logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Bisikan Prabowo

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 18 July 2025
in Disway
0
Prabowo Subianto bertemu Presiden Brasil Lula da Silva di KTT BRICS di Rio de Janeiro, beberapa waktu lalu.--

Prabowo Subianto bertemu Presiden Brasil Lula da Silva di KTT BRICS di Rio de Janeiro, beberapa waktu lalu.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

HANYA dua hari kemudian muncul kekagetan ini: “Amerika telah mencapai kesepakatan dengan Indonesia”.

Begitu sekonyong-konyongnya. Seperti tiba-tiba saja jari-jari Presiden Donald Trump menari di akun medsos miliknya, Truth Social: mengumumkan kesepakatan itu ¬¬–awalnya tanpa sedikit pun menyertakan rincian.

Related Post

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Neo Pop

Lewat Pasrah

Pasti ada hubungannya dengan ini: dua hari sebelum itu presiden Indonesia melontarkan pernyataan yang sangat menohok Amerika. “Di zaman multipolar ini, Eropa harus jadi pemimpin dunia,” ujar Presiden Prabowo Subianto. Prabowo memilih panggung khusus untuk mengucapkan itu: di Brussel, ”ibu kota” Eropa.

Anda sudah tahu apa itu multipolar: tidak hanya satu atau dua kutub. Begitu Uni Soviet runtuh (1989), dunia hanya single polar: Amerika Serikat. Eropa terpecah-pecah ke 27 negara. Rusia hanya seperti reruntuhan Soviet. Tiongkok masih miskin. Amerika jaya seorang diri.

Tapi dunia terus berputar dengan dua kutub aslinya: kutub utara dan kutub selatan. Lalu Eropa bersatu ke Uni Eropa. Mata uang Euro diberlakukan. Cacing Tiongkok menjelma menjadi naga besar. Vladimir Putin menjadi pemimpin kuat Russia.

Dunia pun berubah. Dari single polar ke multipolar: Eropa, Tiongkok, Russia, dan Amerika yang gelisah.

Maka ketika dunia marah ke yang baru saja kehilangan jabatan single polar, –marahnya bisa sambil berpikir: bagaimana bisa hidup tanpa si mantan. Brasil-Tiongkok kian mesra –kekuatan ekonomi terbesar di Latin dan terbesar di Asia.

Luasnya lautan yang memisahkan mereka diseberangi dengan cara baru: pakai kapal-kapal Valemax. Yakni jenis ultralarge tapi untuk angkutan curah.

Maka kirim kedelai dari Brasil tidak lagi lebih mahal daripada dari Amerika. Jalan tol antara Peru-Brasil dibangun Tiongkok –agar tidak perlu lagi lewat terusan Panama.

Presiden Prabowo ke Eropa: membangkitkan semangat Eropa untuk kembali meraih mahkota lama. Beberapa negara Eropa memang pernah jadi kiblat dunia: Belanda, Inggris, Jerman dan Prancis.

Maka misi Prabowo ke Eropa pekan lalu bisa dibilamg sukses luar biasa. Bersejarah. Presiden bertemu dua tokoh utama Eropa: Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa António Costa.

Kesepakatan bersejarah pun diraih: perdagangan bebas antara Indonesia-Eropa. Kita bisa ekspor ke Eropa dengan tarif 0 persen.

Selama ini ekspor kita ke Eropa memang nomor tiga –setelah ke Tiongkok dan Amerika. Anda sudah tahu ekspor kita ke Amerika sekitar USD 28 miliar. Ke Eropa USD 21 miliar.

Di saat Amerika menaikkan tarif impornya menjadi 32 persen (dari 10 persen), maka tarif 0 persen di Eropa ibarat udara sejuk di musim panas. Prabowo telah jadi presiden yang seperti merangkap menko ekonomi dan menteri perdagangan sekaligus.

Belakangan orientasi kita ke Amerika dan kemudian ke Tiongkok memang menguat. Tapi romantisme lama dengan Eropa belum terlalu lupa.

Kita masih perlu mesin-mesin Eropa –antara lain karena standar ukuran yang cocok dengan Indonesia. Ukuran cut off mesin, frekuensi hz listriknya, dan cm vs inci-nya lebih akrab dengan kita.

Saya pernah beli mesin-mesin Amerika. Tidak cocok. Satuan ukurannya inci. Mau beli mesin Eropa mahal. Mau beli mesin dari Tiongkok masih belum percaya kualitasnya (waktu itu).

Akhirnya saya putuskan: beli mesin Eropa tapi dari Italia. Harganya tidak semahal mesin buatan Jerman. Kalau ada teman bertanya ”mesinnya buatan mana”, masih bisa bilang ”buatan Eropa”.

Eropa tentu lebih cerewet dalam masalah lingkungan dan hak-hak asasi manusia. Mereka sering mempersoalkan kaitan antara produk dan proses produksinya. Eropa tidak akan melunak. Tapi itu justru baik untuk meningkatkan standar kualitas Indonesia.

Kita juga masih bisa dapat gandum dari Eropa. Utamanya dari Ukraina dan sekitarnya. Pokoknya salut: Prabowo bisa mengambil hati Eropa dengan baiknya.

Bagaimana setelah Trump tiba-tiba bertitah lewat medsosnya?

Trump akhirnya menyebut agak rincian: Indonesia dikenakan tarif 19 persen. Ini luar biasa. Bahkan satu persen lebih rendah dari yang diberikan kepada Vietnam.

Trump juga memuji Prabowo sebagai presiden yang hebat, kuat, dan populer sekaligus. Untuk tarif 19 persen tersebut, kata Trump, Amerika bisa bebas akses ke Indonesia. Juga akan memperoleh tarif 0 persen dari Indonesia.

Tentu itu juga masih agak abstrak. Apakah 19 persen itu masih akan ditambah 10 persen tarif dasar. Lalu apakah 0 persen yang akan diberikan ke Indonesia itu untuk semua barang Amerika.

Kebetulan kita butuh gandum. Pesawat. Kedelai. Rasanya tarif 0 persen untuk Amerika tidak ada yang keberatan. Pokoknya Prabowo berkibar di dunia perdagangan internasional.

Prabowo juga sudah ke Tiongkok dan Brasil –dua korban terbesar tarifnya Trump. Di Brasil, Prabowo justru meneguhkan eksistensi Indonesia dalam BRICS –yang dibenci Amerika.

Di Brasil itu pula harusnya Prabowo juga dapat bisikan pribadi dari Presiden Lula da Silva: “usia saya sekarang 79 tahun. Lima tahun lagi Anda masih lebih muda dari saya saat ini”.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Bambang, tengah, usai makan malam.--

Jago Cimory

Thursday, 4 June 2026
Next Post
BACAKAN PLEDOI - Mantan Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, membacakan nota pembelaan terkait dugaan korupsi kasus Bansos di PN Tipkor Gorontalo, Kamis (17/7). (foto : istimewa)

Hamim Pou Sampaikan Pledoi, Tidak Ada Satu Rupiah pun Saya Nikmati

Discussion about this post

Rekomendasi

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Saturday, 13 June 2026
Ridwan Monoarfa

Berpikir Strategis di Tengah Dunia yang Bergejolak: Refleksi Pembangunan Gorontalo

Saturday, 13 June 2026
Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Friday, 12 June 2026
Hendri Cahyo Dwi Safitri

Kebangkitan Ekonomi Gorontalo

Friday, 12 June 2026

Pos Populer

  • PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Harga Pertamax Naik

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.