.570 jamaah haji menjalani Tarwiyah di tenda-tenda Mina. Tarwiyah adalah bermalam atau mabit di Mina pada 8 Zulhijjah dan hukumnya sunnah. Mencontoh perjalanan haji yang dilakukan Rasulullah Muhammad SAW. Sejak Ahad (24/5) jelang tengah malam, para jamaah haji yang menjalani tarwiyah mulai diberangkatkan bergiliran.
Kasi Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi Daker Makkah Erti Herlina menjelaskan, tarwiyah itu tidak masuk dalam SOP operasional haji 2026. “Dalam SOP haji kita itu tidak ada tarwiyah,” terangnya. Hanya saja, memang ada sebagian jamaah yang meyakini kesunnahan tarwiyah.
Sementara itu di Arafah, air mata Samillah Laskar Abdullah, salah satu jemaah haji kloter BDJ 18, langsung tumpah sesaat usai ia menjejakkan kaki di tanah Arafah. Tanah yang tak hanya akan dipadati jutaan manusia, namun juga dijejali lautan doa kepada pemilik semesta pada hari Arafah. Bersama ratusan jamaah haji asal kloter BDJ 18, Samillah bersiap untuk menjalankan rukun Islam kelima yakni haji. “Saya sudah sampai di sini untuk menjalankan ibadah haji. Semoga saya menjadi haji yang mabrur beserta teman-teman dari kloter 18 tanah bumbu,” ucapnya sambil terisak.
Tenda-tenda Arafah sudah siap menyambut para jamaah haji. Daftar nama terpampang di setiap pintu tenda. Cukup ketua kloter yang menandai, lalu ia mengarahkan jamaah untuk memasuki tenda. Sesaat setelah masuk ke tenda, sejumlah jamaah mulai beristirahat di kasur masing-masing. Setiap jamaah mendapat kasur berukuran 50×175 cm dan bantal untuk alas beristirahat.
Kepala Satgas Arafah Abdul Basir sempat mengunjungi salah satu tenda jamaah haji Indonesia, yang ditempati kloter KJT 34. “Ini selimutnya, sarung bantal sudah terpasang. Jangan khawatir, ini semuanya baru,” terangnya.
Ia juga menanyakan kesiapan perbekalan pribadi jamaah haji, sebagai antisipasi bila ternyata konsumsi terlambat dibagi. Humairah, salah seorang jamaah kloter KJT 34 mengatakan, fasilitas yang ia terima sudah cukup memadai untuk keperluan wukuf di Arafah. “Di depan juga sudah ada fasilitas es krim, air zam-zam, toiletnya juga sudah banyak,” ujarnya. Humairah mengaku sudah berupaya mempersiapkan fisiknya untuk puncak haji. Juga ada pendampingan dari dokter. Secara khusus, ia mengapresiasi para petugas haji atas layanan yang diberikan sejak awal kedatangan di Tanah Suci hingga saat ini. “Bagus dan totalitas. Dokter aja jam berapa aja kita konsul dilayani. Paling kalau telat balasnya, itu saking banyaknya yang berkonsultasi,” jelasnya. (jp)










Discussion about this post